Monday, 26 March 2012

I'll be Alright


Semua ketakutan itu, semua hal yang tak pernah aku harapkan ternyata sekarang perlahan telah menjadi kenyataan. Dia pergi, juga kamu. Dia yang sekarang menjadi mantan pacar, mungkin telah menemukan hati yang baru untuk disinggahi dan kamu perlahan menjauh, Tanpa sebab yang jelas dan tanpa alasan yang nyata. Marah sama Tuhan? .. nggak kok. Aku nggak pernah marah sama Tuhan, bagaimanapun juga yang mempertemukan aku dengan kamu dan dia adalah Tuhan. Semua sudah tertulis jelas di buku takdirku yang nggak mungkin bisa aku elak.  Hanya saja yang aku sesalkan, kenapa sekarang? ..
September 2010, Pertama kalinya aku melihat sosokmu. Freak !! ya, itu yang terlintas dibenak ku. Kamu adalah cowok ‘freak’ yang sama sekali tak aku anggap. Tapi ternyata, hati berkata lain. Hatiku ingin bersenandung di hadapmu, memujimu dan menemani setiap langkahmu. Fallin in love at first sight? .. nggak tau juga.
November 2011, aku dan kamu semakin dekat. Awal 2012 semakin erat. Kamu datang, aku sambut dengan lapang. Kamu butuh, aku selalu berusaha ada. Kamu sedih, aku selalu berusaha jadi penghibur, kamu menangis .. aku rela meminjamkan pundakku untukmu. Tapi status ‘teman’ masih mendekap erat kita berdua. Tanpa ada sesuatu yang jelas, tanpa ada pengakuan secara lisan, yang ada hanya diam.
Sepertinya memang aku harus iklas dan bersabar, itu yang aku pegang utuh sampai suatu ketika kamu memperlihatkan sosok cewek pujaanmu dihadapku.  Hati ini pedih, mungkin aku memang sahabat terbaikmu yang selama ini menjadi pelarian dari semua kesedihan dan kesendirianmu. Tapi, tolong lihat aku sekali saja dalam sosok yang lain. Aku juga ingin bercerita, bercengkerama dan bersedih dihadapmu, mendapatkan perlakuan yang sama seperti aku memperlakukanmu. But it just an absurd wish yang nggak mungkin terwujud.
Akhirnya aku sadar 1 hal kalau memang jodohmu itu ternyata bukan ‘aku’ tapi orang lain, yang mungkin sama Tuhan belum dipertemukan denganmu. Sisi jahatku berdo’a agar jodohmu itu aku, dan bukan orang lain. Tapi ternyata aku salah. Dan bendera putih akhirnya berkibar juga …
Cinta memang tidak tahu diri, ia muncul begitu saja didalam hatiku tanpa permisi. Ia memaksa ku untuk mencintai orang yang tak pernah melihatku. Aku seperti kasat mata didepanmu, dan aku terlihat hanya pas kamu membutuhkanku. Menyakitkan memang, tapi aku tak bisa menuntut apapun karena memang semua aku lakukan dengan tulus hanya semata-mata tak tahan melihatmu bersedih.
Menjelang detik-detik ulang tahunku ini, kamu menjauh dan mungkin sebentar lagi akan lenyap. Aku sudah mengumpulkan 2 perasaan yang disebut sebagai ‘kuat’ dan ‘tegar’ untuk mengantisipasi kepergianmu. Kepergianmu menjadi kado terindahku, kenapa indah ? karena dibalik pedih ini aku bersyukur Tuhan mempertemukanmu dan menganugerahi cinta ya walau tak terbalas.
 Kepergianmu adalah sesuatu yang paling aku takutkan selama 2 tahun ini dan aku berusaha keras untuk tidak merajuk dan memintamu untuk tetap singgah disisiku. Karena aku akan menjadi sangat egois jika memintamu untuk tetap disini. Aku selalu ada untukmu dimanapun kamu, dan kapanpun kamu butuh. Menjadi seseorang yang pernah dekat dengamu saja aku sudah bersyukur dan begitu senang. Beribu-ribu terimakasih karena kamu sempat hadir memberi warna dibagian hidupku, menjadi part-part kecil yang begitu berkesan.
Terkadang "kamu" memang menjadi racun,
                    Yang efeknya sama sekali nggak baik buat ku ..
                              Tapi tanpa "kamu", aku tak akan punya alasan lain untuk bahagia :)

Status facebook terakhir untukmu :
Memberatkan 1 orang, menunggu 1 orang, dan akhirnya meninggalkan 1 orang .. Ini bukan apa-apa, hanya saja hati ini sudah terlalu lelah menanti dan sekarang waktunya  aku move on .. Meninggalkan kamu sendirian, semoga jodohmu segera dilepaskan oleh Tuhan .. TAKE CARE :')

No comments:

Post a Comment

GAK KOMEN = GAK KEREN