Monday, 3 December 2012

Konsultan Galau

"Udah 7 cewek minggu ini curhat ke saya"
"Kenapa nggak jadi dosen?"
"Emang fakultas galau udah dibuka?
"..."

Begitulah kira-kira percakapan saya dengan teman karib saya di SMA dulu. Iya sih, saya merasa jadi aneh. Kenapa minggu-minggu kemarin banyak cewek yang berhamburan datang curhat ke saya. Materi yang mereka bawa berbeda-beda. Tapi yang jelas semua itu nggak jauh-jauh dari dilema percintaan. Disini saya akan merangkumnya jadi satu, siapa tahu ada yang sedang dalam masalah dan advice saya bisa membantu merumitkan masalah kamu.

1. Sebut saja Ine, dia barusan putus sama pacarnya. Pacarnya suka ngancem-ngancem nggak jelas (childish banget gak?). Masih ngebet telpon, ngebet sms. Intinya si cowok ini kepengen balikan, tapi dia nggak bisa menunjukkan itikad baik. Dan si Ine minta saran saya gimana menghindar dari cowok ini, kebetulan mereka LDR. Saya menyarankan dia untuk memasang aplikasi blokir di hapenya agar si cowok gak bisa menghubunginya. Tapi beberapa hari kemudian, Ine bilang pada saya kalau dia merasa kangen dengan mantan cowoknya itu. Saya menawarkan kepadanya, "Mau balikan? masih cinta? masih sayang? ya udah sana.." lalu dia diam, saya tahu rasa bencinya lebih besar daripada rasa kangennya. Ya wajar, kangen itu memang tidak pernah tau diri .. selalu saja bisa muncul di situasi yang benar-benar tidak diinginkan. Jika memang sudah tidak ada keselarasan, jangan memaksakan diri untuk bersama. Permasalahannya sebenarnya cuma 1, tidak ada yang mengalah. Semua serba diselesaikan dengan saling memaki dan bukan dengan diskusi. Komunikasi diabaikan sama sekali, jadi ya putusnya juga jadi nggak baik-baik.

Saran saya untuk para pasangan yang sedang menjalin hubungan, apabila kalian sudah tidak sama-sama cocok; Putuslah dengan cara yang dewasa. Kalian dipertemukan dengan baik-baik, seharusnya berpisah juga dengan cara yang baik pula.

2. Sebut saja Lydia, dia sudah menjalin hubungan selama 2 tahun bersama pacarnya. Tapi kendala terberat mereka adalah perbedaan keyakinan. Tahun pertama pacaran, mereka masih fine .. tapi setelah menginjak tahun kedua. Ego diantara mereka mulai terlihat dan mau tidak mau mereka harus berpisah. Lydia sempat galau dan meminta saran kepada saya, saya juga rada' pusing sama masalah yang satu ini. "Tuhan itu sebenarnya satu, cuma cara menyembahnya yang berbeda. Gak enak juga kan kalau kalian menyebut Tuhan dengan nama yang berbeda?? yang terpenting jangan abaikan Tuhan mu". Akhirnya Lydia memilih, Mereka saling mencintai tapi mereka menghormati keyakinan yang berbeda diantara mereka dan mereka memilih untuk tidak bersama. Ini adalah salah satu contoh putus secara baik-baik, mereka masih saling menyayangi dan bersahabat.

3. Sebut saja Riana, pacarnya tiba-tiba hilang tanpa kabar. Beberapa hari kemudian dia disamperin cowoknya dan cowoknya minta putus, tanpa ada hujan tanpa ada angin tiba-tiba minta putus. Dan usut punya usut ternyata cowoknya sudah jadian sama cewek lain yang lebih oke dari Riana, hmm.. Masalahnya disini, saat udah mau ikhlas. Tiba-tiba Riana ketemu sama mantannya di kampus, lalu galau pun menyerang. Antara sakit hati, nggak iklas dan benci numpuk jadi satu. Dia curhat ke saya, kudu gimana ngadepinnya? dia bilang juga pengen bales dendam ke mantannya.

Sebel sih wajar, orang pernah disakitin dan diputusin dengan sangat tidak wanitawi. Tapi cobalah berpikiran terbuka, belajarlah dewasa. Untuk menjadi ikhlas emang nggak segampang membalikkan telapak tangan, tapi cobalah. Ketika bertemu dengan mantan, sapalah dengan senyum; anggap diantara kalian tidak pernah terjadi apa-apa (meski lubang dihati belum sembuh benar). Cowok itu lebih mengandalkan logika, mereka akan cuek. Kamu nangis, mereka juga tidak akan peduli toh juga sudah mantan kan statusnya? .. Soal balas dendam, Tenaga  dan pikiranmu terlalu berharga untuk melakukan hal keji. Tuhan itu adil, sudahlah .. kamu tinggal duduk santai and let's karma fuck him up! :)

4. Sebut saja Bertha, dia sudah lama berpacaran dengan cowoknya. Tapi kendala muncul dari pihak keluarga Bertha, tak ada restu untuk hubungan mereka. Alasannya karena si cowok 'kurang' wah, u know-lah what I mean. Bertha dan cowoknya saling mencintai satu sama lain dan berkeinginan bahwa someday mereka bisa membangun keluarga kecil mereka sendiri dan hidup bahagia. Tapi hubungan cinta mereka nggak seindah di FTV. Bertha datang kepada saya dan bercerita, seolah-olah saya dukun dan bisa mencari jalan untuk masalah mereka  (padahal masalah saya sendiri mirip dengan ini).

Memang susah jika harus melawan keputusan dan ego dari orang tua. Jika mereka sudah bilang 'iya', maka Tuhan pun akan mengikuti ridho mereka; jika 'tidak', jangan harap ridho Tuhan akan mengikuti. Sebenarnya jika masalahnya adalah status sosial, duit, dan semua yang berbau matrealism itu mudah. Perpecahannya otomatis dengan kerja keras dan usaha. Tunjukkan kepada mereka bahwa segalanya memang butuh uang, tapi uang tidak menjamin kebahagiaan sama sekali. Disini Bertha perlu memperbaiki komunikasi dengan orang tuanya, mencoba membawa pacarnya ketengah-tengah keluarga dengan cara yang baik. Tunjukkan keseriusan kalian. Kalian tidak hanya punya nafsu, tapi juga memiliki kasih sayang, usaha dan juga pengorbanan. Semoga saja segera mendapat restu. Amin

5. Sebut saja Irina, dia barusan diputus oleh cowoknya karena belum siap diajak menikah. Putusnya juga tidak dengan cara yang baik sehingga membekaskan luka yang dalam di hati Irina. Irina curhat kepada saya, "Jika aku ingin segera melupakannya dengan menutup semua akses ku kepadanya, apa itu salah??". Tidak ada yang salah sama sekali, saya mengerti bagaimana sakitnya itu. Keegoisan mantan pacarnya yang tidak bisa menerima alasan dia kenapa belum siap membuat saya berpikir, inikah yang disebut sebagai cowok dewasa yang sudah siap menikah??.

Melupakan seseorang yang beberapa tahun belakangan ini selalu mengisi relung hati kita bukan hal yang mudah. Dan memaksakan diri untuk melupakan kenangan-kenangan itu juga bukan hal yang baik, yang bisa menghapusnya hanyalah waktu. Biarkan waktu bergulir membawa kenangan-kenangan dan sakit hatimu pergi, bebaskan dirimu. Jangan terbelenggu dengan masalah yang telah larut. Buka hatimu untuk orang lain yang lebih baik dari mantanmu. Kehidupan masih panjang dan harus tetap berlanjut.

6. Sebut saja Agni, dia adalah salah satu korban keegoisan keluarga. Dia menikah dengan orang yang usianya sepantasnya menjadi ayahnya, ini kasus yang lumayan berat. Saya lihat dari status-status fesbuknya, dia benar-benar hidup under pressure dan ingin bebas. Dia menyesali segala yang terjadi atas dirinya, namun toh apa gunanya penyesalan kalau penghulu sudah mengesahkan ikatan pernikahan itu??..
Saya hanya bisa memberi saran, bersabarlah. Karena bagaimana pun juga diawal dia sendiri yang telah mengambil keputusan tersebut. Namun, beberapa hari yang lalu di bbm dia bilang kepada saya bahwa dia akan melakukan sidang perceraian akhir desember ini.

Hikmah dari kasus ini adalah pikirkan baik-baik sebelum mengambil keputusan apapun, terutama yang berhubungan dengan masa depan dan hidupmu. Jangan tergesa-gesa dan terpengaruh oleh iming-iming apapun. Karena ketahuilah, kenikmatan harta itu tidaklah kekal.

7. Sebut saja Tita, dia ini adalah korban HTS (hubungan tanpa status). Dia dan gebetannya (belum jadi pacar) sama-sama saling menyukai dan yakin satu sama lain kalau mereka berjodoh. Tapi gebetannya memiliki pacar, namun cowok tersebut merasa comfort dan yakin bahwa cintanya itu hanya untuk Tita dan bukan untuk cewek yang sekarang menyandang status sebagai pacarnya. Saya sering menggoda Tita di fesbuk begini, "Hatimu sudah digantung sampek mana mblo?", dia tertawa. Saya tahu, dibalik tawanya dia menginginkan kepastian dan ketegasan dari gebetannya. Saya cuma bisa memberi saran, jika memang cowok itu serius .. biarkan dia memutuskan pilihannya sendiri tanpa dipengaruhi oleh siapapun. Kamu hanya perlu kejelasan, jangan mau digantung. Mantapkan hatimu juga, apakah dia benar-benar lelaki yang tepat untuk masa depanmu??..

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Begitulah sekilas beberapa curhatan teman-teman wanita saya yang sempat mampir di kepala saya dan untuk teman-teman saya, tenang .. nama kalian sudah saya samarkan. Rahasia aman kok, kecuali kalian sendiri yang membocorkan nama kalian disini! .. Muahahahaha

Terimakasih sudah mau konsultasi dengan saya, tapi jangan terlalu mengkiblat kepada apa yang saya sarankan, karena saya sendiri belum bisa memaknai dan memperlakukan kehidupan ini dengan benar.



2 comments:

GAK KOMEN = GAK KEREN