Thursday, 13 October 2011

Beberapa Istilah Fotografi

Berhubung saya masih newbie alias entry level, saya bikin rangkuman catetan soal istilah-istilah dalam fotografi untuk memudahkan pemahaman sekaligus kamus pribadi. hehehe


Aperture
nama lain dari diafragma atau bukaan celah lensa. Fungsinya mengatur intensitas cahaya yang masuk dengan mengatur sekumpulan blade / pisau agar didapat bentuk mendekati bundar. Nilainya berbalik dengan luas bukaannya. Semakin kecil nilai Aperture, berarti semakin besar bukaan yang ada dan sebaliknya.

Speed
atau kecepatan shutter dalam membuka. Fungsinya untuk mengatur seberapa banyak informasi yang akan diberikan ke sensor / film. Berbeda dengan aperture dmana mengatur banyaknya intensitas cahaya, sedangkan speed lebih kepada banyaknya informasi seperti warna, dan lain sebagainya.

Exposure
tingkat keterangan rata-rata seluruh bidang frame / foto. Dilihat dari bentuk bar dengan penunjuk yang bergerak sesuai dengan tingkat terangnya. Jika dibilang Under Exposure (atau sering disebut Under), maka nilainya adalah d ibawah 0 (atau sebelah kiri angka 0 pada bar), sebaliknya jika disebut Over Exposure (sering disebut Over atau OE), maka nilainya di atas 1 (atau sebelah kanan 0 pada bar).

Focal Length
titik jatuh cahaya dari lensa terdepan hingga ke sensor / film. Semakin besar nilainya, semakin jauh pula cahaya yang ditangkap sehingga disebut juga dengan zoom.

ISO atau ASA (film)
tingkat sensitivitas sensor / film dalam menangkap cahaya. Semakin besar nilainya, semakin tinggi pula sensitivitasnya, dan sebaliknya. Namun berjalan dengan meningkatnya nilai sensitivitas, meningkat pula kemungkinan timbul noise dalam bentuk bintik-bintik yang disebut dengan Grainy.

ROL
atau Ray Of Light atau bentuk penampakan sinar akibat adanya halangan benda dan emulsi pada udara sehingga terbentuk seperti tirai cahaya.

SS
atau Slow Speed. Yaitu teknik pemotretan dengan menggunakan kecepatan rendah.

NS
atau Night Shoot. Yaitu teknik pemotretan pada malam hari. Biasanya berhubungan langsung dengan Speed rendah dan Aperture rendah (bukaan besar).

Rule Of Third
sebuah kesepakatan tak tertulis mengenai "penilaian obyektif" terhadap sebuah obyek dalam bidang frame yang terbagi dalam 3x3 bidang. Ini bukan sebuah definitif yang harus dilakukan, namun secara umum, penilaian subyektif dari penikmat foto mengatakan sama.

POI
Point Of Interest, yaitu titik dimana kita sebagai fotografer ingin menceritakan. Inipun juga bukan sebuah aturan definitif seperti layaknya Rule Of Third namun secara umum, penilaian subyektif manusia yang melihat biasanya sama.

Chromatic Aberration
Gejala munculnya chroma atau halo dalam bentuk pecahan warna putih menjadi beberapa warna dan didominasi oleh warna biru – ungu disaat terjadinya kontras intensitas cahaya yang cukup tinggi. Biasa muncul di pinggiran-pinggiran yang memiliki warna gelap, serta biasanya ini karena kualitas lensa yang kurang baik.

Distorsi Lensa
Kesalahan lensa yang diakibatkan kualitas lensa yang kurang baik menyebabkan terjadinya kesalahan ini. Bentuk kesalahan ini salah satunya adalah terlihatnya garis (yang seharusnya) lurus menjadi bengkok.

Macro
Sebuah teknik pemotretan jarak dekat.

Selective Focus
Teknik pemotretan dengan memilih pada titik titik focus tertentu.

Bokeh
Sebuah istilah yang digunakan untuk pemotretan Selective Focus dimana menghasilkan background dari sebuah obyek yang blur.

Freeze
Sebuah teknik pemotretan untuk menangkap gambar dengan kecepatan tinggi sehingga sebuah gerakan akan tertangkap seperti diam tak bergerak

Motion Blur
Sebuah teknik pemotretan untuk menangkap obyek yang bergerak sehingga dihasilkan efek pergerakan dari obyek itu sendiri

Panning
Sebuah teknik pemotretan untuk menangkap obyek bergerak sehingga terlihat diam tak bergerak namun memiliki background yang bergerak.


No comments:

Post a Comment

GAK KOMEN = GAK KEREN