Monday, 26 December 2011

Kejamnya Guru PKK

Waktu itu saya masih kelas 1 SMP, cerita mengerikan ini berawal ketika saya harus memilih ekstrakurikuler. Di SMP saya ada 3 ekstrakurikuler yang diwajibkan, yaitu Elektro, PKK dan Jasa. Sebetulnya saya ingin masuk Elektro, karena lebih menarik menurut saya. Tapi teman-teman perempuan saya gak ada yang minat dan lebih memilih ekstrakurikuler PKK. Akhirnya saya pun mengekor dan masuk ekstra PKK. PKK (saya lupa singkatan dari apa) berisi tentang materi-materi yang 100% mencerminkan tentang wanita. Mulai dari memasak, mendandani & menjahit. Hauuufft !! Wanita banget, dan saya jamin pasti membosankan.. Dan ternyata tebakan saya tidak meleset dari perkiraan, justru lebih parah. Sebut saja Bu Helena (bukan nama sebenarnya), berperawakan sedang, rambut sebahu, wajah manis rada'sinis & berkacamata. Ia adalah tante dari teman sebangku sekaligus teman baik saya. Tapi naas, dia tidak sebaik teman saya .. tapi kebalikannya. Entah kenapa, saya jadi siswi yang jadi incaran kebencian dia. Meskipun saya gak suka ekstrakurikuler ini, saya tetap bersungguh-sungguh dan sama sekali gak pernah meremehkan. Tapi emang nasib lagi apes, tetep aja salah. Apa yang saya lakuin, apa yang saya kerjakan .. selalu salah dimata dia !!Sampai suatu saat saya jadi murid durhaka yang bener-bener mengutuk guru saya tersebut.

Kala itu saat praktek menjahit, pas giliran saya, saya dibuat nervous dan takut habis-habisan. Semua yang saya pelajari sebelumnya serasa nguap dan amblas dari pikiran. Dan keluarlah celoteh-celoteh jahat dari guru saya tersebut. Ejekan yang sama sekali gak mencerminkan bahwa dia adalah seorang pengajar. Ingin menangis, tapi air mata tertahan. Akhirnya setelah jam pelajaran usai, saya menemui Bu Inneke (bukan nama sebenarnya). Ia adalah guru bahasa Indonesia sekaligus guru terbaik yang saya temui di SMP ini. Saya pun mengeluarkan uneg-uneg mengenai perlakukan Bu Helena yang telah meng-anak hitamkan saya. Nasehat-nasehat emas dari bu Inneke mendinginkan hati dan pikiran saya. Mulai hari itu juga, saya mendeklarasikan perang melawan guru PKK saya tersebut. Perang dalam artian bahwa saya harus bisa menaklukkan mata pelajaran yang diajarkannya dan bersikap cuek namun tetap menghormatinya sebagai seorang pengajar. Dan alhasil, 2 tahun berlalu.. Saya girang bukan kepalang saat naik ke kelas 3 bahwa nilai PKK saya A !! dan kabar gembiranya lagi bahwa di kelas 3 gak ada ekstrakurikuler sialan lagi.

Untuk adek-adekku yang pernah mengalami nasib seperti saya disekolah, yang sabar yaa .. dan ingat jangan sampai salah milih ekstrakurikuler !! Daripada ikut-ikutan dan hasilnya jadi kayak saya MSN Onion Icon

No comments:

Post a Comment

GAK KOMEN = GAK KEREN