Tuesday, 18 October 2011

Aku dan Keluarga Kecilku

20 tahun yang lalu, tepatnya 29 maret 1991. Aku terlahir dikeluarga kecil yang sederhana, disebuah desa tempat dimana ibuku menghabiskan masa kecilnya. Tidak begitu banyak memori masa kecil yang terekam dikepalaku ... Ayah, Ibu dan seorang kakak laki-laki. Mereka adalah anggota keluarga kecilku.
Ayahku, pria paruh baya berumur 50 tahun adalah seorang pekerja proyek. Bekerja berpindah-pindah dan selalu jauh dari rumah. Jika dilihat dari wajahnya, pasti semua orang mengira kalau ayahku adalah orang yang keras, tegas, otoriter dan menjunjung tinggi rasa disiplin. Namun , dibalik cover-nya itu.. ayah ku adalah sosok yang lucu, sabar, dan memiliki rasa sayang yang luar biasa sulit untuk diungkapkan. Begitu melindungi anak perempuannya ini, sampai-sampai cowok yang mau deketin banyak yang kabur .. hehe curcol dikit. Ayah itu adalah penolong dan tempat ku mengadu saat sedang galau. Ayah bukan hanya sekedar ayah, tapi juga teman. SMS-nya yang selalu menghiasi layar hape-ku tiap malam. Walau hanya sekedar menanyakan aku sudah makan atau belum ? atau hanya mengingatkanku untuk sholat. Beliau adalah ayah terbaik yang pernah Allah hadirkan di tengah-tengah keluargaku. Sosok pemimpin namun tak mau dihargai karena takut, tapi dihargai karena dihormati. Ayah ingin sekali aku menjadi seorang guru. Namun ayah tahu, aku sama sekali tidak ingin menjadi PNS. Dan beliau dengan lapang dada, mengiklaskan keinginannya dan membiarkan aku kuliah di jurusan yang aku inginkan. Di usianya yang sudah menginjak kepala 5 ini, ayah berjuang untuk mengais rejeki kembali hanya untuk membiayai kuliahku. Beliau rela bekerja di Poso, Sulteng. Didaerah terpencil dan jauh dari perkotaan. Namun sesuatu keadaan mengharuskan beliau untuk pindah ke Medan, Sumut. Ayah pun dengan iklas berhijrah kesana. Lagi-lagi harus jauh dari rumah. My Father is My Hero !! :)

Ibu, Wanita berperawakan sedang; berusia 45 tahun. Adalah wanita paling tangguh yang pernah aku temui. Sifatnya yang keras dan omelan khasnya yang selalu membuatku rindu. Gelak tawa dan senyumnya adalah sesuatu yang selalu ingin aku lihat. Sifat keras-ku sepertinya menurun dari beliau. Maka dari itu, waktu aku masih duduk di bangku SMA.. aku sering sekali beradu pendapat dengan ibu. Sering bertengkar hanya karena hal kecil dan ayah lah pendamai kami. Masa SMA, aku sepertinya benar-benar tipikal pemberontak dan susah diatur. Ibu yang keras dan ayah yang sabar, Tapi alhamdulillah .. aku masih dijalur rel yang benar. Dan sekarang, disaat aku sudah mengerti mana yang baik dan buruk, mana yang hitam dan putih, mana yang pahala mana yang dosa.. aku mengerti, Ibu adalah wanita yang memiliki rasa cinta kasih yang begitu menakjubkan untukku dan kakakku. Dan demi aku pula, ibu harus berada dirumah sendirian untuk jangka waktu yang lama selama ayah mencari rejeki diluar pulau. Bertahan sendirian, meski terkadang aku melihat beliau menitikkan air mata karena tidak tahan dengan kesendiriaan yang menderunya. Ibu ku memiliki sakit sesak napas, sering tidak tahan melihat beliau kesakitan disaat sakitnya kambuh. Aku sering was-was disaat di Malang dan meninggalkan ibuku dirumah. Aku selalu berpesan pada beliau untuk langsung menghubungiku kalau ia kenapa-kenapa. Namun setiap aku tanya kabar dan keadaannya via SMS, ibu selalu menenangkanku dan menyuruhku untuk berkonsentrasi pada kuliahku. Aku sebenarnya tidak tega meninggalkan beliau dirumah sendirian, namun tak ada jalan lain yang harus aku pilih. Satu-satunya jalan yang bisa aku temukan adalah aku harus pulang ke Blitar tiap hari jum'at dan kembali ke kota Malang pada hari Minggu. Semata-mata hanya untuk ibuku. Karena aku tahu, kehadiranku disisinya membuatnya sedikit terhibur. Ibuku sering berlama-lama mendo'akan aku dan kakakku sehabis sholat & ibuku juga sering berpuasa untuk kami. Ia adalah wanita hebat nan tangguh. I love you more than words mom .. never end !! :)

Dan yang terakhir adalah Kakakku, berusia 25 tahun oktober kemarin. Sosok yang pendiam kalau menurutku, tak banyak omong dan aku selalu menerka-nerka apa sebenarnya yang ia kerjakan kalau kami sedang sama-sama berada dirumah. Masa kecil kami kurang kompak, karena seringnya baku hantam dan kurang akur. Mungkin karena tabiat ku yang keras dan maunya menang sendiri . Tapi keadaan berbalik saat kami sama-sama sudah besar, lebih terlihat kompak dan akur. Kakakku tipikal orang "talk less do more", Ia tidak pernah memperlihatkan kesusahan yang pernah ia alami, terlebih lagi kepada ibuku. Dan muncul-muncul sudah menjadi orang yang bisa menghidupi kehidupannya sendiri. Beda denganku yang bisanya cuma nyusahin ayah sama ibuk.. hehehe.. Kakakku orang yang mandiri dan pintar. Sejak SMA aku menyukai apa yang kakakku sukai, hal ini mengalir secara alami. Bukan karena provokasi. Kakakku menyukai jurnalis, akupun juga menyukai jurnalis, kakakku menyukai IT; akupun juga suka IT (eits.. tapi kalau ini aku nggak ikut-ikutan.. karena sejak SMP aku memang unggul di TIK dan nol di matematik..hehehe) dan yang terakhir adalah, kakakku suka fotografi; akupun juga suka jepret sana-sini. Meski hasilnya gak karu-karuan. Tapi lebih dari semua itu, Aku salut memiliki saudara yang seperti kakakku :)






Dan itulah sekilas tentang orang-orang yang aku cintai (◦ˆ ⌣ ˆ◦)






8 comments:

  1. foto e seng bareng kabeh kuk gak ono cyik ?

    ReplyDelete
  2. gak tau foto keluarga mbak :D
    mesti aku mbe masku, ibuk mbe ayah -.-a

    ReplyDelete
  3. lha yo leg pas ngumpul poto bareng kabeh ta cyik o.O>

    ReplyDelete
  4. lha terus lek wes ngumpul tukang photo ne maleh spo mbak o.O>

    ReplyDelete
  5. timer ta rek \:D/ aku riyoyo wingi nggo timer kok..terus leg gak ngunu lag duwe dulur ta tonggo a..set auto leg gak ngerti tentang kamera..:~

    ReplyDelete
  6. gak kepikiran yah :D

    ReplyDelete
  7. saiki lag wes tak kandani a ..engkuk leg bas ngumpul kabeh di lakoni :D

    ReplyDelete

GAK KOMEN = GAK KEREN