Tuesday, 16 October 2012

cin(T)a

"Kamu lebih memilih Tuhan atau pacar mu? ... " Ini adalah pertanyaan maha dahsyat yang memicu banyak dilema pasangan-pasangan muda saat ini. Beragama dan bertuhan adalah hak paling asasi dari kehidupan individu manusia. Semua aspek kehidupan tak pernah lepas dari Tuhan dan norma agama yang dianut.

Pagi ini salah seorang teman saya mengeluh kepada saya di facebook, dia ingin menjalani hubungan serius dengan pacarnya tapi tersendat satu kendala, yaitu: perbedaan keyakinan. Dia dididik dari keluarga yang memegang teguh nilai-nilai religius. Sementara kekasihnya memiliki keyakinan yang berbeda.

Saya tidak hanya sekali menemukan kasus ribet seperti ini, Menurut saya pribadi .. setelah menimbang dan memikirkan, Tuhan itu sebenarnya hanya satu karena Tuhan itu yang maha Esa, hanya mungkin cara untuk mencintai Tuhan saja yang berbeda. Jadi ketika kalian memiliki keyakinan yang berbeda, dunia belum berakhir. Masih ada hal yang perlu disyukuri bahwa kalian masih memiliki Tuhan meskipun cara untuk menyembah-Nya berbeda.

Hal ini juga terjadi kepada saya, Saya memang memiliki seorang pacar yang di KTP beragama sama dengan saya. Tapi dia apatis dengan keberadaan Tuhan. Saya mencintainya namun saya lebih mencintai Tuhan saya, maka saya mencoba untuk membawa kecintaanya kepada saya untuk sekaligus mencintai Tuhan kita. Aku menyertakan Tuhan dalam hubungan ini. Karena saya yakin, keyakinan dan agama yang saya peluk adalah benar dan tak ada kesalahan untuk menganutnya. Syukurlah, atas ridho Tuhan ..

Dan jalan keluar atas masalah beda keyakinan ini adalah bahwa alangkah baiknya jika kalian mencintai Tuhan dengan cara yang sama. Tak peduli keyakinan apa yang kalian yakini, hanya saja .. ketika kalian memiliki perbedaan yang menyangkut Tuhan dan agama (yang merupakan hak asasi), yang merupakan tiang hidup. Bagaimana dengan hak-hak yang lain? .. bagaimana dengan aspek kehidupan yang lain? .. apa tidak akan mungkin terjadi perbedaan yang lebih parah lagi? .. Jargon bahwa "Perbedaan itu indah" tidak berlaku ketika  yang berbeda disini adalah keyakinan.

No comments:

Post a Comment

GAK KOMEN = GAK KEREN