Monday, 28 May 2012

My Lasting Love

Dia . . datang dikehidupanku dengan cara yang aneh. Sosok nyentrik, sederhana dan blak-blakan apa adanya. Cowok limited edition bagiku, lelaki yang dikirim Tuhan untuk jadi savior terakhir ku. Menarikku dari kungkungan cinta yang selama 4 tahun aku jalani penuh pura-pura. Dia kakak kelasku waktu SMA dulu, aku akui namanya emang terkenal seantero sekolah. Nama yang ditelingaku dan ditelinga semua penghuni sekolah, bahkan diseluruh penghuni kota Blitar akan terdengar aneh. King Verysoon Van Armando, yup !! that's name !!. King, sebuah nama yang majesty banget. Di sekolah dulu, siapa sih yang gak kenal sama tuh anak? si Raja Kasus yang udah jadi langganan tatib? hahaha . . . aku dulu gak pernah memperhatikan sosok itu, karena tipikalku yang emang cuek dan terkesan apatis. Aku selalu masa bodoh dengan lingkungan sekitarku selama itu tidak ada hubungannya denganku. Yang aku ingat bahwa dia dulu sering nongol di kelasku karena dia deket dengan salah seorang temen sekelasku, atau paling nggak dia nongol di kelasku dalam rangka nargetin adik kelas (hahaha). Tapi diem-diem, ternyata cowok ini pinter ~ dia kayak wikipedia berjalan buat ku. Otaknya kritis, gak tahu makan apa dia tiap hari. Aku semakin kagum dengan sosok ini, akhirnya pada suatu hari di bulan Maret aku membuka diri untuk mau mengenalinya lebih jauh lagi. Menyelami sosok yang bertahun-tahun aku tahu tapi tidak aku kenal. Satu-satunya cowok yang bilang aku freak, tapi dia justru suka. Tembak dan akhirnya jadian . . . cinta singkat bin kilat. Tapi anehnya, aku yang terbiasa menargetkan panjang waktu pedekate minimal 3 bulan . . ini cuman dalam waktu gak sampek sebulan udah jadian aja tiba-tiba (hahaha). Hatiku bilang bahwa "Dia the last one dan akan selalu begitu sampai usia-usiamu selanjutnya".

Hari Minggu, 1 April 2012 . . ditengah suara kumandang adzan subuh kita jadian via telephone (ckckckck). Tapi jujur nih, seminggu pertama emang keren banget. Hidup yang semula abu-abu berasa perlahan punya pelangi lagi (ceilah lebay). Saat pertama kali ketemu setelah 3 tahun berlalu, dia dandan freak banget. Sumpah bisa ngakak sendirian kalau keinget moment itu. Justru aku yang jaim-jaim gak jelas gitu, aku kalau ngomong gak pernah mandang mukanya si pacar . . tau kan rasanya malu terus ditutupin sama jaim?? heuuww. . .

ihiiir

Tapi cerita baru dimulai, tirai panggung baru saja dibuka dan perjalanan cinta kita ini nggak seindah yang dibayangkan. Banyak yang nggak me-ridhoi hubungan ini, mereka merasa bahwa cinta kita ini sebuah permainan konyol, terutama orang-orang dari pihakku. Ya mungkin karena aku yang meninggalkan lelaki kaya raya yang sudah 4 tahun mengisi hidupku (bukan hatiku). Dan aku masa bodoh dengan semua itu, karena aku disini punya cinta baru yang harus aku jaga dan pertahankan.

Berat juga sih, kita nggak dibolehin ketemu. Dibatasi ini itu, pengen pacaran kayak orang lain yang bisa having fun kemana-mana tapi kita nggak bisa. Tapi dari semua itu, aku yakin . . cinta yang didasari perjuangan seperti ini pasti bakalan indah di ending-nya.

us

 Dan jika saja, Parents and family is the real Gods like a titans who exist in the world, aku rela jadi murtad. Dia yang theis padaku. Doing everything for me, just me! Cowok pertama yang aku injak-injak usahanya tapi tetap survive dan pantang mundur . .  the first guy who can make me feel alive, thanks God for sent him to me (^..^)

No comments:

Post a Comment

GAK KOMEN = GAK KEREN