Wednesday, 6 June 2012

This isn't Fairy Tales

Bulan mei kemarin, bulan penuh curhatan . . dan curhatan serta kisah-kisah itu masih berlanjut. Hingga sekarang, sampai detik ini. Tokoh dan temanya masih sama. Seorang lelaki freak yang muncul dari kepingan masa laluku, terabaikan dan teracuhkan. Datang dengan kesederhanaan dan 'something' yang membuatku meragu atas keseriusannya hingga someday dia mampu dan bisa membuktikan bahwa keseriusan itu tidak hanya ditunjukkan dengan adanya 'something' tersebut. Aku berharapnya bahwa kisah ini dimulai dengan indah dan tak akan pernah menemui titik akhir. Karena sepertinya hati ini sudah terpaut lekat dan dalam dengannya. Tak ada bayangan sedikitpun jika suatu saat hati ini dipisah paksa oleh keadaan dan orang-orang yang tak sejalan denganku.

Tapi, baru selangkah dia menggenggam erat tanganku . . halangan itu mulai muncul menampakkan ketidak setujuannya kepada kami. Dia bukan melepas tanganku, tapi semakin erat menggenggamnya sembari berbisik "Don't be afraid, trust me. Let's toward our bright futures, together". Aku pun untuk pertama kalinya, berani mengambil keputusan dan keluar dari rel yang sudah sejak lahir disusun sedemikian rupa. Aku berani memutuskan apa yang pantas, apa yang memang aku inginkan. Aku belajar bertahan pada posisi sulit, aku mencari celah dan jalan untuk keluar dari lingkup yang menyesakkan itu. Aku mau dia yang membantuku, dan tentu saja dia akan dengan senang hati untuk selalu berada disampingku. Mengiklaskan kebahagiaannya hanya untukku, hanya demi aku.

Dan konsekuensi dari semua ini adalah terbentangnya jarak serta waktu yang maha dasyat memisahkan. Ini bukan masalah raga yang tak bisa bertemu raga, senyum yang tak bisa bertemu senyum, kerinduan yang tidak menemui penawar . . tapi lebih dari semua itu adalah pengorbanan, pengorbanan untuk mau bersabar, menerima dan bertahan. Hingga suatu saat nanti ketika Tuhan sudah melihat kesungguhan kami, tiballah waktu untuk bersama. Hingga tak ada lagi celah jarak dan waktu yang mencuri dan mencari kesempatan untuk memisahkan.




1 comment:

GAK KOMEN = GAK KEREN