Sunday, 4 December 2011

Berdamai dengan Kesendirian

Henpon saya berbunyi dan 1 new message, seorang temen cewek saya lagi berkeluh kesah pada saya dan ujung-ujungnya pasti galau. Pasalnya dia barusan putus sama pacarnya, terus yang saya tangkep disini adalah dia belum bisa adaptasi dengan yang namanya jomblo. Jomblo pasti gak jauh-jauh dengan rasa sendiri dan kesepian. Dan that's what her feel now ~ Ngerasa sendiri stadium akut. :nongol:

Jomblo yang disebabkan oleh something yang enggak enak, didunia ini siapa sih yang mau putus sama pacarnya?  cuma orang bego' yang seneng kalau barusan putus. Kecuali kalo emang udah ada ban serep alias pengganti. Sakit hati bakalan ikutan ngekor dibelakang si jomblo, dan itulah yang bikin semakin down + nyesek. Udah sedih gara-gara jomblo, eh masih ditambahin sakit hati. Helllooo !! yang namanya cinta itu ada resikonya dan resiko dari bercinta adalah ya itu tadi, Perpisahan. Kembali ke topik ..

Seperti kebanyakan pasien galauers saya, penyakit semacam ini (pasca putus cinta) adalah biasa. Obatnya gampang, gak ada di apotik tapi ada didalam dirimu sendiri.. yaitu keikhlasan dan membuka diri untuk cinta-cinta yang baru. Seperti quotes favorit saya → We may love the wrong person, cry for the wrong reason. But one thing is sure, mistakes help us to find the right person!. Dan jangan lupa, dibalik skenario cerita ada sutradara. Tuhan, ia gak pernah tidur dan ia maha adil. Yang ente butuhin cuman waktu, waktu itu adalah obat paling mujarab dalam menghapus sakit hati, menghapus kesendirian dan lambat laun pasti keadaan akan berubah semakin membaik. Berdamailah dengan kesendirian, coba nikmatilah apa yang bisa didapatkan dari rasa sendiri. Introspeksi diri, itu adalah kesempatan yang terselip dibalik kesendirian. Pandai-pandai saja menempatkan perasaan, agar tidak terjatuh berulang kali didalam lubang kesalahan yang sama.

Hooaamm.. segitu dulu dah postingan saya, semoga membantu :ai:

..

No comments:

Post a Comment

GAK KOMEN = GAK KEREN