Thursday, 13 October 2011

Perih Hatimu


Sempat terdiam disaat melihatmu meneteskan airmata, sempat mnyesal saat melihatmu terluka. Namun semua di luar kendaliku, memang cinta yang kau pilih bukanlah yg terbaik untukmu. Dan maaf jika aku memilih ujung dr kesalahan yg akhirnya justru ku persembahkan padamu.
Mungkin akan perih jika kamu melihat hal ini, mungkin luka sayat yg ditorehkannya akan kembali menganga jika kau menemukan hal ini. Lebih baik pergilah dulu, hanya sementara. Dan jika semua pedih hatimu tlah lenyap, Kami disini .. teman-teman yg mnyayangimu.Kami disini, Orang-orang yg masih memiliki cinta untukmu akan selalu menyambutmu. Hamparan kebahagiaan masih ada di depan mata, hamparan kasih masih ranum dan siap kau petik. Jangan terjatuh, jangan terpuruk. percayalah, Dia itu maha adil. Dia maha diatas segala-galanya. Layangkan harapanmu, terbangkan mimpimu. Semua, semua asa yg kau miliki. Adukan pada-Nya. Dia lah pemilik hidupmu yg sesungguhnya. Dan saat doa'mu terjawab, aku berharap senyum itu kembali. Aku merindukan kamu yang dulu, kamu yg tegar. Kamu yg selalu bisa bersikap. Dan untuk sekarang ini, Sudahlah. Sementara biarkan berlalu, jadikan anugrah terperih yg pernah kau kecup. Jadikan satu dr ribuan pelajran yg bisa kau nikmati. Menangislah kalau memang harus, ada sebuah layang pendek yg mngatkan "wanita menangis bukan krn cengeng, tetapi karna benteng ketegarannya sudah runtuh". Jangan benci mereka, jangan benci dia. Mungkin takdir yg berbeda, tak selamanya apa yg kita harap akan menjadi nyata. Tetaplah tegar, hapus smua perihmu. Bangkit ... kamu bisa ! Hidup tidak pernah mnunggu, Semuanya akan berlalu dan terkikis waktu jika kamu tetap mematung.

No comments:

Post a Comment

GAK KOMEN = GAK KEREN