Wednesday, 31 October 2012

Adena II



Lebih dari 15 tahun aku tak pernah melihat Galib sebahagia ini dan kunci kebahagiaannya adalah dia. Gadis berwajah innocent yang menggemaskan, aku yakin pasti semua orang ingin selalu memeluk dan melindungi gadis itu.

Aku iri?... cemburu lebih jelasnya. Aku yang selama ini selalu disisi Galib, tak pernah sekalipun ditempatkan ditempat spesial seperti dirinya. Aku hanya dianggap sebagai sahabat, padahal kami sudah bersama sejak masih sama-sama duduk di PAUD. Aku masih ingat jelas bagaimana marahnya Galib kepada Rangga (teman sekelas kami yang hiperaktif) karena telah menghancurkan boneka yang kubuat dengan susah payah dari lego. Mulai hari itu aku sangat menyukai Galib. Dia seperti magnet bagiku, selalu bisa menarik perhatianku dan mampu membuatku nyaman jika berada disampingnya.

Cita-cita terbesarku kala itu adalah menjadi istri Galib Pancakusuma. Masih lekat dalam ingatanku, waktu itu adalah sore hari. Aku berlari kerumah Galib dan menemui tante Amira (ibunda Galib) yang waktu itu sedang menyiram tanaman di halaman, lalu menyodorkan sebuah kertas berisikan tulisanku yang seperti cakar ayam kepada tante. Kertas itu bertuliskan bahwa aku ingin menjadi istri Galib kelak, yah mungkin semacam proposal.  Tante Amira tertawa kecil dan mengusap kepalaku sambil mengangguk. Aku berlari pulang dengan hati riang.

Aku benar-benar menyukai Galib, dia sudah terlalu lama menjadi canduku. Lalu kenapa baru sekarang aku sadar bahwa yang semestinya aku lakukan sejak dulu adalah mengutarakan perasaan ku ini. Kenapa baru sekarang aku menyadari kesalahan terbesarku ini? Saat dimana Galib sepertinya sudah tidak membutuhkanku lagi. Saat dimana posisiku semakin rapuh dengan kehadiran Adena disampingnya.

“San, kamu menangis? Kenapa?” sebuah suara menyeruak dari bangku belakang, aku kenal persis siapa pemilik suara itu. Galib, lelaki yang benar-benar membuatku jatuh cinta.

Aku menggeleng dan berlari menghambur ke toilet perempuan. Aku membasuh wajahku di wastafel, Aku menatap lekat pantulan wajah yang ada dicermin. Mata ku memang tak sebagus milik Adena, namun wajahku lebih tirus dan menyenangkan. Aku rasa, aku tidak terlalu jelek dan memalukan. Badanku bagus, seperti ujar teman-teman lelaki dikelas ku. Tapi pujian mereka tak akan berarti apa-apa jika Galib tidak sekalipun melihatku.

Aku benar-benar mencintai Galib, perasaan ini muncul seiring waktu. Dan semakin kuat ketika kami sama-sama beranjak dewasa. Tapi bodohnya, aku sama sekali tidak pernah berpikir untuk mengutarakannya. Sampai kelas XII ini, aku memang selalu berada disisinya. Dan jujur, aku bahagia dengan rumor yang sempat beredar disekolah bahwa aku adalah kekasih Galib. Namun tetap saja, rumor itu tidak selamanya bisa membantuku untuk selalu bisa disisi Galib. Sekarang aku benar-benar menyesal.
                                                               ♡

“Sandra, boleh mama masuk nak??” suara mama dari balik pintu kamar membuatku beranjak bangun dari tempat tidur. Aku membukakan pintu untuknya. Mama terperanjat melihat penampilanku yang lusuh dengan rambut acak-acakan. Reflek tangan mama menyentuh dahiku.

            “Kamu demam nak? Sudah minum obat?” Tanya mama lagi dengan nada suara cemas. Aku mengangguk.
           
            “Udah ma, paracetamol. Mama tenang aja, bentar lagi juga turun kok demamnya” aku melihat gurat wajah cemas di wanita paruh baya ini. Mama adalah seorang single parent dan aku tidak begitu tertarik membahas keadaan keluargaku. Hanya Galib yang tahu bagaimana keadaan keluarga kecilku. Aku hidup bersama mama dan Arren, adik lelakiku yang masih kelas 1 SMP.

“Maaf ya, mama baru bisa pulang sekarang. Soalnya kantor nggak bisa ditinggal. Mama masakin bubur ya nak? Mau??” tawar mama, aku menggeleng. Aku sama sekali tidak bernafsu untuk makan.

“Aku mau tidur aja ma” aku kembali meringkuk di tempat tidur. Aku mendengar langkah mama pergi menjauh, keluar dari kamarku dan menutup pintu kamarku pelan.

Aku mengambil photo Galib dari balik bantalku. Aku mengamati lekat-lekat senyum ceria itu, gigi-gigi putihnya nampak rapi berjajar. Alis mata dan tatapannya yang tajam nampak kontras dengan wajahnya yang putih. Semua itu begitu memabukkanku.

“Kak, dicariin kak Galib tuh!” teriak Arren dari balik pintu kamar.

“Bilang kakak gak ada!” sahutku kemudian. Ah tapi terlambat, pintu kamarku dibuka dari luar. Aku buru-buru mengembalikan photo Galib ke balik bantal.

Dan nampak Galib, masih dengan senyum yang menghiasi wajahnya seperti biasa muncul dari balik pintu. Senyum yang selalu bisa membuatku rindu. Aku speechless, gugup dan salah tingkah. Sementara keadaanku sekarang ini benar-benar tak baik. Aku hanya mengenakan kaos oblong dan hotpants, rambutku acak-acakan. Aku seharian belum menyentuh sisir dan air. Spontan aku menarik selimutku dan bersembunyi. Tindakan yang terlalu konyol dan kekanak-kanakan memang.

Aku merasakan Galib duduk ditepian tempat tidurku. Aku masih bersikukuh tidak mau muncul dari balik selimut.

“San, kamu sakit? Udah 2 hari ini aku nggak lihat kamu di sekolah. Kelas rasanya sepi kalau kamu nggak ada” suara Galib memecah keheningan kamarku.

“Aku juga menemukan ini, aku rasa ini handbook mu yang tertinggal di bangku sekolah” sambungnya lagi.
  
Mati aku! Aku baru ingat bahwa handbook yang kemana-mana selalu aku bawa tertinggal di sekolah. Aku buru-buru membuka selimut dan merebut buku kecil putih, bergaris pink tersebut.

“Kamu baca isinya?” tanyaku memburu. Aku menatap Galib tak berkedip, mataku seperti mau melompat dari rongganya. Galib hanya tersenyum.

“Jawab Lib, jangan cuma senyum!” teriakku setengah membentaknya.

“Kenapa? Kamu marah? Aku sebenarnya tidak ingin membaca handbook yang berisi privasimu San, tapi apa boleh buat. Rasa penasaranku muncul saat aku mengambil buku itu dan ada sobekan photo yang terjatuh. Aku ingat itu adalah photo kita berdua waktu bermain ke museum akhir bulan lalu” Galib menghela nafas.

“Kenapa photo itu kamu robek jadi dua? Apa aku ada salah??” Tanya Galib. Aku diam, mulutku masih bungkam.

“Jadi kamu baca semuanya dan kamu tahu apa yang aku pendam selama ini?!” aku balik memburunya dengan berondongan pertanyaan. Nafasku tidak teratur.

Galib mengangguk, Dia menatapku tajam namun meneduhkan.

“Aku bahagia San kamu memiliki perasaan yang sama denganku” Aku terhenyak tak percaya. Galib memiliki perasaan yang sama denganku? Tapi kenapa ? Aku tertunduk dan sibuk dengan pemikiran ku sendiri.

“Waktu itu sore hari ketika aku selesai bermain basket, Rangga menghampiriku. Kamu tau Rangga kan? Waktu di PAUD aku sempat menonjok mukanya karena membuatmu menangis. Dia memohon kepadaku untuk membujukmu agar memaafkannya. Dia menyukaimu” Galib menarik nafas dalam-dalam.

Rangga, si bocah pembuat onar itu. Sampai sekarang pun aku masih membencinya. Dia menempati ranking nomer 1 di peringkat orang-orang yang aku benci. Dan parahnya, aku sempat 3 tahun 1 SMP dengannya.

“Rangga juga memintaku untuk menjaga adiknya, adiknya menderita jantung lemah, ia sakit-sakitan sejak kecil. Dia juga mengalami ombrophobia, dia bisa mengalami ketakutan parah jika ada hujan dan petir. Ketakutannya bisa memicu kerja jantungnya berlebihan dan kamu tau kan apa yang akan terjadi kemudian? Jantungnya akan berhenti bekerja. Gadis malang itu adalah Adena” Galib memandang jauh keluar jendela dan mengambil nafas yang berat.

Aku menangis sejadi-jadinya. Galib membenamkan kepalaku didalam pelukannya.

Keadaanku mulai membaik, aku mulai bangkit dan mulai menerima kenyataan. Akuakan mencoba turut tersenyum melihat Galib bahagia dengan Adena. Aku akan mencoba menempatkan posisiku sebagai sahabatnya, bukan sebagai seseorang yang selalu menjadi bayang-bayangnya.

“Sandra, kamu sudah siap nak? Berangkat yuk” kepala mama melongok dari pintu. Hari ini mama ingin aku menemaninya menemui rekan bisnisnya. Mama juga memintaku untuk berdandan rapi dan cantik. Aku memakai dress casual  warna biru cyan, menyematkan bando berpita putih kecil diantara rambutku dan menyelempangkan tas kecil berwarna senada dengan bandoku.  Dunia! Sambut aku .. aku tersenyum pada diriku sendiri yang terpantul dicermin.

Aku dan mama sampai disebuah restoran. Sesuai janji mama waktu merayuku tadi, ini adalah restoran seafood favoritku. Aku memasuki restoran tersebut dengan mengekor mama dibelakang. Kami duduk dimeja yang sudah reserved, mama sengaja memesan meja ini sebelumnya.  Sekitar sepuluh menit kami menunggu, akhirnya muncul dua orang mendekati meja kami. Dari kejauhan aku melihat seorang tante-tante yang tubuhnya lebih gemuk dari mama ku. Dibelakangnya mengekor seseorang cowok yang lamat-lamat aku tidak asing lagi, namun aku lupa siapa. Aku mengalihkan pandangan ke daftar menu yang dilayangkan waitress  kepada ku.

“Udah lama jeng nungguinnya?” sapa sebuah suara. Aku menaruh daftar menu di meja dan menengok kearah suara tersebut.

“RANGGA?!!!!” aku terperanjat dan langsung berdiri dari dudukku. Ternyata itu adalah Rangga dan mamanya, mama Rangga adalah rekan bisnis mama ku.





Tuesday, 30 October 2012

Adena



Character:
·         Galib Pancakusuma
·         Adena Odelia
·         Sandra Permata Putri



Aku memandangi gadis mungil itu dari kejauhan, di balkon lantai 2 depan kelasku. Kedua matanya adalah magnet bagiku, membuatku rela berlama-lama memandanginya. Kedua matanya lebar namun meneduhkan, bulu matanya lentik dan bola matanya coklat cerah. Dia gadis yang periang dan aku yakin bahwa teman-temannya pun akan sependapat denganku. Senyumnya selalu mengembang menghiasai wajahnya yang bulat lonjong seperti buah plum, pipinya merona jika terkena sinar mentari dan gigi-gigi putihnya menyeringai indah ketika dia tertawa. Entah sejak kapan aku mulai jatuh hati kepadanya, entah sejak kapan pula aku jadi kecanduan memandanginya. Sementara kami ini tidak saling kenal meskipun berada di satu sekolah yang sama. Dia adalah adik kelasku, Adena Odelia.

“Lib, ngapain bengong?” Tanya Sandra cukup mengagetkanku.

Sandra adalah temanku sejak kecil, rumah kami bersebelahan. Hubungan kami memang dekat, tapi aku lebih menganggapnya sebagai hubungan kakak adik. Bukan hubungan sepasang kekasih seperti yang sedang santer terdengar di lingkungan sekolah saat ini. Gosip yang beredar ini muncul ketika waktu itu Sandra pingsan di upacara bendera dan karena aku baris disebelahnya, maka akulah yang menggendongnya sampai di ruang UKS. Dan sejak itu pula, rumor tentang kami semakin berkibar.

            “Nggak ngapa-ngapain San, kenapa? Ada yang bisa aku bantu?”  tanyaku kemudian tanpa melepas pandangan dari gadis mungil yang sedang bercengkerama dengan teman-temannya itu. Sandra menggeleng dan menelusur pandanganku. Sekilas ekspresi di wajah Sandra berubah, ada yang aneh. Tapi aku tak tahu itu.

            Bel pulang sekolah berdering nyaring, merongrong-rong mengisi lorong-lorong kelas. Semua siswa menghambur keluar, tapi tidak denganku. Aku mengikuti kebiasaan Adena yang selalu pulang ketika sekolah telah sepi. Dia selalu berlama-lama di kebun bunganya, disamping kantin sekolah. Aku sempat membaca tulisan Adena di blog pribadinya, dia sangat menyukai bunga dan selalu menemukan dunianya sendiri ketika berada diantara bunga-bunga tersebut. Adena adalah seorang blogger, dia hobi menuangkan segala yang dialaminya di blog; seperti ketika dia harus kehilangan kucing kesayangannya, ketika neneknya berpulang dan ketika orang tuanya kecewa saat dia tidak mendapat peringkat 1 pada saat ujian kenaikan kelas. Ah sepertinya aku telah terlalu jauh mengorek informasi tentang gadis jelita ini. Apa mungkin penyakit seorang secret of admirer sudah mulai menyerangku? Atau mungkin aku lebih bagus disebut sebagai stalker saja.

            Aku beranjak dari kursiku dan mulai menyusuri lorong sekolah yang mulai senyap. Jam sudah menunjukkan pukul 14.00, aku menengok langit. Terlihat mendung menggelayut, Nampak awan commulus nimbus sudah berarak dan siap mengucurkan air secara besar-besaran.  Aku menapaki anak tangga, bermaksud ke kantin sembari mencari sosok Adena.  Sebelum mencapai kantin, aku harus melewati lapangan basket dan deretan  ruang kelas XI.

Tak lama kemudian, saat aku masih di lapangan basket rintik hujan mulai turun, tetes demi tetes dan semakin deras. Kilat menyambar disertai gemuruh, datang begitu cepat dan tiba-tiba. Deg! Seketika itu juga aku ingat akan Adena dan phobia-nya, dia adalah penderita ombrophobia. Merupakan seseorang yang memiliki kekhawatiran irasional terhadap mendung, hujan dan petir. Aku berlari secepat yang aku mampu menuju taman bunga. Aku tak menghiraukan hujan yang menyerangku, yang ada dipikiranku hanya Adena dan Adena.

Dan benar saja, aku mendapati Adena jongkok di pojokan kantin yang telah sepi. Ia menyembunyikan wajahnya dibalik lipatan tangannya dan terisak. Spontan aku mendekatinya dan meraih badan mungilnya, ia tidak memberontak. Aku benamkan wajah buah plum-nya kepelukanku dan mengusap kepalanya, mencoba memberikan ketenangan dan perlindungan semampu yang aku bisa. Aku bisa merasakan detak jantung dan nafasnya yang memburu, aku bisa merasakan isak tangisnya dipelukanku.

Petir masih saja terus menyambar dan itu membuat Adena semakin menggigil ketakutan, ia semakin tertunduk di pelukanku sambil berusaha menutupi telinga dengan kedua tangan mungilnya. Ia menyembunyikan wajahnya dari kilatan petir dan masih tetap terisak.  Aku melepas ransel dari punggungku dan menaruhnya di meja kantin, tanganku merangsek ke dalamnya untuk mengambil earphone dan handphone-ku. Aku membuka aplikasi mp3; aku rasa lagu milik David Cook yang always be my baby bisa menenangkan Adena. Aku memasangkan earphone itu ketelinganya.

 Lumayan berhasil, Tak lama kemudian hujan mereda. Nafas Adena mulai teratur. Aku mengajaknya duduk di kursi kantin, tapi ia masih memegang erat kemejaku. Aku melepas earphone sebelah kanannya dan membisikkan sesuatu:

“Adena, hujan sudah mulai reda. Jangan takut, ada aku disini”

Ia menengadahkan wajahnya dan menatapku. Mata bulatnya sembab dan memerah. Ekspresi yang belum pernah aku lihat selama ini. Bibirnya masih menggigil, ia melepas earphone dan mulai mengatur nafas.

“Kak Galib kenapa bisa tau aku ada disini?” Tanya Adena masih setengah sesenggukan.

Dia tau namaku? Sejauh ini yang aku tau bahwa kami tidak pernah saling mengenal. Tatapan kami hanya bertemu saat kebetulan aku melewati kelasnya saat pulang sekolah atau ketika selesai bermain basket dan aku mampir ke kantin. Aku memiliki feeling bahwa sekarang adalah saat yang tepat  jika aku mengungkapkan segalanya kepada Adena.

“Jujur aku telah menjadi stalker mu selama 3 sebulan terakhir, aku suka mengamatimu ketika kamu berada ditengah taman bungamu ini, ketika kamu berbicara dengan aroma rumput dan desir angin yang membelai rambutmu. Dan sepertinya senyummu telah menjadi alergenku yang nyata”

Adena terdiam. Kata-kata seperti itu meluncur begitu saja dari mulutku, ini semua tak terduga dan diluar kendaliku. Perasaanku yang mengontrol semuanya. Tapi aku rasa ini benar-benar cinta, bukan kekaguman semata. Tiba-tiba saja Adena memelukku dengan erat, melingkarkan tangannya di pundakku. Ia kembali terisak, aku tidak mengerti.

“Terimakasih Tuhan sudah menjawab do’a Adena selama ini” begitu ucap Adena ditengah isak tangisnya.

JJJ

Ini semua seperti mimpi bagiku. Adena, ya! Gadis jelita itu telah menjadi orang terkasih dihidupku. Dan rumor ini begitu cepat menyebar ke seantero sekolah. Kakak kelas jadian dengan adik kelas.

“Lib, kamu beneran jadian sama anak kelas XI itu??” Tanya Sandra nanar. Aku mengangguk penuh senyum kebahagiaan. Aku menangkap ada sebersit kecewa di wajah Sandra, tapi aku tidak ambil pusing akan hal itu.

“Lalu bagaimana denganku Lib?” Tanya Sandra lagi. Aku masih tidak paham dengan maksud Sandra.

“Kenapa San? Kamu takut aku melupakanmu atau apa?” pertanyaanku disambut dengan anggukan kepala oleh Sandra. Aku tertawa kecil.

“Sandra, aku tetap sahabatmu. Sampai kapanpun aku selalu ada buatmu, selama aku mampu dan masih sanggup”


JJJ

Hari ini aku berjanji mengantar Adena ke toko buku. Adena memang memiliki kecintaan tersendiri kepada buku-buku sastra. Aku semakin dibuat kagum oleh gadis ini, dia adalah pecinta yang baik meski aku baru seminggu jalan dengannya. Dia tidak pernah melewatkan hal-hal kecil, seperti mengajakku makan siang dengan bekal yang ia buat, mengajakku memanen bunga, mengucapkan selamat tidur setiap malam dan menyambutku dengan senyum ketika kami saling bersua. Seperti saat ini, ketika aku menjemputnya di ujung gang menggunakan sekuter matik-ku dia tak pernah berhenti tersenyum kepadaku. Adena nampak cantik kala itu, ia menggunakan skirt pink soft, atasnya dibalut dengan cardigan berwarna senada dan sebuah sifon scarf. Rambutnya yang lurus terurai bebas dan mengkilat terkena terpaan matahari.

“Sudah lama? Maaf ya telat” ucapku kemudian tanpa turun dari skuterku.

“Belum kok kak, aku memang sengaja berada disini 10 menit lebih awal biar kakak nggak nungguin lama” jawab Adena polos.

Aku menyodorkan helm untuknya dan ia tanpa aku perintah, segera naik ke skuterku. Diam-diam ternyata Adena selama ini juga memiliki perasaan yang sama denganku. Dia sering mengamatiku bermain basket lewat taman bunganya. Tapi dia tetap saja gadis yang tertutup, sampai-sampai aku yang setiap hari mengamatinya saja tidak menangkap sinyal tersebut. Ada satu hikmah dari semua ini : when you love someone, just be brave to say that you want her to be with you.


SELESAI

Monday, 29 October 2012

Crazy Little Thing Called Love 2: The Missing Years

CERITANYA MEMANG RUMIT, THE IMPOSSIBLE LOVE. Tetapi mereka mempunyai mimpi untuk bersama, cinta yang menuntun mereka untuk saling menemukan. 

THE BEGINNING

• The story begins with the last in interview then Shone will say what he’s been waiting for “Nam, can you be my girlfriend” saying this is what he actually wants to say giving her the dry white rose that Nam give him.

• They become an item in public’s eyes after that.

• Next, the story will reveal some sightings wherein Shone gave Nam letters of encouragement while she is pursuing her fashion career. Even though they are both apart, Shone still made ways to know what’s happening to her. He even went to her first fashion show in U.S.

• It will reveal that Shone also try to do the “9 recipes of love” to Nam.

• The story will reveal that Shone confess to Top after coming back from the camp then Top got mad which Pin heard also. Pin accepted Shone apologies saying she already knows but deep inside she’s hurt. After two years, because of friends’ commitment, Shone and Top are friends again. 

• After arriving in America, Nam misses Shone. So, she made notes the things she missed to him. One thing for one day and she pursue more in studying their even though people criticize her race. 

• Shone never look other girls even many give intentions. After two years, Top is marrying Mango’n’cake girl who bullied Nam before. But Top later discovers she’s cheating on him. That’s why Shone made a website which advices men about their love problems.

HAPPY MOMENTS

• After the interview, Shone and Nam started their glowing relationship. They date, stroll and celebrate monthsaries like teenagers. They went to the bridge where he tell the story of the squid couple and propose a marriage. 

• They both have never got their first kisses.

• Boat is the best uncle of Shone. Teacher Boat and Teacher In were having their marriage and both Shone and Nam is the best man and the maid of honor. They both got the bouquet and the garter. 

• Cher, Gie and Nim which are married to funny husbands are fighting who will be Nam’s maid of honor. Nam said whoever gives her the greatest gift will be the winner.

• The button was made by Nam again into a pen’s chain. Buttons and white roses is the theme of their wedding.

• Before the wedding, the couple takes a cruise saying this will be the beginning of more happy moments. No one knows they’re leaving.

CONFLICT

• A bad luck happens. The cruise ship traveling East China Sea got wrecked and sinks. Before they parted ways, they said “I love you” to each other.

• Shone was found by a liberated lady in her 30th in the shores of Korea. She can speak many languages because she’s an interpreter in a company although Shone can speak Korean, too.

• Nam was found by a singer in the Philippines who travels a lot and a former Thai national but stays with his Filipino uncle.

• Both Shone and Nam lost their memories. They also have no identification.

• The liberated lady name Nana was runawayed by three men in her wedding. She’s on a leave from her work to compose herself but to her surprised, she found an angel and named him Hue because he don’t remember anything but call him Cupid because he’s the angel of love send from heaven. She takes advantage on him but in a friendly way and Cupid enjoyed her company. She seduce him and really thanks God for giving her a buffet instead a meal which is Cupid. She also helps him to get identified.

• The singer name Jhong was a single man and recently remembering his mother’s death. He owns a beach house and found a girl on the lips of the sea and names her Psyche because of love at first sight. He teaches her how to adapt in their country’s culture and fiestas and invite her watching his gigs and teach her songs. He’s cute and full of humor even he just staring her without any reasons. He’s a husband material who has a little bubbly friend Thea (from the neighborhood) who always tease Psyche to Jhong. 

• Little by little Shone and Nam see their memories.

• Nana and Jhong got their (Shone and Nam) first kisses.

• Jhong decides to went Thailand with Psyche and Nana after resuming her work learn that Cupid is from the cruise accident and decided to surrender Cupid.

REVELATION

• A dream made Shone and Nam remember everything. They both run and went to the bridge where they meet again.

• Nam said to Shone that someone had taken her first kiss. Shone said “I’ll erase it” and he erase it using his thumb. Then Shone remember he, too, give already his first kiss so Nam imitate what Shone did. And there, they make their first kiss.

• They got home like nothing happened.

• Nana found out that Shone is the reason why her three weddings failed because of the post he made for liberated women’s bad habits and the advices he gave to the three grooms. Nana gets angry and slaps Shone. Nana is the true writer of “9 recipes of love” after visiting Thailand to learn their language and culture.

• Jhong is glad that Nam finally found Shone. He went back to his old house in Thailand and opens his memories in the cabinet containing pictures of Nam, diaries and things that have connection to Nam. The story will reveal he also a classmate of Shone who secretly in love with Nam. After he discovered that Nam likes Shone, he makes ways for Shone to fell for Nam. He also owned the button that Nam preciously treasures, is the reason why Shone went to the pool, why Shone knows her name, and why she became popular because he’s the one playing the Snow White video . He believes what her mother said to him that he do things that makes her love ones happy.

• Cher wins the contest by giving Nam the greatest gift of all.

• Shone and Nam get married.

• Shone apologize to Nana and invited her to a party where Nana meets Top.

• Shone has heart ailment he inherit to his grandparents. Nam is worried when he collapse in the party.

• Shone needs heart and luckily he got a donor.

• Shone and Nam decided and want to thank the donor together. The family of the donor gave them a chance to give thanks personally. Shone said he’ll come after. Nam discovers it was Jhong who have a disease in the colon that prohibits him to drink alcohol. (he gets it when her mother died 3 years ago)

• Shone recognizes him and thanks him for everything then Jhong said his final message (like thanking Nam and a lot and happy he’ll be a part on someone she loves {Shone’s heart}) and request Nam to sing his mother’s song which he taught to her. Then, he died.

ENDING

• Top is married with Nana while Shone and Nam visited the cemetery where Jhong was buried. They introduce their son name after Jhong’s Thai name “Kip” and promise him they’ll live out the opportunity he gave them. Nam reveals what Cher gave to her. A song that really fits her.





Mario Maurer ♡

Last night, mario calling me .. but, it's just in my dream LOL

Friday, 26 October 2012

Lovely Maurer

Saya jatuh cinta dengan pretty boy asal negeri gajah putih satu ini, mata sama alisnya itu loh selalu bisa bikin saya melted. Namaya adalah Mario Maurer, dia asli Thailand lho. Ayahnya bernama Roland, berkebangsaan Jerman dan ibunya Warunya; Thailand etnis tionghoa. Doi lahir pada 4 desember 1988 (berarti umurnya sekarang adalah 24 tahun). Nih saya kasih biodatanya ...


Nama Asli  : Mario Maurer
Call Name  : Oh
TTL           : Bangkok, 4 desember 1988
Agama       : Roman Chatolic Christian Denominations
Pekerjaan  : Aktor, model
Pendidikan : Ramkhamhaeng University
Hobi          : skateboarding, shopping dan memelihara ikan cupang
Tinggi        : 180 cm
Etnis          : Thai-Chinese/German

Saya sempet sedih gara-gara si p'oh digosipkan bahwa dia seorang gay. Padahal itu hanya perannya waktu di film The Love of Siam loh T_T



Wednesday, 24 October 2012

Love is Act

Saya bukan orang yang suka bertele-tele, mengumbar kata romantis, membuat suasana menjadi hangat dan menggombal kesana kemari ... Saya cuek, mendekati apatis.

Kebanyakan mantan saya tidak bertahan lama dengan sikap saya yang seperti itu, mereka bilang bahwa saya 'kurang' mencintai mereka. Hello? emang rasa cinta itu harus ditunjukkan dengan kata-kata setinggi langit? menyanjung mereka dengan beribu-ribu kata gombalan? membuat mereka terbuai dengan pujian? .. Saya rasa TIDAK! bagi saya itu hanya cara seorang penjilat.

Jika anda mencintai, cintai mereka dengan perbuatan; bukan dengan janji-janji dan kata-kata romantis. Talk less do more.


Sunday, 21 October 2012

Graduation!

Subuh ini, saya baru sadar bahwa tempat menyebalkan nomor 3 setelah halte bus dan mall  adalah kursi rias salon! Jangan tanya kenapa... Saya menantikan prosesinya, tapi membenci tradisi yang melekat kuat bahwa wisudawati harus berdandan dan memakai kebaya. What the hell isn't it?! ..

Yup, kemarin tepatnya hari Sabtu, 20 oktober 2012 ada perhelatan besar dikampus saya (UNMER Malang) yaitu Wisuda diploma, sarjana dan pasca sarjana tahun 2011-2012. Sebenarnya saya bahagia karena telah lulus (meski gak cumlaude, karena IPK cuman 3,49.. haha). Bahagia yang kedua adalah karena ayah saya khusus datang jauh-jauh dari Medan sana cuma buat ngeliat saya pakai toga (miring pula!). Dan bahagia yg ketiga adalah ibu saya mau pakai sepatu berhak tinggi (meski akhirnya lecet-lecet).

Beloved parents

Dan pada intinya saya menikmati momentum kelulusan ini, namun tidak menyukai keadaan yang membelit. Seperti harus disuruh duduk berlama-lama dalam kondisi panas, muka menor, dan gerah luar biasa (untung gak sambil nahan pipis!). Bahagia yang selanjutnya adalah teman-teman seperjuangan saya pada ikutan merayakan kelulusan ini, luar biasa senangnya ...

Tak terasa, sudah 3,2 tahun berlalu .. sepertinya baru kemari saya menapaki kota Malang, menikmati pertama kalinya jauh dari rumah, menikmati makanan anak kost, menikmati antri kamar mandi dan segala macam sesuatu yag berbau instan. Dan kini saya kembali kerumah, kembali menjadi anak manja.

bersama pak Dekan


Dan yang pasti saya akan rindu masa-masa dimana nungguin dosen masuk kelas, ngerjain UTS bergerombol, bingung milih sepatu buat ngampus, sebel karena parkiran penuh, nongkrong di kantin bawah sambil ngegosip, senyum sapa para dosen, disemprot di TU karena salah tanya info, bolos kuliah karena hujan, makan di warung langganan sama anak-anak, rebutan permen, bernarsis ria disegala tempat dan hal-hal membahagiakan lain yang memberi warna lebih. Saya juga akan merindukan toilet kampus, itu adalah studio photo pribadi saya.

Teman seperjuangan


Kelulusan adalah perpisahan. Berpisah dari kebiasaan selama mengais ilmu, berpisah dari orang-orang hebat yang memberikan ilmunya, berpisah dari rutinitas, berpisah dari tuntutan, berpisah dari sekumpulan komunitas, berpisah dari canda tawa teman, berpisah dengan teman-teman kost, berpisah dengan kota Malang, berpisah dari segala yang menjadikan kampus tempat yang paling menyenangkan

Miss u ...

Memori seperti ini akan tersimpan rapi disini... Terimakasih untuk Tuhan ku yang maha Satu, karena sudah memberikan hamba-Mu ini kebahagiaan dan gelar S.Kom.

with Paklek

with Ketua DPM






Thursday, 18 October 2012

Jatuh Cinta

Saya rasa setiap orang yang hidup di muka bumi ini pernah merasakan perasaan memabukkan yang disebut Fallin in Love (jatuh cinta). Perasaan senang berkepanjangan ini biasa menimpa siapa saja, termasuk saya. Dari kacamata individu, dari pengamatan saya terhadap perilaku 'weird' saya ketika jatuh cinta; saya akan menceritakannya kepada kalian. Tapi ingat, saya agak freak

Saya cewek biasa, berusia 21 tahun, tidak cantik, gendut, rambut ber-style seperti Dora yang habis kecelakaan, penampilan tidak menarik, sering terlihat mengenakan sweater kedodoran dan sendal jepit. Kadang-kadang berusaha berpenampilan feminin biar agak kece, tapi ternyata justru lebih mirip emak-emak mau arisan. Itu adalah penampakan fisik saya, lalu ngomong-ngomong tentang perilaku .. saya adalah penyendiri, saya terbiasa membangun dunia saya sendiri didepan monitor. Sifat? Mmmm ... saya pemuja hidup apatis. Loh kok malah bikin riwayat hidup? haha

Cewek biasa seperti saya, yang mungkin 'nyaris' gak laku kalau dinilai secara fisik diam-diam juga pernah jatuh cinta. Rasanya seperti meringkuk didalam selimut, merasakan kehangatan yang tak ada habisnya.. sementara hawa dingin menyeruak diluar. Nyaman.

Ketika saya merasa nyaman dengan seseorang, Saya akan mengakui bahwa saya jatuh cinta .. Oh GOD !! this feeling is so good. Saya beranjak gila, suka senyum-senyum sendiri ketika teringat kepada objek penderita (loh?). Kadang ketika sedang sendiri, saya suka berkhayal kalau saja saya bisa benar-benar jadi pacarnya. Dan ketika pandangan kami bertemu, kram otak mulai bergerilya ! ... 

Tapi yang jelas, Whatever who you are ! Everyone free to be lover .. Jangan pernah minder, kalau suka .. bilang aja suka! Kalau enggak, jangan suka ber-PHP (Pemberi Harapan Palsu). Jatuh cinta itu menyenangkan, apalagi kalau target merasakan hal yang sama dengan kita. Ganbatte !! 

Wednesday, 17 October 2012

Naruto & The Sweet Words

Kita sering menganggap bahwa kata-kata bijak dan motivasi itu hanya keluar dari orang-orang yang open minded dan cerdas. Tapi ternyata, kata bijak dan hikmah itu sebenarnya bersumber dari 'anything' yang ada didunia ini. Pohon yang tidak bisa berucap pun akan memiliki kata bijak sendiri jika kita pikir dan telusuri secara mendalam. Dan kebetulan saya iseng-iseng mengumpulkan kata-kata bijak dari anime yang sedang saya ikuti; Naruto.


Uchiha Itachi said : "Siapapun yang tidak mampu mengakui kelemahan dan kekurangan dirinya sendiri, ia akan GAGAL"

Yakushi Kabuto said: "Kebanyakan ketika orang ingin meniru sesuatu yang baru, ia akan mulai dengan meniru orang lain""

Orochimaru said: "Seseorang yang tidak bisa menahan keinginannya untuk 'tahu', bisa jadi itulah alasannya kenapa dia terperosok kedalam sesuatu yang berbahaya "

Uchiha Madara said: "Apa mungkin orang yang dewasa akan melawan kerikil? (sesuatu yang tidak sebanding) "

Yahiko said: "Kalau mau saling mengerti, lakukan saja setelah membuat lawan mengalami hal yang sama"

Nagato said: "Aku hanya ingin melindungi mereka, walau harus menjalani penderitaan seperti apapun"

Pain said: "Penderitaan membuatku semakin kuat dan berkembang"

Uchiha Obito said: "Shinobi yang melanggar aturan memang disebut sampah, tetapi shinobi yang meninggalkan sahabatnya lebih rendah dari sampah"

Uzumaki Naruto said: "Aku tak akan menarik kembali kata-kataku, karena itulah jalan ninjaku"

Aburame Shino said: "Selemah apapun musuhku, aku tidak akan meremehkan mereka"

Uchiha Itachi said: "Kau lemah, kenapa kau lemah?? Hanya karena kurang sesuatu, yaitu kebencian"

Deidara said: "Seni itu adalah sesuatu yang rapuh, yang menghilang dalam sekejap"

Hatake Kakashi said: "Aku tersesat dijalan yang bernama kehidupan"

Jiraiya said: "Sepertinya aku harus meninggalkan Konoha demi menyelamatkan Konoha"

Gaara said: "Manusia tidak akan pernah bisa menang dari kesepian"

Jiraiya said: "Yang diperlukan oleh Shinobi bukan jumlah jutsu yang dapat dikuasainya, tetapi yang diperlukan Shinobi adalah tekad pantang menyerah"

Neji Hyuga said: "A loser is a loser"

Hatake Kakasih said: "Kemampuan individu seorang ninja memang penting, tetapi yang lebih penting lagi adalah kerjasama tim"

Uzumaki Naruto said: "Kalau tanganku patah, akan ku tendang dengan kakiku. Kalau kakiku patah, akan kugigit dengan gigiku ini. Kalau gigiku dihancurkan juga, akan ku lihat dengan tatapan penuh kebencian. Dan kalau mataku dihancurkan juga, akan ku gunakan kutukan untuk melawannya, aku pasti akan mengembalikan Sasuke"

Jiraiya said: "Shinobi bukan dilihat dari cara hidupnya, tetapi bagaimana ia mati & kehidupan shinobi dinilai bukan dari bagaimana ia menjalaninya, tetapi dari apa yang sudah dilakukannya"

Uchiha itachi said: "Semua orang hidup terikat dan bergantung pada pengetahuan atau persepsinya sendiri, itu disebut kenyataan. Tetapi pengetahuan atau persepsi itu sesuatu yang samar. Bisa saja kenyataan itu hanya ilusi, semua orang hidup dalam asumsi"

Hatake Kakashi said: "Masa depanmu adalah kematian"

Shikamaru Nara said: "Aku akan menolongnya meski harus mengorbankan nyawa karena dia adalah temanku"

Hatake Kakashi said: "Ninja Yang Paling Buruk adalah Ninja Pengkhianat Desa. Ninja Yang Lebih Buruk Dari Ninja Pengkhianat Desa Adalah Ninja Yang Membiarkan Temannya Dalam Bahaya"

Uzumaki Naruto said: ".. seperti apapun juga.. aku akan terus melangkah dan melangkah untuk menolong sasuke, walau harus mempertaruhkan nyawa seperti apapun.."

Uzumaki Naruto said: "jangan tarik kata katamu..sekalipun itu akan membawamu kepada kehancuran..karena kau laki laki,,dan itu adalah jalan ninjamu.."

Minato Namikaze said: "Kau adalah anaku, dan dengan kekuatan Kyuubi kau akan membangun kembali Konoha"

Uzumaki Naruto said: "Aku ini tidak punya orang tua, aku selalu merasa sendiri. Seluruh orang didesaku memandangku dengan tatapan kebencian, mereka menganggapku monster, sampai-sampai keberadaanku pun tidak mereka hargai, tetapi ada satu orang yang mengakui keberadaanku, ia adalah orang yang pertama kali mengakui kalau aku ini ada, dan selamanya takkan ku biarkan ia pergi, ia adalah sasuke, sasuke adalah teman terbaikku"

Guy Maito said: "Tanpa arah dan tujuan, tidak ada gunanya seorang ninja hidup di dunia ini"

Hatake Kakashi said: "Kalau rasa keadilanmu menurun berarti kau melemah, dibawah rasa keadilan tidak ada kelemahan apapun"

Jiraiya said: "Kegagalan juga menyenangkan, hidup dengan kepercayaan bahwa cobaan itu berguna untuk menempa diri sendiri"

Hinata Hyuga said: "I used to cry and give up. I nearly went to the wrong way but you, you always show me the right way. I always chasing you, wanting to overtake you. I just wanna talk with you.. I wanted to be with you.. you changed me.. your smile saved me, so I'm not afraid to die protecting you.......... Because "I LOVE YOU" 

Haku said: "Seseorang akan menjadi kuat apabila melindungi seseorang yang dicintainya"

Shikamaru Nara said: "Aku hanya ingin hidup seperti awan. Bebas, dan tenang. Ketika aku tua nanti, aku mempunyai seorang istri dan mempunyai 2 anak, satu laki-laki dan satu perempuan, lalu aku meninggal duluan, dan begitulah kehidupanku berlangsung. Sayangnya semua tidak semudah itu, merepotkan sekali!"

Pain said: "Aku sekarang bisa melihat segala sesuatu yang tidak bisa kulihat sewaktu aku masih menjadi manusia"

Jiraiya said: "Jalan hidup seorang murid adalah warisan dan estimasi dari sang guru"

Itachi Uciha said: "Jalan hidup seorang murid adalah warisan dan estimasi dari sang guru"

Guy Maito said: "Keberuntungan juga merupakan kekuatanmu"

Shikamaru Nara said: "Sudah kubilang, aku ya aku, kamu ya kamu, soal siapa yang lebih hebat itu cerita yang membosankan"

Guy Maito said: "Kau adalah jenius dalam kerja keras"

Pain said: "Someone who don't know pain will not know how true peace is like"

Yamato said: "Memanjakan dan mengasihani itu berbeda"

Shikamaru Nara said: "Jutsu is not the only weapon, I tell you that!"

Jiraiya said: "When people get hurt, they learn to hate"

Chouji Akimichi said: "Daripada suapan terakhir makanan selezat apapun atau diejek gendut, aku lebih tidak bisa memaafkanmu kalau kau menghina sahabatku"

Sasori said: "Seni itu abadi dan akan selalu dikenang"

Uzumaki Naruto said: "Aku tidak suka dengan orang yang membohongi dirinya sendiri ditengah turunnya salju"

Orochimaru said: "Tidak Semua Mimpi dan harapan akan terwujud sesuai dengan keinginan kita"

Tobi said: "Untuk mencapai tujuan akhirmu, kamu harus bersabar"

Sasuke Uchiha said: "Ular yang melata di tanah bermimpi terbang di angkasa itu hal yang mustahil. Kau yang ingin melakukan sesuatu dan mengincar anak ayam di sarang, malah berbalik diincar oleh mata rajawali yang terbang tinggi di langit"

Pain said: "Keadilanmu adalah membunuhku dan akatsuki, keadilanku adalah balas dendam terhadap konoha, semua ada latar belakang yang benar, lalu apakah kau dapat menjawab apa itu keadilan?"

Rock Lee said: "Renge (teratai) konoha bersemi dua kali, saat kita bertemu lagi nanti aku berjanji akan menjadi orang yg lebih kuat"

Uzumaki Naruto said: "Kalau kau yakin dengan takdirmu, maka sejak awal seharusnya kau tidak mengikuti pertarungan ini"

Uzumaki Naruto said: "Seseorang yang gagal menolong temannya tidak pantas menjadi hokage"

Uzumaki Naruto said: "I never go back on my own words"

Shikamaru Nara said: "Anak-anak yang mulai sekarang akan mengemban Konoha, itulah raja Konoha"

Rock Lee said: "Jika kamu percaya dengan impianmu aku akan membuktikan padamu bahwa kamu bisa meraih impianmu hanya dengan bekerja keras"

Tayuya said: "Untuk mendapatkan sesuatu, kau harus rela mengorbankan sesuatu yg lain"

Nagato said : "If there’s such a thing as peace,i will find it. I won’t give up!"

Uzumaki Naruto said :"Aku harus percaya pada diriku sendiri, percaya bahwa aku adalah orang yang mereka percaya"

Deidara said: "ART IS A BLAST !!!"

Uzumaki Naruto said: "Berbeda denganmu, jabatan hokage pasti akan kudapatkan, karena menjadi hokage adalah cita-citaku"

Sasori said: "Menunggu dan membuat orang lain menunggu adalah hal yg kubenci"

Jiraiya said: "Lelaki manjadi semakin kuat saat ditolak"

Uchiha Itachi said: "There is a time when a guy must take a difficult decision"

Uzumaki Naruto said: "Jika kau menungguku untuk menyerah, kau akan menungguku selamanya"

Uzumaki Naruto said: "Takdir setiap manusia memang telah ditentukan sejak mereka lahir, tetapi dengan kerja keras kita dapat mengalahkan takdir"

Danzo said: "Kau adalah daun yang bermandikan sinar matahari, aku adalah akar yang tumbuh dan membusuk di kegelapan"

Jiraiya said: "Faith is better than any plan"

Uzumaki Naruto said: "Sampai matipun aku akan mengejar cita-citaku"

Minato Namikaze said: "Parents do believe in their children "

Uchiha Itachi said: "If you want to kill me, curse me, hate me, live your ugly life, run and run, cling to your life"

Orochimaru said: "Semua yang memiliki bentuk, suatu saat akan membusuk"

Shikamaru Nara said: "Suatu saat nanti kita juga harus menjadi orang yang dipercayakan, bukan lagi orang yang mempercayakan, kalau mau jadi shinobi keren seperti Guru Asuma dan Guru Kakashi"

Iruka Umino said: "Dia memang jelmaan rubah ekor sembilan,tapi kau harus ingat..dia berbeda dengan muridku yg lain,dia adalah murid kesayanganku"

Shikamaru Nara said: "If you’re shinobi, then fight with knowledge of your surroundings"

Sasuke Uchiha said: "An expert with stone, can beat a novice with a shuriken"

Uzumaki Naruto said: "Aku akan melepaskan kutukan itu, kalau memang ada kedamaian, aku akan menemukannya, aku tak akan menyerah"

Hatake Kakashi said: "Ninja itu harus mampu melihat yang terdalam dari yang terdalam"

Minato Namikaze said: "Kalian hanya hidup sekali. Jalani kehidupan dan matilah dengan jalan kehidupan yang kalian inginkan.Tapi apapun jalan yg kalian pilih, jangan lupa untuk melindungi orang yg berharga dalam hidup kalian"

Genma Shiranui said: "When captured birds grow wiser, they try to open the cage with their beaks. They don’t give up, because they want to fly again"

Guy Miato said: "There is no point in training hard if you do not believe in yourself"

Sarutobi Hiruzen said: "You only live once! You need not choose an impossible path. You may live as you like, die as you like… Just… no matter what path you choose… never forget to protect those who are precious to you!"

Kaiza Fisherman said: "Protect whatever is important to you with these two arms, no matter how tough or sad it is, even if it costs you your life"

Madara Uchiha said: "Love breeds hatred"

Pain said: "Ada satu hal yang pasti dan telah dibuktikan oleh sejarah…. bahwa manusia adalah makhluk yang sampai kapanpun tidak akan bisa saling memahami"


Tuesday, 16 October 2012

cin(T)a

"Kamu lebih memilih Tuhan atau pacar mu? ... " Ini adalah pertanyaan maha dahsyat yang memicu banyak dilema pasangan-pasangan muda saat ini. Beragama dan bertuhan adalah hak paling asasi dari kehidupan individu manusia. Semua aspek kehidupan tak pernah lepas dari Tuhan dan norma agama yang dianut.

Pagi ini salah seorang teman saya mengeluh kepada saya di facebook, dia ingin menjalani hubungan serius dengan pacarnya tapi tersendat satu kendala, yaitu: perbedaan keyakinan. Dia dididik dari keluarga yang memegang teguh nilai-nilai religius. Sementara kekasihnya memiliki keyakinan yang berbeda.

Saya tidak hanya sekali menemukan kasus ribet seperti ini, Menurut saya pribadi .. setelah menimbang dan memikirkan, Tuhan itu sebenarnya hanya satu karena Tuhan itu yang maha Esa, hanya mungkin cara untuk mencintai Tuhan saja yang berbeda. Jadi ketika kalian memiliki keyakinan yang berbeda, dunia belum berakhir. Masih ada hal yang perlu disyukuri bahwa kalian masih memiliki Tuhan meskipun cara untuk menyembah-Nya berbeda.

Hal ini juga terjadi kepada saya, Saya memang memiliki seorang pacar yang di KTP beragama sama dengan saya. Tapi dia apatis dengan keberadaan Tuhan. Saya mencintainya namun saya lebih mencintai Tuhan saya, maka saya mencoba untuk membawa kecintaanya kepada saya untuk sekaligus mencintai Tuhan kita. Aku menyertakan Tuhan dalam hubungan ini. Karena saya yakin, keyakinan dan agama yang saya peluk adalah benar dan tak ada kesalahan untuk menganutnya. Syukurlah, atas ridho Tuhan ..

Dan jalan keluar atas masalah beda keyakinan ini adalah bahwa alangkah baiknya jika kalian mencintai Tuhan dengan cara yang sama. Tak peduli keyakinan apa yang kalian yakini, hanya saja .. ketika kalian memiliki perbedaan yang menyangkut Tuhan dan agama (yang merupakan hak asasi), yang merupakan tiang hidup. Bagaimana dengan hak-hak yang lain? .. bagaimana dengan aspek kehidupan yang lain? .. apa tidak akan mungkin terjadi perbedaan yang lebih parah lagi? .. Jargon bahwa "Perbedaan itu indah" tidak berlaku ketika  yang berbeda disini adalah keyakinan.

Friday, 12 October 2012

Tarif Smartfren Melonjak

Pagi ini waktunya saya ngisi ulang modem bulanan, saya langsung aja capcuz ke konter deket rumah. Berhubung duit lagi seret, okelah saya ngisi 50 ribu aja. Lagian kalau didesa, speed-nya lancar-lancar saja. Setelah sampai rumah, saya tuker paket unlimited regular monthly dengan cara: ketik DATA <spasi> R30 lalu kirim ke 123. Habis gitu saya cek pulsa di *999, Omegod ! Kalau biasanya nih pulsa nyisa 5 ribu, sekarang cuma nyisa seribu doang ... Saya langsung mikir jangan-jangan ada yang error, kan tarif biasanya cuman 45 ribu. Lalu saya meluncur ke web resmi dari Smartfren dan ternyata semua tarif internetnya emang pada merangkak naik .. BAD NEWS !! sedih



Mohon subsidi pemerintah, kami rakyat kecil yang pengen internetan .. huahuahuahuaaaaa menangis

Thursday, 11 October 2012

Menapaki Kediri

Hari rabu, tanggal 3 oktober 2012 lalu saya bersama pacar meluncur ke kota tahu, yup .. Kediri !! kota dimana pacar saya menempuh pendidikan S1-nya .. tapi belom kelar-kelar .. heuheuheu tersenyum lebar Selain dalam rangka mengambil barang-barang di kontrakan , juga sambil refreshing otak; saya pun ngekor mengedipkan mata

Hmmm .. Kediri punya makanan apa ya? .. usut punya usut, saya punya temen yang dulu sempat lama hidup di Kediri, dia mondok di salah satu ponpes besar di Kediri; kata dia kalau ke Kediri gak nyicip bakso Mama itu bakalan rugi! .. saya pun akhirnya penasaran, karena juga pada dasarnya saya ini budak bakso; paling gak bisa nolak sama makanan yang satu ini melamun Alhasil saya harus membujuk pacar untuk mau diajak mbakso. Akhirnya beliau-nya mau, hihihi ... bakso Mama ini terletak 100 meter dari perempatan Bandar Kidul, kiri jalan. Warungnya sederhana, tapi pengunjungnya hampir penuh. Karena baru pertama menapaki nih warung, mas pacar langsung aja pesen bakso 2 mangkok + es teh 2 gelas. Lalu kita nyari tempat duduk diluar, sambil ngisis gituh ! tertawa Gak pake lama, bakso pesenan kita datang.

penampakan baksonya

Ternyata bakso jumbo .. waaaaah favorit saya banget ! dan rasanya emang enak sih, pokoknya gak rugi. Gak kaya bakso-bakso kebanyakan yang habis makan langsung eneg. Ini malah saya pengen nambah 1 mangkok lagi, tapi sungkan sama mas pacar mata berputar. Prosesi makan pun selesai, dan yang bikin saya kaget lagi .. dari semua yang kita makan tadi, cuma habis 19 ribu. Terhitung 2 mangkok bakso, 2 lontong + 2 gelas es teh, murah amiiiiirrrr !! terhipnotis andai di deket rumah ada cabangnya bakso Mama, pasti tiap hari kesitu menjulurkan lidah

Sehabis makan bakso Mama, kita pun meluncur pulang .. kembali ke Blitar patria, tapi sebelum itu kita mau mampir dulu ke alun-alun Kediri. Saya pengen ngerasain tahu Pong sama es dung dung yang terkenal di alun-alun. Tepatnya di pojok belakang, ada bapak penjual tahu pong sama es dung-dung. Seperti pasangan yang tak terpisahkan .. hihihi. Setelah memarkir motor, pacar pesen tahu pong .. saya bertugas pesan es dung-dung. Kebiasaan disini ternyata, dibelakang yang jualan .. dibawah pohon besar digelar tikar; nah disitulah tempat kita duduk menunggu pesanan datang dan bayarnya belakangan, saat kita sudah mau beranjak pulang.

alun-alun Kediri punya

Tahu pong harganya Rp 5000,_ dan es-nya @ Rp 2000,_ itu udah bikin kenyang loh!  murah meriah kan? coba kalau di Malang ada makanan murah kayak gitu .. pasti uang saku saya nyisa banyak jatuh cinta

Dan bagitulah sekilas perjalanan makan-makan saya, ada sih 1 lagi kuliner enak di Kediri yang murah, enak + mengenyangkan namanya Mie Ayam Solo, buka tiap hari jam 10.00 - 15.00; sayang sekali saya tidak sempat mencecapkan lidah disana karena terbentur waktu.. ahahaha makan


SAMPAI JUMPAH !! beri semangat


Sunday, 7 October 2012

Like an Orange Juice part 2

Kuliah Kerja Nyata alias KKN, hal berikut adalah something yang bisa menjadi sebuah paranoia bagi para pacar yang ditinggalkan. Gimana enggak, ada 20'an cowok-cewek berkumpul dan hidup selama sebulan di satu rumah?. Hal itu juga yang sempat mem-parnokan pacar saya. Dia bersikeras untuk setiap hari datang menjenguk saya di posko KKN, hanya memastikan bahwa saya baik-baik saja dan hati saya masih utuh buat dia .. padahal jarak tempat tinggalnya dan posko KKN beda kota saya tidak tahu

Tak ayal, sebenarnya ke-parno-an pacar saya sedikit mengganggu. Saya harus bersikeras meyakinkannya bahwa everything gonna be okay if we're trust each other as usual. Kalimat pertama yang ia keluarkan adalah; "Coba lihat film From Bandung With Love, Apapun bisa terjadi dalam waktu 6 hari, apalagi sebulan?!". Manusiawi sebenarnya, mungkin hal ini tidak hanya saya dan pacar saya saja yang  mengalami tapi diluaran sana mungkin banyak netter yang senasib. whew!Karena pada dasarnya, rasa suka, senang, sayang dan akhirnya cinta bisa muncul kapan pun mereka mau. Witing tresno jalaran soko kulino (Cinta itu ada karena telah terbiasa) satu pepatah jawa ini memang benar adanya. Ketika lelaki dan perempuan yang sebelumnya sama sekali tidak saling kenal, lalu dipertemukan didalam keadaan yang mendukung untuk tumbuhnya benih-benih cinta, tak lagi butuh waktu berbulan-bulan untuk PDKT; jika cinta sudah berkehendak .. maka blaaaammm !! Mereka bisa saja jadian !! drooling

Lalu jalan keluar untuk mengatasi ke-parnoan dan hal-hal yang tidak diinginkan itu adalah;

ayam Jaga komunikasi dengan baik : Setiap mau tidur, pacar saya selalu nelpon .. nemenin saya sampek ngiler-ngiler.

ayam Jangan bosan-bosan kasih laporan buat pacar, kalau perlu kirim sekalian fotonya: Setiap buang air besar dan kegiatan lainnya, saya tak lupa selalu kirim SMS laporan buat pacar laughing

ayam Jangan memancing sesuatu yang mencurigakan, karena tingkat ke-suudzon-nan pacar akan sangat sensitif dan tinggi : Seperti dibonceng motor dengan cowok yang itu-itu saja, ada baiknya untuk berganti-ganti pembonceng.

ayam Sering-sering mengirim kata-kata romantis : Buat hati pacar berbunga-bunga, niscaya dia gak jadi ber-suudzon ria.

ayam Mengalah : Disaat terjadi perdebatan, saya akan lebih calm down. Karena saya yakin, pacar disana akan lebih meluap-luap lagi jika saya ikut panas.

Dan masih banyak jurus-jurus yang lain, kalau yang diatas itu cuma sebagian rahasia saya .. heuheuheu tongue tapi lumayan manjur loh, buktinya saya sebulan bisa bertahan di KKN dan jarang cakar-cakaran sama pacar (eh, emang bisa??! LOL)


Thursday, 4 October 2012

Like an Orange Juice part 1

Malam ini adalah malam pertama aku menempati kamarku pasca KKN. Kesan pertama ketika berada kembali dalam rumah ini adalah satu kata, yaitu; sepi. Agak asing rupanya, aku harus membangun ulang komunikasi dengan kesepian dan kesunyian rumah ini. Mencari chemistry dengan suatu hal yang dulunya sudah mendarah daging. Kalian tau kenapa? ...

KKN baru saja berakhir, dulu waktu diawal menjalani KKN .. aku sangat sangat sangat ingin pulang. Aku sangat merindukan tempat ini. Tapi kenapa sekarang justru untuk beradaptasi pun sulit? .. pertemuan dengan ibu ku yang notebene adalah penghuni tunggal rumah ini tidak berlangsung cukup harmonis dan mengesankan. Semua serba biasa saja, samar dan hambar. Aku justru merasa ingin kembali ke pada suasana dimana aku masih bisa berkumpul, bersuara riuh rendah dan mengumbar tawa bersama-sama mereka.