Tuesday, 12 June 2012

Yang Putus Kita, Yang Repot Teman-Teman Mu

Pagi-pagi sudah dibuat kesal dan jengkel oleh ulah para cecunguk-cecunguk useless, yang hobi banget nyampah di facebook saya. Ya! mereka adalah teman-teman mantan saya. Mungkin mereka kurang kerjaan sehingga menjada junker di fesbuk. Mereka yang merasa 'paling' tau tentang masalah saya sama mantan, mereka yang mencoba menjaga solidaritas hanya karena ingin tetap mendapat kucuran dana dari mantan saya . . alih-alih menjaga solidaritas, mereka justru kelihatan menjijikkan. Penjilat!

Saya panen berbagai macam tuduhan yang semuanya terasa lucu di kuping saya. Mereka seperti kerumunan zombie yang mencoba memangsa, namun tak bisa. Mencoba menjangkau target, namun selalu kalah telak. Dengan jurus 'mengabaikan' sepertinya itu akan sukses. Biarkan mereka berkeciap kesana kemari, biarkan mereka menebar kebohongan. Toh saya juga tidak hidup dilingkup fitnah mereka.

Tapi jujur, saya gerah. Saya bukan tipe orang yang suka disodori dan disuruh mencampuri masalah orang lain. But, so far . . .  ada saja yang mau ikut ambil andil didalam semua masalah saya sama mantan. Ini yang putus siapa? yang repot siapa? . . . Saya dihujat, di judge. Mereka udah merasa paling bener, mereka udah merasa paling tahu segalanya. Padahal tak secuilpun dari tuduhan itu yang bisa dibenarkan, tak ada bukti otentik, tak ada penjelasan terkait.


Dan jalan publik satu-satunya yang bisa mereka tempuh adalah facebook, ya . . di jejaring sosial. Saya berpikirnya ini terlalu childish untuk dilakukan oleh orang-orang yang berumuran baligh. Tradisi attacking di facebook memang menjamur sekarang ini. Entah didasari karena ada dendam, masalah pribadi, cari sensasi atau cuma sekedar ber-iseng ria. Saya sering geli jika harus disodori dengan hal yang semacam ini, apa sih yang mereka peroleh? apa mereka dibayar buat berkoar-koar? . . .

Jalan keluar yang biasa saya tempuh sih pertama melayani tuduhan mereka, mencoba meluruskan apa yang sudah dipaksa untuk bengkok. Tapi ya yang namanya uneducated, jadi diajak diskusi dan cari masalahnya susah amir bo'. Jalan terakhir kalau nggak di delete dari pertemanan ya di blokir permanen.


 

No comments:

Post a Comment

GAK KOMEN = GAK KEREN