Sunday, 22 July 2012

Love Act Like a Zombie

Siang yang cukup terik, aku memilih bersantai diteras rumah dengan ditemani secangkir kopi. Menikmati belaian sepoi angin, dan jari-jariku tak pernah berhenti menari diatas netbook mungil yang sedari tadi bertengger dipangkuan. Pandanganku menerawang, memikirkan tentang kita.
Hampir seminggu ini, kita mengalami fase yang sulit. Dimana ketika ada nila setitik saja, meledaklah bom amarah diantara kita. Entah aku yang dirundung egois, atau entah kamu yang sudah tidak memiliki stok kesabaran. Tapi yang jelas, kita sama-sama sensitif. Sama-sama diserang pressure, Aku yang mulai depresi karena deadline skripsi sudah diambang mata dan kamu yang terus-terusan mengalami pressing dari keadaan dan ketakutanmu akan kehilangan sosokku. Selisih paham dan perdebatan sering sekali menghampiri. Kalau saja otak ini bukan buatan gusti Allah yang maha agung, mungkin sudah meledak sedari dulu.

Cinta ternyata memiliki power sedahsyat ini untuk membuat aku galau?

Namun, sehebat-hebatnya pertengkaran .. pasti ada titik ujungnya. Damai. Mengalahkan ego, mematikan gengsi dan saling mengakui kesalahan. Berangkulan kembali dan sama-sama menggenggam erat satu sama lain. Seperti ikrar kita diawal, ketika aku dan kamu menjadi kita.
Cintamu kepadaku tak tertandingi, kekal dan terus saja maju. Like a zombie. Menerjang apapun yang menghadangmu. Mengacuhkan semua hinaan dan makian yang berlalu lalang menghampiri. Dan dari situlah aku yakin, bahwa mahluk semacam engkau, sangat tidak pantas aku sia-siakan.
SKRIPSI ! damn of you …




No comments:

Post a Comment

GAK KOMEN = GAK KEREN