Tuesday, 27 March 2012

Resensi Film The Raid

Posted by Suchi Rohmasari at 23:17
            Hari ini saya ngidam banget pengen nonton The Raid, film laga Indonesia yang katanya “wah”. Pertama sih tertarik gara-gara om Mike Shinoda ikut-ikutan nyiptain backsound untuk film ini, terus katanya nih film juga udah tayang di Amrik sono noh .. masa’ yang bangsa sendiri justru belum nonton sii? .. hehehe. Akhirnya sepulang ngampus sekitar jam 11 an tadi, saya beserta teman-teman ngampus berangkat ke Matos (Malang Town Square-) dengan harapan dapet antrian pertama, karena usut punya usut yang antri nih film bejibun banget. Dan ah sial ! ternyata 21-nya belum di buka. Buka masih jam 12 nanti, dan saat itu masih pkl. 11:15. Depan pintu masuk 21 masih sepi .. saya sama anak-anak cuma mondar mandir gak jelas gitu deh. Eh tapi gak lama kemudian, waktu noleh kebelakang, alamak!! Yang antri udah kayak antri BBM aja .. luar biasa panjang (haha lebay). Dan akhirnya 8 lembar tiket sudah berada ditangan, sementara waktu masih nunjukin pkl. 11:45, yaa cuci mata sebentar bolehlah.

antri euy, masih sempet narsis :-D
 Dan akhirnya saya sudah masuk di studio 1, tempat dimana The Raid akan diputar. Dag dig dug ! betapa senangnya hati ini keturutan nonton nih film semenjak dibikin ngiler pas premier dulu (tanggl 23 maret 2012).
This is it !! The Raid .. yeah !!

Pertama-tama saya nggak tau kalau film ini sudah main, soalnya nggak ada openingnya. Langsung ke adegan dimana disana nampak Rama (Iko Uwais yang juga sebagai pemain utama) sedang bersiap-siap untuk berangkat bertugas dan berpamitan kepada istrinya yang sedang hamil tua (7 bulanan). Nampak juga diruang tamu, Ayahnya Rama yang kelihatan resah dan seperti tak rela anaknya untuk berangkat bertugas. Namun apa daya, sang ayah tak bisa menahan anaknya tersebut.. dengan tegas Rama berkata pada ayahnya "Aku akan kembali pulang" dan ia pun berangkat. Di scene selanjutnya, Nampak si bos gembong Narkotik alias target utama penangkapan Tama (Ray Sahetapy) sedang makan mie goreng (ind*mie kali .. wkwkkwk), lalu ia mengambil pistol dan DOR!!! satu kepala tertembak, darah mengucur deras dan korban langsung tewas seketika. Dilanjut kepala kedua dan DOR!! sampai kepala ketiga. Dan saat tiba giliran kepala keempat, peluru pistol tersebut habis, Tama bilang pada kepala keempat "Sabar dulu ya" lalu ia mengambil palu dari laci dan !! (bisa dibayangin kan ) kepala keempat dihantam pake palu dengan mesranya. Jujur nih di adegan pertama ini perut saya sudah setengah dibikin mual (huweek).
 Next scene, Sersan Caka (Joe Taslim, wajahnya mirip Vj Daniel sekilas sih) sedang menginstruksi ke 18 anak buahnya didalam mobil SWAT. Kelihatan 1 anggota yang gemetaran bukan main, selain mereka masih newbie alias anggota baru .. mereka juga masih awam dengan apa yang akan mereka hadapi. Akhirnya mereka sampai di sebuah kawasan apartemen kumuh yang sama sekali kalau menurut saya gak layak huni, seperti terdampar di kota mati. Dominan abu-abu dan pasti keren banget kalau dijadiin setting film "Hantu Kuntilanak Beranak Pinak" (wkwkwk ngaco). Sesampai di kawasan apartemen, para anggota tim turun dari mobil (Jadi inget game Counter Strike, mirip).
Disana sudah ada Letnan Wahyu (Pierre Gruno) yang menunggu sedari tadi. Letnan Wahyu ini sepertinya sudah sangat paham dengan kondisi dan isi apartemen kumuh ini. Disana ada sedikit adu debat antara Sersan Caka dan Letnan Wahyu, letnan Wahyu memprotes sersan Caka kenapa ia membawa anggota-anggota baru dan bukan anggota yang sudah terlatih.  Tanpa banyak babibu lagi, tim segera bergerak. Mengendap-endap masuk dan mendapati seorang penjaga yang dengan cepat segera dilumpuhkan. Tim mulai masuk kawasan lantai 1 apartemen, saat mau masuk mereka mendapati seorang bapak-bapak (yang selanjutnya akan di sebut bapak B) yang baru saja membelikan istrinya obat dan hendak ke lantai atas dimana kamarnya berada. Bowo (Tegar Satria, anggota tim yang rada' keras kepala) dengan cepat ia menangkap bapak B, namun bapak B menolak dan beradu mulut dengan Bowo. Disitu Rama menengahi, ia berkata pada Bowo bahwa bapak B akan ia antar dan awasi sampai ke kamarnya. Akhirnya sersan Caka pun mengijinkan Rama untuk membawa bapak B bersama dirinya. Lantai demi lantai berhasil mereka lumpuhkan, hingga pada akhirnya tim mendapati seorang bocah yang baru keluar dari toilet dan bocah tersebut berlari dan langsung berteriak "ada POLISI!!" tanpa banyak cingcong lagi, peluru pun diluncurkan dan langsung menembus leher bocah tersebut. Ada 1 lagi bocah yang kabur dan ia menekan alarm (seperti alarm khusus yang memang dibuat saat darurat jika kedatangan polisi). Akhirnya Tama pun mengetahui keberadaan tim SWAT tersebut, di lantai 6 mereka terjebak. Lampu dimatikan dan semua akses ditutup, ada percakapan antara sersan Caka dan letnan Wahyu yang kemudian sersan Caka mengetahui bahwa penyerangan ini adalah untuk kepentingan pribadi dan bukan utusan atasan. Mereka tidak mempunyai back up dan tak ada bantuan yang datang. Mereka sendirian !! hidup atau mati, itulah saat mereka menentukannya.
Lewat pengeras suara, Tama mengumumkan kepada seluruh penghuni apartemen untuk berlomba-lomba menangkap tim SWAT tersebut, apabila mereka berhasil maka akan dibebaskan tagihan kamar. Maka para penghuni apartemen pun berlomba-lomba memburu para anggota tim SWAT. Nampak 2 orang penembak jitu (kayaknya pake sniper) membidik 2 orang anggota tim, akhirnya satu persatu tim tewas. Adegan paling seru selanjutnya adalah dimana Rama make elpiji 15 kg, ditaruh dalam kulkas sebagai bom darurat (akhirnya elpiji berguna juga .. wkwkwk) dan dipasang dipintu. Ledakan keren pun terjadi !!
Tersisa 5 orang, Letnan Wahyu, sersan Caka, Rama, Dagu dan Bowo yang sudah terluka parah; Mereka memecah jadi 2 tim. Tim 1 yaitu letnan Wahyu, sersan Caka dan Dagu. Sedangkan tim 2 adalah Rama beserta Bowo, disini Rama mati-matian meng-cover temannya yang terluka. Dia menghadapi penghuni apartemen yang mencoba menangkapnya dengan tangan kosong (sumpah keren!!).
Akhirnya Rama menyembunyikan Bowo di kamar 762, kamar bapak B yang sudah ia tolong diawal tadi.  Namun diluar dugaan, segerombolan gang Machette (semuanya anggotanya orang Timor, item-item) masuk dan menggeledah kamar bapak B. Disini Rama hampir saja terkena golok salah satu pemimpin gang tersebut, cuma kegores pipinya .. tapi lumayan miris juga ngeliatnya. Lalu setelah gang Machette itu pergi, Rama keluar dan mencoba mengobati luka Bowo.
Tama alias si bos dari apartemen busuk itu memiliki 2 orang kaki tangan, Satu adalah Mad Dog (Yayan Ruhian) orangnya kecil, rambut gondrong dan punya tampang ngeselin banget sama jago silat; yang kedua adalah Andi (Donny alamsyah) yang merupakan kakak kandung dari Rama.
Rama keluar dari kamar 762 dengan kerennya dan membantai gang Machette tadi (lagi-lagi) dengan tangan kosong !! Setelah berhasil mengalahkan mereka Rama bertemu dengan Andi, kakaknya. Mereka terlibat dengan pembicaraan kecil dan sedikit cek cok, Rama juga memberi tahu Andi bahwa ia sebentar lagi akan menjadi Om karena istri Rama 2 bulan lagi akan melahirkan anak pertama mereka. Setelah obrolan itu, Andi meminta Rama untuk tetap stay ditempatnya agar aman.
Di scene lain, nampak sersan Caka beradu tanding dengan Mad Dog disebuah kamar apartemen. Disini saya berharap kalau sersan Caka yang menang soalnya dia keren sih, eh tapi sutradara berkata lain .. akhirnya si Mad Dog yang menang. Ternyata dibalik muka tengilnya, Mad Dog jago silat !! Kecil-kecil cabe rawit mah .. gayanya udah kayak Jhon Cena (haha). Sersan Caka tewas ! 
Andi keluar dari kamarnya dan bergegas untuk ke lantai 15 dimana disitu adalah markas utama dimana Tama berada. Di depan pintu lift, Mad Dog menyeret mayat sersan Caka. Rama mengintip dari balik pintu, dan akhirnya dia tidak bisa diam saja didalam ruangan tersebut sementara kawan-kawannya dibantai diluar sana.
Andi dan Mad Dog sampai di ruangan Tama, Disini akhirnya Tama tahu kalau sebenarnya Andi ingin menyelamatkan Rama (terlihat di monitor pengintai), tangan Andi seketika itu juga langsung ditancepin pisau sama si bangsat Tama !! (ah keren).
Tim tersisa 4 orang, Letnan Wahyu, Rama, Dagu dan Bowo yang disembunyikan di kamar bapak B nomer 762. Mereka bertiga bertarung dengan tangan kosong karena memang udah gak ada stok senpi lagi. Disini banyak adegan seru, seperti buatan hollywood deh .. susah nyari kelemahannya. Apalagi Rama, top markotop deh aktingnya ! Mereka bertarung ditempat seperti bekas pabrik pembuatan drugs. Tapi akhirnya Rama dan Dagu tahu bahwa dalang dibalik semua ini adalah letnan Wahyu, entah ada kepentingan apa antara letnan Wahyu dan Tama yang jelas penyebab tewasnya teman-teman mereka adalah letnan Wahyu; sama seperti yang alm. sersan Caka katakan.
Rama mendapati abangnya sedang dihajar oleh Mad Dog diruangan tertutup. Lalu Rama masuk dan Mad Dog welcome sekali dengan kedatangan Rama. Mad Dog menurunkan rantai yang dibuat untuk memasung Andi, setelah Andi rama bebaskan; mereka berdua siap melawan Mad Dog. Terjadilah duel sengit 2 lawan 1, si Mad Dog tengil ini gak tau ya punya ilmu apa.. yang jelas ini orang susah banget dikalahanin. Keliatan banget Rama sama Andi kewalahan nanganin kuman satu ini. Sampai pada saat ketika Rama sudah dikunci dan siap diputer lehernya sama Mad Dog, Andi bangkit dan mengambil pecahan neon lalu JLEB!! pecahan neon tersebut ditancapkan di leher si babi Mad Dog ..awalnya sih tak kira Mad Dog udah mati -_- eh ternyata dia masih sempet bangun dan ngelawan. Agak heran juga, kok tu orang matinya susah bener. But finally tuh anjing akhirnya mati juga.
Letnan Wahyu dan Dagu akhirnya sampai di lantai 15, diruangannya Tama. Letnan Wahyu menodongkn pistolnya ke arah Tama dan menyuruh Dagu mengikat tangan  Tama, tapi diluar dugaan letnan Wahyu justru menembak kepala Dagu. "Luar biasa" begitu kata-kata yang keluar dari mulut Tama, letnan Wahyu meminta Tama mengeluarkan dirinya dari tempat terkutuk tersebut.
Setelah berhasil mengalahkan Mad Dog, Rama dan Andi berusaha mencari kawan-kawannya yang lain. Namun naas, mereka berpapasan dengan letnan Wahyu yang sedang menodongkan pistol ke Tama sembari menyeretnya agar mampu keluar dari apartemen tersebut. Andi dan Rama hampir saja terkena tembakan letnan Wahyu, Tama terus saja nyerocos bla bla bla dan akhirnya DOR!! satu tembakan saja dikepalanya dan Tama pun tewas, sadar atas apa yang dilakukannya dan sudah putus asa.. letnan Wahyu berniat menembak kepalanya sendiri. Duh tapi sayang peluru pistolnya udah habis, gak jadi bunuh diri deh jadinya.. wkwkwk
 Akhirnya Rama, Bowo dan letnan Wahyu (dengan tangan diikat kayak tahanan) keluar dari apartemen terkutuk itu dengan diantar oleh Andi. Rama masih sangat ingin Andi kembali kerumah dan bertemu dengan ayah mereka, namun Andi masih bersikeras menjalani hidupnya yang sekarang ini,  "Harga pas" begitu ujarnya saat berpisah dengan Rama.

Huwaaaaaaaaaaaah .. akhirnya ketegangan saya selama di dalam bioskop mencair juga, rasanya plong campur dag dig dug duaaaaaaar !! puas sekali nonton ni film, tapi jujur ya .. pas nonton didalem tadi gak seheboh seperti diketikan ini lho. Tadi itu saya pas nonton diem aja kayak patung, kebanyakan nutup mata kalau ada adegan gak manusiawinya (I hate Eroguro!) dan sempet nangis juga si gara-gara takut si Rama sama Andi mati di tangan Mad Dog (jadi malu).

Dan finally, kesan saya untuk film ini adalah K.E.R.E.N meski endingnya kurang greget tapi gak papalah, toh yang ditonjolkan kan adega laga-nya. Lalu yang terpenting adalah film ini mengajarkan bagaimana bertahan hidup, berjuang dijalan kebenaran, pengorbanan dan kesetiakawanan. Juga memunculkan masalah sosial, seperti aksi suap yang 'mungkin' terjadi di badan aparat; semoga saja ada yang kesentil yaa.. wkwkwkkw

Bagi yang belum nonton, silahkan deh cepetan ke 21 terdekat dan beli tiketnya .. Dijamin gak nyesel, saya gak hiperbola memuji ni film loh .. hanya saja saya mencoba untuk menghargai dan mencintai produk dalam negeri.. haha .. see ya dan semoga terhibur dengan sinopsis ala kadarnya dari saya :) 


NB: Kalau nonton jangan bawa anak kecil ya, soalnya ini film khusus Dewasa [D]. Banyak adegan keji, bengis, kejam sama umpatan-umpatan kasar yang haram dikonsumsi anak kecil !! Warning !! + mohon maaf juga kalau bahasanya belibet, soalnya saya juga sudah terkantuk-kantuk ini nulisnya -_-


6 comments:

Anonymous said...

lolok

Loida said...

???

mrs x said...

thx udah dicritain
habisny gw ga brani nton haha
ju2r gw ga suka film action =="
jadi sblum nton gw udah tau jalan critanya haha :)

Loida said...

sama2 miss .. jgn lupa mapir lagi ya :)

khairunnisa nisa said...

Keren banget ini film :D good, good buat Om Iko-nya \m/ wkwkwk... tapi pas nonton ini kok rasanya kayak maen games, yakk ! wakakakakk..

Tama-nya bikin kesel sama di Mad Dog-nya .__. Tapi, silatnya Om Iko asyik jugaaaa .. XD

Suchi Rohmasari said...

iya nih, sama.. keren top banget sis :D

Post a Comment

GAK KOMEN = GAK KEREN

 

Loida's Life Template by Ipietoon Blogger Template | Loida Online Shop