Friday, 14 October 2011

Sistem Informasi Geografi

Peta Kota Malang

Diawal semester 7 ini saya bertemu dengan mata kuliah yang namanya Geographic Information System (GIS) atau sistem informasi geografi. Menurut Wikipedia, GIS adalah sistem informasi khusus yang mengelola data yang memiliki informasi spasial (bereferensi keruangan). Atau dalam arti yang lebih sempit, adalah sistem komputer yang memiliki kemampuan untuk membangun, menyimpan, mengelola dan menampilkan informasi berefrensi geografis, misalnya data yang diidentifikasi menurut lokasinya, dalam sebuah database. Para praktisi juga memasukkan orang yang membangun dan mengoperasikannya dan data sebagai bagian dari sistem ini.

Waktu pertama dengar soal mata kuliah ini, saya langsung terbayang pelajaran geografi waktu SMA dulu. Dan otomatis, berhubungan erat dengan Peta. Ternyata benar, GIS ini isinya juga soal gambar-menggambar peta. Cuma bedanya sama waktu SMA adalah alat gambarnya, bukan lagi menggunakan pensil dan penggaris melainkan menggunakan sebuah software bernama ArcView. Nah apakah itu ArcView?.. ArcView adalah salah satu software pengolah Sistem Informasi Geografik (SIG/GIS). Sistem Informasi Geografik sendiri merupakan suatu sistem yang dirancang untuk menyimpan, memanipulasi, menganalisis, dan menyajikan informasi geografi. Mungkin anda sudah kenal kenal dengan yang namanya peta. Perlu diketahui bahwa peta juga bisa disebut SIG atau istilahnya SIG Konvensional. Terdapat beberapa perbedaan antara peta di atas kertas (peta analog) dan SIG yang berbasis komputer. Perbedaannya adalah bahwa peta menampilkan data secara grafis tanpa melibatkan basis data. Sedangkan SIG adalah suatu sistem yang melibatkan peta dan basis data. Dengan kata lain peta adalah bagian dari SIG. Sedangkan pada ArcView anda dapat melakukan beberapa hal yang peta biasa tidak dapat melakukannya. Perbedaan pokok antara Peta Analog dengan ArcView adalah bahwa Peta itu statik sedangkan ArcView. Arc View biasa digunakan antara lain untuk :

1. Digitasi data citra dari layer monitor (on screen digitizing)
2. Reaktifikasi citra dengan bantuan ekstensi image analysis
3. Editing tema dengan drag and drop atau cut and paste
4. Editing tema dengan query item pada tabel
5. Konvesri data dari MS-EXCEL atau MS-ACCESS menjadi tema baru pada data spasial yang telah ada
6. Pembuatan kontur dengan bantuan ekstensi image analysis dan spasial analis
7. Pembuatan peta 3D dan perhitungan volume dengan bantuan 3D analysis
8. Pengubahan system proyeksi dengan projection utility
9. Kemudahan konversi data ke perangkat lunak lain, seperti : AUTOCAD, MAPINFO dsb

Gampang-gampang susah ternyata, disaat sudah membuat sebuah peta. Kita harus memberi point-point yang berfungsi sebagai penanda daerah tertentu seperti nama kota, lalu memberi garis-garis yang berfungsi sebagai jalan raya dan sungai. Lalu hasil gambar dari ArcView akan dijadikan  layout dengan file berekstensi JPEG/JPG.
contoh sebuah layout


No comments:

Post a Comment

GAK KOMEN = GAK KEREN