Sunday, 8 January 2012

This is Friendship of a Girls

"Eh, mudeng kagak sama apa yang dibahas bu Dosen?" tanya Windy setengah berbisik kepadaku.
"Mudeng dari hongkong Win" ujar Fero. Dan gelak tawa kita bertiga pun menyusup keramaian kelas. 

Aku melirik Renna yang duduk disebelah Fero, ia sedang merapikan buku-bukunya dan memasukkannya kedalam tas kuliahnya. Rasanya aku ingin sekali menggodanya, tapi apa boleh buat si Windy udah kelaperan. Rutinitas selesai jam kuliah adalah menuju toilet kampus, entah sekedar cuci muka, merapikan rambut, atau cuma acara ngobrolin mata kuliah yang barusan kelar. Ya ! ada Windy; temenku yang super modis, cantiknya minta ampun, populer dikampus dan dia adalah orang yang easy going. Fero; cewek berjilbab rada' tomboy, suka banget sama basket, paling setia kawan dan murah hati banget. Renna; cewek berjilbab kedua yang super duper kalem, rajin banget kalau soal urusan kuliah dan pastinya dia adalah sosok yang baik hati sebaik ibu peri. Dan mereka bertigalah yang ngisi hari-hari ku selama menempuh pendidikan di universitas ini. Kami tak sekedar teman, melainkan sahabat! 

***
"MaBa kah?" tanya sebuah suara disebelahku. 
"Iya, kamu?" jawabku.
"Sama donk, kenalin aku Windy" sembari menyodorkan tangannya untuk berjabat tangan.
"Aku Tara" aku menyambut uluran tangan tersebut. 
Dan itulah awal perkenalan ku dengan Windy saat sama-sama jadi MaBa dan setelah itu adalah Renna, lalu Fero yang muncul di hari-hariku. Dan gak terasa udah 2 tahun berjalan, kita masih aja tetep solid. Kemana-mana bareng, dan tempat yang paling sering jadi tempat ngumpul atau sekedar buat tempat pelampiasan lelah adalah kamar kost ku karena aku satu-satunya yang dateng dari luar kota. 

***
"Lapeerrrrr .. makan kemana enaknya?" teriakku kepada ketiga cewek yang mukanya udah pada kusut.
"Bakso belakang kampus gimana?" saran Fero.
"Kemarin kan udah kesana Fer" sahutku.
"Kantin kampus yuk" Windy ngasih saran.
"Gimana Ren?" aku tanya Renna yang sedari tadi cuman jadi pendengar.
"Oke deh" jawabnya, dan kita pun langsung cap cuz ke kantin kampus. Sesampai disana, alamak !! full .. sampai gak ada tempat buat nempelin pantat. Kita pun saling pandang, dan akhirnya mengurungkan niat dan cabut secepatnya dari pelataran kantin kampus karena keburu malu jadi bahan tontonan anak-anak yang lagi nongkrong di kantin. 
"Sial!" umpatku sambil terengah-engah pasca pelarian dari kantin kampus.
"Apes kayaknya kita" ucap Windy menimpali.
"Terus makan dimana dong?" tanya Renna. Aku lirik Fero yang kayaknya sedang berpikir keras cari tempat makan yang nyaman dan terlebih gak full kayak kantin tadi. 
"Aha!! ke jl. Kawi aja yuk .. disana ada warung steak yang nayamul" ujar Fero bersemangat. Dan tanpa dikomando lagi, kita pun langsung ambil motor masing-masing dan let's GO !! 

Sehabis makan, kita langsung menuju markas alias kamar kost ku. 
"Eh Win, cowok kamu beneran mau jadi PresMa?" tanyaku mengawali.
"Iya Ra, bantuin dukung ya!" jawab Windy semangat.
"Emang pemilu PresMa-nya kapan?" tanya Fero.
"Minggu depan Fer" sahut Renna. 

***
Dan hari H pemilihan  PresMa pun tiba. 
"Ren, udah sampek mana tugasnya?" tanyaku pada Renna yang sedang sibuk membolak-balik kertas tugas. 
"Tinggal editing doank" jawab Renna tanpa berhenti membolak-balik kertasnya.
"Mana, biar aku aja yang ngedit" aku pun mengambil alih posisi Renna. Dan si Fero pun dateng sambil terengah-engah. 
"Eh dilantai 3 tuh ada apaan rame-rame? " tanya Fero.
"Pemilihan PresMa Fer!!" sahutku menimpali sambil meneriaki telinganya.
"Wkwwkwk eh iya lupa" si Fero malah cekikikan.
"Si Windy kemana? kagak nongol-nongol dari tadi" tanya Renna.
"Eh iya ya, kemana tuh anak" sahutku sambil menghentikan sejenak aktfitas mengedit tugasku.
"Masih otw" jawab Fero menimpali.
Dan tak lama kemudian ...
"Hay gusy!! milih PresMa dulu yuk" si Windy dateng dan langsung ngajakin nyoblos PresMa.
"Hello! tugas kita belom kelar Wind" sahutku sewot.
"Bener" tambah Fero.
"Nyoblos bentar aja lho guys" bujuk Windy.
"Tugas lebih penting Wind" sahut Renna.
"Iya, lagian pemilu-nya kan masih sampek ntar jam 2" Fero menimpali dan beranjak dari tempat duduknya. Aku pun membereskan kertas tugas yang barusan aku edit dan mengekor dibelakang Fero, begitu juga Renna. Mau tak mau, Windy pun juga ikut.
Sesampai di lantai 2, ada yang aneh dari Windy. Dia tiba-tiba bad mood dan pasang wajah surem. Aku pun sadar, dan ...
"Bentar, bentar" aku menghentikan langkah dan diikuti dengan Renna.
"Kenapa Ra?" tanya Fero yang udah duluan didepan. 
"Duduk sini dulu Fer" ajakku pada Fero.
"Duduk Wind" suruhku pada Windy yang ada dibelakangku.
Dan kita berempat pun duduk di kursi yang ada di lantai 2.
"Oke-oke, daripada suasana yang tadi bagus jadi gak enak.. mending kita sekarang nyoblos PresMa dulu aja deh .. Gimana?" usulku memecah kediaman. Fero dan Renna saling pandang sementara Windy sibuk dengan henponnya. Aku beranjak dari kursi, diikuti oleh Fero dan Renna.
"Ayok Wind" ajakku pada Windy.
"Kemana?" tanya Windy seolah-olah gak tau.
"Nyoblos PresMa" sahut Fero.
"Gak ah, kalian aja.. aku udah keburu malu" jawab Windy. Kita bertigapun saling pandang setengah gak ngerti, kesambet apa nih anak? biasanya easy going kok kali ini cuman masalah kayak gini aja udah bad mood. 
"Ya udah" aku pun balik kelantai 3 dan milih PresMa diikuti oleh Renna dan Fero. Selesai nyoblos PresMa, kami balik ke lantai 2 dimana Windy berada, Windy masih saja sibuk dengan henponnya.
"Beneran gak nyoblos Wind?" tanyaku lagi. Dan Windy menggelengkan kepalanya.

***

Dan ternyata, bersahabat selama bertahun-tahun itu gak mudah. Pasti ada aja kendalanya yang ngebikin persahabatan itu jadi cacat. Tapi, jika didasari oleh ketulusan .. sesuatu yang cacat tadi pasti akan tertutupi dengan sesuatu yang baik. Dan begitu juga dengan persahabatan kami, setelah insiden PresMa kemarin.. Windy dan kami kembali berdamai. Windy juga secara terang-terangan meminta maaf dan mengaku kalau sifatnya kemarin itu sama sekali gak penting dan gak terpuji. Yeah!! this is our true friendship .. Never ending and ever lasting !!

Based on my true story  ~

No comments:

Post a Comment

GAK KOMEN = GAK KEREN