Sunday, 23 December 2012

BURUK!!

Ini adalah karangan fiktif di imajinasi sempit ku, jangan pernah percaya dengan segala yang tertera disini. Sepakat?..


Well, memang perbedaan kami banyak. Yang paling mencolok adalah abangku selalu bersikap defensif & aku kebalikannya. Ofensif & meledak-ledak. Aku punya teritori & itu mutlak tidak boleh dilanggar. Tapi abangku suka mencuri-curi celah mengencingi teritoriku (bukan dalam arti harfiah) seperti beruang grizzly. Dan itu cukup menyebalkan. Aku menawarkan perang untuknya & tentu saja ibu membelanya. Feelingku selalu buruk untuk hal ini. Dan dengan pasti, ketenangan dan kesendirian ku akan tercabut begitu saja dari hidupku untuk beberapa hari kedepan. Hari-hari menyenangkan ku akan berakhir dan berganti dengan hari-hari penuh tindakan waspada. Aku harus mempertahankan teritori ku, ya! meski sekarang wilayah kekuasaan ku itu sudah mutlak dikuasai oleh teman wanitanya. Senjata yang ampuh menurutku. Dia licik, aku menyeringai dendam. Tapi tenang, teman wanitanya akan segera kuusir pelan-pelan dari teritori ku.

Teritori ku itu adalah kamar berukuran 4x4 meter. Kamar yang bentuknya freak, bukan kamar segi empat atau persegi panjang. Tapi lebih ke trapesium yang belum jadi. Berisi segala hal yang mencerminkan 'aku', 2 meja besi kokoh yang memiliki roda , 1 kursi dan 1 ranjang. Meja hitam pertama, dihiasi dengan tumpukan novel dan buku. Meja kedua, yang didepannya ada kursinya adalah sumber kebahagiaanku selama ini. Seperangkat kesenangan yang khusus aku buat untuk memanjakan imajinasi over control-ku.  Meja kedua itu memiliki koneksi internet 24 jam nonstop. Disebelahnya berdiri kukuh seonggok gitar 'apes' yang jarang aku jamah, kenapa apes? karena sehari setelah aku membelinya, aku sudah memutuskan 2 senarnya. Lalu ranjangku yang hangat, berisi mahluk-mahluk empuk berwarna-warni seperti lampu lalu lintas. Hangat dan selalu mampu menyihirku dalam kelelapan.

Namun Argghh .. untuk malam ini aku harus mengungsi. Aku diusir dengan kejam oleh algojonya abangku (baca: Ibu). Aku diusir dari teritori ku, dari daerah kekuasaanku. Itu adalah hal buruk yang pertama. Hal buruk berikutnya adalah kesunyianku terusik, karena aku harus menarik sudut-sudut bibirku untuk memberikan kesan 'ramah' untuk tamunya abangku. Wanita itu cantik, putih pucat, mungil seperti peri dan berusaha mengakrabi ku namun tentu saja aku juga berusaha segera menghindarinya. Hal buruk selanjutnya, aku tidak bisa tidur semalaman karena harus tidur bersama ibu. Dengan badanku yang sebesar ini dan ibuku yang semungil itu, aku tidak tega jika tanpa sadar menjepitnya. Hal buruk lainnya menyusul keesokan paginya, aku dibangunkan dengan jail oleh abangku. Well, aku disuruh membelikannya asupan gizi alias makanan untuk sarapan. Aku tidak merespon cubitan abangku yang mendarat dilenganku, tentu saja. Tapi abangku cukup pintar untuk memanggil algojonya, otomatis aku terbangun dengan kaget oleh suara ibu ku yang memekakan telinga. Aku sengaja mengulur waktu dengan tujuan membuat abangku pingsan kelaparan dan akhirnya segera kembali ke negaranya sendiri.. muahahahaha senyumku menyeringai. 

Hari beranjak siang, abangku menstarter kuda berkaki empatnya. Memanasi mesinnya yang menderu halus. Yeah! akhirnya wanita itu akan dipaketkan ke negaranya. Dan otomatis teritoriku kembali,  pkl 11:38 aku menduduki kembali daerah kekuasaanku. Kamarku berganti bau, bau yang super feminin dan tak ada kemachoan di dalamnya seperti biasa. Aku melenguh senang dan jika ibu tidak membawa sapu yang sekiranya cukup sakit bila digunakan untuk memukulku, aku akan mengayun-ngayunkan ibu ku yang mungil ke langit sebagai wujud karena terlalu bahagia. 

Aku tau wanita peri itu tidak tahan didalam teritoriku, karena sebelum dia datang kamar itu sudah aku mantrai. Aku menyelusup ke pikirannya dan berkata "Kamar yang engkau masuki itu adalah satu-satunya surga yang memiliki koneksi internet 24 jam nonstop, satu-satunya tempat ku bersembunyi dari pikuknya dunia. Jadi, jangan coba-coba untuk merasa nyaman didalamnya" Lalu aku menyemprotkan beberapa semprot air kenanga di bantal dan gulingnya. Muahahaha, aku tertawa setan.


TAMAT

Ya aku tau aku sedikit gila dan under control, jadi jangan percaya dengan tulisan-tulisan bangsat diatas. Aku tak cukup pandai merangkainya menjadi prosa yang aduhai.


BASED ON TRUE STORY, last night. 



No comments:

Post a Comment

GAK KOMEN = GAK KEREN