Wednesday, 25 December 2013

Wanita dan Amarah

Terlalu malam untuk nge-posting hal-hal yang berbau galauwwww... tapi daripada tidak posting sama sekali semenjak kasus kemarin, hihihi .. kasian blognya dong, cuman jadi pelarian saat gundah gulana nestapa menerpa .. halaah

Jadi gini, mmm.. semenjak kejadian kemarin itu saya berjanji kepada diri saya sendiri dan kepada pasangan terkasih saya untuk tidak lagi mengucap kata putus semudah mengucap serapah .. karena apa? karena akan banyak musuh yang mengintai dan akan mengambil kesempatan ini (evilsmile)

Sudah seharusnya pemikiran yang kekanak-kanakan ini mulai dihilangkan dan menjadi lebih realistis serta objektif.. hehehe

Ini ada beberapa tips dari Blog Cewek, juga saya gunakan sebagai acuan sih dalam berhubungan.. hihi thanks for the writer <3

  • Lihat kesalahannya dengan obyektif. Pikirkan apakah “dosa” tersebut sangat prinsip sehingga nggak bisa dimaafkan. Ataukah cuma sekedar hal sepele.
  • Cari tahu dengan pasti kesalahan pacar, dan bukan kesalahpahaman. Bisa saja kan, saat kita mengira dia selingkuh karena pengaduan seseorang, padahal kenyataannya hal tersebut cuma ulah dari orang yang sirik.
  • Beri kesempatan pacar untuk berbicara. Apapun masalahnya, jangan terbawa emosi dan memutuskannya secara sepihak. Karena hubungan melibatkan dua pihak (kita dan dia), maka bagaimanapun juga pacar memiliki hak untuk bicara. Setelah mendengarkan perkataannya, baru tentunya keputusan yang kita buat –apapun itu-- akan lebih mantap.
  • Jangan mengambil keputusan saat emosi sedang tinggi. Walaupun besar banget dorongan untuk meneriakkan kata putus ditengah pertengkaran, namun kita perlu menahan diri. Karena keputusan seperti ini perlu diambil saat otak kita sudah “dingin”.
  • Jangan remehkan kata maaf, jika memang kesalahannya masih bisa dan ingin kita maafkan. Jangan sampai rasa gengsi menghalangi kita untuk memaafkannya.
  • Berusahalah untuk memperbaiki hubungan, sebelum memilih bubar. Terutama, jika keinginan putus tersebut muncul karena merasa bosan.
  • Tempatkan diri kita di posisi dia sebelum kita memberi ultimatum putus. Ini membuat kita bisa melihat masalahnya dari perspektif yang beda. Mungkin saja, dari situ kita jadi sadar kalau pacar layak dapat kesempatan kedua.

Nah itu beberapa tips yang saya copas dari sumbernya (sumber udah dicantumin loh ya) .. semoga bermanfaat

Friday, 20 December 2013

Melepas Benci & Menata Kembali

Aku itu rumahmu, satu-satunya tempatmu kembali dan berpeluk kasih. Kemanapun langkahmu pergi menjauh dan memberi jarak, pada akhirnya tempat terakhir yang kau tuju adalah aku. Karena apa? karena hanya aku yang pantas menjadi teman dimasa renta mu.
Hal itulah yang pertama kali akan aku tamparkan kepadamu jika saja kamu benar-benar musnah dari catatan masa depanku. Terimakasih untuk tetap menggenggam tanganku seperti sedia kala, menyusun kembali mimpi untuk hidup bersama. Mengumpulkan semangat yang sempat memudar.


Skenario yang orang lain ciptakan untuk membuat aku dan kamu menjadi 2 sisi koin yang berlawanan tak akan cukup untuk memadamkan komitmen yang pernah kita ukir. Karena pada dasarnya hanya ada aku dan kamu yang memang akan bertahan, tetap mengenggam janji itu.

Dan mulai saat ini, hanya akan ada 'kita' .. mematuhi janji satu sama lain, menjaga hati untuk tetap berpegang pada satu tujuan, menciptakan kebahagiaan kita sendiri dan menciptakan rumah kecil untuk hati kita berteduh.

Semoga dikehidupan kedepan, rintangan-rintangan seperti ini tidak akan nampak lagi ~ namun jika pun ada, kami yakin bahwa semua pasti terlewati dengan baik sebagaimana mestinya ... karena cinta bukan sekedar menautkan dua hati menjadi satu, tetapi juga tentang bagaimana mengarungi semuanya bersama.


Thursday, 19 December 2013

Fade Away

Tuhan, aku sama sekali tidak pernah memintanya. Aku tidak pernah mengenalnya dan tidak tahu siapa dia di kehidupan sebelumnya. Tapi Engkau mengirimnya untuk menggantikan 'dia' yang lain. Aku menerimanya & menjaganya. Jika memang ia jodohku, biarkan dia bertahan menjaga hati yang aku titipkan...

Ketika mataku hanya tertuju kepada dia satu-satunya dan menutup mata untuk sosok yang lain, aku bahagia. Aku setia karena terbiasa untuk tidak menyakiti. Aku menjaga hati yang ia titipkan kepadaku, aku memupuk semua rasa menjadi semakin tinggi membubung. Aku memujinya setinggi langit, menempatkan dia prioritas pertamaku, menjadikan ia kebutuhan primerku. Cintanya terlalu dalam menancap kedalam kehidupanku, hingga aku rela mematuhi segala permintaannya. Hingga aku tidak sadar, dimana aku yang asli. Jika memang semua demi kebaikan, aku akan menerimanya dengan lapang. Karena aku wanita dan memang seharusnya adalah aku yang dipimpin.

Aku memujanya, terlalu memandang baik semua yang ada padanya. Itu bukan tanpa alasan, tetapi memang aku sudah jatuh dan menyerah kalah. Jatuh dipeluknya, aku menyerah untuk dimiliki. Aku tidak pernah memikirkan saat-saat dimana jika 'mungkin suatu hari dia bisa menyakiti'. Bahkan sekalipun aku tidak pernah mempunyai fikiran buruk seperti itu. Aku menyayanginya dan itu kebutuhanku.

His smell, his voice, his scent, his face and everything always about him. Mungkin saja aku bisa gila jika saja dia tiba-tiba lenyap.. hahaha

Dia adalah orang pertama yang mampu meruntuhkan segala ego dan gengsi ku. Aku ingat, aku bukanlah orang yang bisa kemana-mana pergi hanya menggunakan sandal jepit dan dia bisa membuatku melakukannya tanpa rasa malu yang mengikuti.

Dia menyempurnakanku dan selalu begitu. Kagum ku padanya sudah diatas rata-rata, lebih kepada obsesi. Dia yang pernah theis kepadaku dan taringnya menancap disini begitu dalam. Mungkin aku termakan omonganku sendiri, bahwa laki-laki bukanlah mahluk yang harus dipuja dan digilai.

Janji-janji yang pernah terucap, disaksikan Prambanan dan jalan malam malioboro yang sudah mulai sepi. Tangannya masih tetap menggandengku, menuntun jalanku yang terseok karena lelah .. senyum yang selalu terhias di wajahnya, pandangan sayu yang meneduhkan. Kedamaian berhasil memelukku jika aku bersamanya.

Ah, bernostalgia mengingat moment yang sudah setahun lebih terjadi memang tidak membuat semua keadaan membaik. Kekaguman dan rasa hormat ini berangsur memukulku mundur perlahan, aku terjebak.

Aku membatasi pergaulankau dengan teman-teman lelaki hanya untuk menghormatinya, aku menjauhkan diri dari sosialku hanya untuk menyenangkannya, aku berusaha agar bisa menghilangkan semua kekhawatiran dihatinya.

Tetapi dia berubah....

Terhitung sejak 2 minggu terakhir. Dia melakukan hal-hal yang tidak biasa. Dia adalah dia tetapi bukan dia. Aku tahu dia tidak punya cukup waktu untukku beberapa minggu ini, tapi aku hanya meminta agar tidak membuatku khawatir .. aku ingin dia menyapaku, memberi tahu apa yang dia lakukan selama tidak menghubungiku .. apakah permintaanku terlalu berlebihan? apa bisa aku mengabaikan dia?

Dia menjanjikan sebuah surprise .. kala itu adalah boneka, hahaha aku bukan anak-anak. Surprise bukan hal penting lagi, yang aku butuhkan bahwa ia yang dulu selalu ada untuk menyapa pagiku, mengatakan I love you setiap kali akan tidur, mendo'akan ku dari jauh dan menjaga ku setiap saat.

2 hari yang lalu aku bertemu dengannya, meski beberapa hari sebelumnya pernah bertengkar hebat karena rinduku yang memaksa untuk berontak. Dan aku bahagia hanya karena bisa menatap dirinya langsung, tapi hatiku sudah sakit sedari kemarin. Namun apalah artinya sakit selama aku masih bisa menggenggam tangannya? memainkan jemarinya dan duduk disampingnya ... itu adalah hal paling menyenangkan sebelum semua ini terjadi.

Yaa.. untuk pertama kalinya dia berbohong ~ bohong yang menurutnya adalah untuk kebaikanku. Tapi tetap saja itu menyakitkan, aku dengan percaya diri mengatakan bahwa 'dia tidak mungkin seperti itu!'. Namun faktanya adalah aku yang salah menilai.

Tetap saja bagaimanapun ceritanya, tetap ada nama lain yang terselip di cerita ini. Aku tidak suka. Tapi aku bisa memaafkan dan memang seharusnya begitu. Bukankah cinta adalah tentang pengorbanan, kesalahan dan maaf?

Aku ingin dia yang dulu, yang theis kepadaku. Yang meniadakan nama-nama lain di hidupnya, dia yang selalu bijaksana, keren dan tidak menjijikkan. Aku menginginkannya lebih. Dan tak akan pernah bisa menghapusnya, karena janjiku adalah hanya kematian yang bisa merenggut semua ini.

Dan jika dia bersikap 'terlalu' kepada wanita lain selain diriku, sebenarnya aku bisa saja membalas. Tapi maaf, aku bukan tipe orang yang seperti itu. Aku malu jika status ku yang tidak lagi single berulah seperti itu. Aku harusnya memikirkan bagaimana perasaan pasanganku jika tau? apa dia bisa menerima ini semua?? .. ya meski bagiku hanya biasa dan cuma gurauan. Tapi bisakah ia? .. aku rasa semua wanita juga akan marah jika ada pada posisiku. Terbukti dari beberapa kawan yang aku tanyai, ada yang langsung minta putus, ada yang marah besar, ada yang menyuruh menutup semua koneksi, ada yang hanya menangis.

Aku memutuskan tidak akan ada pernikahan untuk tahun depan, aku tidak tahu .. mungkin aku akan yakin kembali ketika dia sudah menjadi milikku satu-satunya seperti yang dulu. Memori 5 April 2012 di Jogja ... ..

Dia yang selama ini membuat aku menjadi bergantung padanya, dia yang selalu melindungiku hingga aku takut untuk melangkah sendiri. Tapi stop! aku bisa melakukan apapun sendirian mulai sekarang. Aku akan bangkit dan menarik diriku yang dulu, yang telah lama tertidur untuk bangun dan menjadi aku yang dulu. Arogan, apatis dan bahagia dengan kesendirian.

Jika hanya dengan menggenggam tanganmu saja sudah membuatku bahagia, apa itu masih terlalu berlebihan untukmu ???








Thanks for the Truth

Dan setelah kemarin sempat dibuat pusing karena masalah yang tak kunjung mempunyai ujung dikarenakan adanya ketidak pastian. Jadi aku sebagai victim bersikeras untuk mendapatkan bukti tersebut .. aku tidak mau sisi yang lain disalahkan dan sisi yang bersalah dibenarkan.

Jika ada 1 sisi yang bersebelahan lalu memberikan pernyataan yang berbeda dari kenyataan dan sisi tersebut adalah yang menurutmu benar, harusnya dikaji lagi.. apakah sisi yang lain 100% salah.

Dan ternyata otakmu mudah saja diracun, dicuci dan ditanamkan sebuah kebencian oleh sisi satunya.
Aku juga tidak membela sisi yang lain, aku hanya melihat bagaimana kebenaran itu menuntunku untuk menemukannya .. tanpa bumbu-bumbu yang dibubuhkan.

Dan benar saja, sisi yang lain adalah ular. Aku tidak mau sisi yang lain di judge begitu saja, karena memang itu salah!

Wednesday, 18 December 2013

Pembenar VS Pendusta

Ketika kamu hanya menerima pernyataan dari 1 sisi, maka kamu akan menyalahkan sisi yang lain. Cobalah untuk membongkar kebenaran dari kedua sisi tersebut, maka matamu akan tau mana yang benar.. mana yang dusta.

 Hmm.. masih sepagi ini dan sudah ada something yang perlu dibahas. Otak ku beberapa hari ini memang disuruh untuk bekerja keras, keras sekali. Bukan masalah orderan yang dikerjar deadline, tapi masalah lain yang lebih menyangkut kepada hati dan sosialku.

Cerita berawal dari emosiku yang membuat perkara semuanya menjadi rumit dan kepada amarahku yang meledak. Memang seringkala tak adil jika kamu mematuhi peraturan yang dibuat olehnya akan tetapi ia tidak mau mematuhi apa yang kamu minta.

Ketika aku merasa bahwa sudah bisa mencintai dengan benar, justru aku dihantam oleh sesuatu yang diluar dugaanku. Aku terlalu naif, terlalu memandang apa yang aku yakini adalah benar. Dan ternyata itu SALAH!

Aku salah dan akan terus begitu ... Kesalahanku membuat masalah yang ada semakin runyam. Dibumbui dengan orang-orang yang mengatakan cerita dengan versi yang berbeda. Aku adalah victim, tidak begitu seharusnya ending itu berakhir. Tidak ada orang yang buru-buru harus dicap sebagai terdakwa. Berpikir dan bekerja seperti seorang jaksa, mencari kebenaran dari bukti..  itu perlu, agar semua tahu siapa yang harusnya disebut pembenar dan siapa yang harus dikatakan sebagai pendusta.

Aku tahu bahwa semua yang benar harus diperjuangkan ...

Tuesday, 17 December 2013

Gila?

Ibu aku tau apa yang sedang ada didalam benakmu, mungkin mengira aku mendadak gila atau juga mungkin engkau berasumsi bahwa anak bungsumu ini mulai menderita ketergantungan akut kepada layar laptop karena sudah meneriakinya berkali-kali. 

Tapi ibu, berkatmu .. aku tahu, bahwa sekeras apapun aku memaki dan mengumpat tembok yang ada didepanku .. engkau tetap mendekapku dalam pelukmu yang menenangkan. 

Aku tidak gila ibu, badanku mungkin mendidih.. tapi akalku masih waras. Mataku mungkin nanar dan berair, tapi aku masih bisa mengeja namamu dengan baik ..

Tuesday, 10 December 2013

Tak Lagi Sama

Malam kembali menemuiku, dalam temaram dan hampanya ruangan ini aku terjebak dalam keadaan yang sebenarnya selalu ingin aku hindari. Terjebak oleh ulahku yang menyeret dia yang terkasih. Entahlah, antara aku dan dia adakah pembatas ‘lebih’ yang memaksa kita untuk berpisah? Adakah sesuatu yang menghalangi hubungan yang telah terjalin lama ini? Adakah? ..

 Jika orang lain terpaksa berpisah karena adat ataupun perbedaan agama, mungkin yang akan terjadi dengan ku adalah berpisah karena ego dan kesabaran yang tertelan kemarahan nurani yang meninggi. Sebenarnya banyak yang menyayangkan, banyak yang melarang dan mencoba memberi jalan terbaik. Aku pun juga sebenarnya tidak mau untuk terjerumus ke keputusan ini, keputusan yang membuat kita Menjadi orang lain untuk hari-hari selanjutnya..

Tapi ego ini merongrong jiwaku, menerjemahkan kemarahanku kedalam sayatan hati yang begitu dalam. Atau mungkin ini hanya tentang waktu. Waktu yang menyamar menjadi penggoda. Menggoda keterikatanku dengannya, mencoba menggoyahkan segalanya. Aku terlalu mencintai segala yang ada padanya, aku terlalu takut kehilangannya barang sedetik, aku yang selalu membebaninya dengan segala curahan sayangku. Aku yang tidak bisa menunjukkan perasaanku dengan cara yang baik, aku yang selalu terbujuk oleh ambisi dan obsesi. Segalanya memang telah berubah, mungkin.. waktu membuat semuanya layu, akal ku pun tak berfungsi dengan baik.

Aku memang tak pernah menjadi baik sedari awal ...

Tapi didalam lorong jiwa ini, masih ada secercah panggilan kecil yang menyerukan bahwa AKU INGIN KEMBALI… Namun aku tidak tau, akankah bisa membebaskan mu lagi? …

Saturday, 23 November 2013

Berpisah

Malam minggu ini adalah malam yang sama dengan malam-malam sebelumnya. Kegiatan masih sama, sibuk nge-crafting orderan yang alhamdulillah-nya belum sempet keputus. Tapi ada 1 hal yang harus aku tulis disini, 1 hal yang membuatku mungkin akan merasa kehilangan.

Jadi ceritanya aku ngejual laptop kesayanganku yang udah best friend banget. Namanya Bleki, yup sesuai dengan warnanya. Dia adalah Compaq 510, dibeliin sama ayah waktu mulai masuk kuliah tahun 2009 silam. Sebenarnya aku bukanlah tipe orang yang suka menjual barang-barang yang sudah lama bersamaku. Yaa mungkin karena 80% kehidupanku aku habiskan dengan barang-barang tersebut. Aku merasa mereka memiliki nyawa, meski diam tak bergerak.

Lalu pertanyaannya adalah, "Kenapa rela menjual Bleki?" ...
Oke, aku bakalan jawab.. Pembeli bleki bukanlah orang lain, dia adalah pacarku sendiri yang notabene aku 'paksa' buat mau ngebeli Bleki, soalnya kalau yang ngebeli adalah orang lain, tentu saja aku gak rela. Alasan selanjutnya adalah aku pengen punya komputer built-up, pengen banget (kalau bisa sih ya ngrakit sendiri, s.kom gitu loh? hahaha). Tapi yaa untuk mewujudkan mimpi itu aku harus mengumpulkan uang dan salah satunya dengan menjual si Bleki :'(

Mungkin aku gak akan sekarat kalau berpisah dengan Bleki, karena aku masih punya satu soulmate lagi.. si Aspire. Notebook mungil Acer aspire one D270 yang sebelumnya adalah milik ayah, namun tidak terpakai dan dihibahkan padaku. Tapi rasa kehilangan itu jelas akan selalu ada, karena adaptasi ke layar kecil yang hanya 10" itu juga bukan perkara yang mudah. Apalagi aku biasa buka-buka software desain untuk menyelesaikan orderan.

Bleki juga dari tahun 2009 sampai sekarang masih awet, belum ada kerusakan hardware .. paling cuma batrenya aja yang udah lowbat parah (penyakit kebanyakan Compaq). Waktu masih kuliah dulu juga dia yang selalu nemenin hari-hariku dikost, dari mulai aku bangun tidur sampai tidur lagi. Dia juga yang ngebantu aku ngerjain tugas akhir dan semua tugas-tugas kampus. Dia juga yang dengan rela mau aku jadikan kelinci percobaan dsb.

Ahh tapi aku harus iklas melepasmu Bleki, aku yakin kamu ditangan yang tepat. Dan tetaplah awet sampai anak-anakku kelak, biar mereka juga mengenalmu.

Farewell my best friend. Ini adalah malam terakhir aku menggunakannmu untuk posting di blog ini...




Monday, 4 November 2013

November Wish List

Hmm .. welcome november, bulan ke sebelas. Di postingan kali ini saya ingin merangkum beberapa keinginan saya, yaaa cuma iseng-iseng sih kali aja Tuhan ngasih .. hehe

1. Berharap bulan ini bisa ngisi paketan internet yang gold, yah minimal silverlah biar leletnya gak parah
2. Pengen pasang tv kabel, kenapa? karena saya suka sama National Geographic Channel .. kalau gak pasang tv kabel, mana bisa?? ada rekomendasi tv kabel yang murmer?? hehe
3. Usaha saya melebar ke percetakan juga, semoga bisa berjalan beriringan dengan usaha crafting saya. Amin
4. Cicilan saya lunas, hahahaa

Sudah sementara itu dulu keinginan saya untuk bulan ini, semoga semua bisa terwujud tepat waktu. Kalau memang belum, yaa memang belum rejeki di bulan ini ... keep smile ^^v

Tuesday, 29 October 2013

Penting Gak Penting

Aku adalah tipe orang yang paling tau bagaimana caranya marah, mungkin marah adalah salah satu bakat alamiku yang mendarah daging dan susah atau mungkin malah nyaris tidak bisa dihilangkan. Malam ini aku marah, marah ku bukan tanpa sebab .. atau memang hanya aku yang membesarkan masalah sepele?...

Aku benci LDR, kalian tau kan? long distance relationshit, dimana kepercayaan dan komunikasi dijadikan pegangan untuk hubungan semacam ini. Nah, aku sama pacar ceritanya lagi jauh-jauhan .. dia ada dikota seberang untuk menunaikan kuliahnya. Aku tau dia selalu sibuk kalau sudah kembali menjajaki dunia perkampusan, tapi paling tidak disaat malam harusnya dia memprioritaskan untuk memberikan waktunya hanya untukku. Bukan untuk kegiatan sosial atau organisasasi. Aku egois? ya tentu. Itu adalah aku, caraku mencintai juga seperti itu. Ketika aku memprioritaskan sesuatu, harusnya sesuatu itu juga turut memprioritaskan ku. Bukan berat sebelah dan justru hanya satu yang memprioritaskan.

Aku juga sangat benci saat sedang ngobrol di whatsapp atau media online lain tetapi dia balasnya lama. Kalau aja hape ini belinya gak pakai uang, mungkin sudah aku lempar kemana-mana. Am I childish? .. ya mungkin aku kekanak-kanakan, atau mungkin aku harusnya dikembalikan ke PAUD. 

Tapi 1 hal yang harus digaris bawahi adalah kamu akan merasa kehilangan ketika gangguan-gangguan kecil dariku seperti itu tidak lagi menghampirimu. Ketika aku berubah menjadi acuh dan mengabaikanmu melebihi yang kamu lakukan. Entah itu kesengajaan atau tidak, aku adalah pembalas dendam jitu.

Yaaa.. untuk saat ini silahkan menyibukkan diri dengan hal atau benda-benda lain, itu hidupmu dan aku pacarmu atau cuma 'sekedar'. Jangan lihat aku seperti ada, anggap juga tulisan-tulisan ini hanya luapan emosi ku yang hanya bisa kamu baca dan lupakan begitu saja. Tapi ini lebih baik daripada aku harus berteriak-teriak kepadamu? bukankah lebih baik aku marah-marah disini? .. 

Bertepuk tanganlah karena aku tetap saja merengek dan lambat laun akan mengacuhkanmu sepenuhnya...

Friday, 25 October 2013

Mereka Aku Manfaatkan :D




Bosan

Bosan sih sebenarnya kalau tiap hari yang dikerjain cuma flanel, apalagi pesenannya juga masih itu-itu saja .. Nah, untuk mengusir rasa bosan itu, saya mencoba membuat handmade lain. Dan taraaa... semoga gak terlalu buruk ^^v



Hobi dan Hoki

Oke sepertinya saya harus jujur kepada kalian pembaca setia blog ku, pagi ini saya ingin membuat pengakuan. Sebenarnya alasan kenapa saya jarang muncul di blog karena saya sedang disibukkan oleh hobi baru, yaitu crafting. Saya mengkhususkan diri untuk jadi felt crafter, yaitu spesialis pembuat kerajinan tangan dari bahan kain flanel. Dan apa itu kain flanel? akan saya jelaskan di postingan selanjutnya.

Pertama kali nge-craft saya membuat bros, lalu beranjak ke kotak tisu dan toples dan untuk sekarang sedang konsen di boneka. Ha? boneka?.. Iya, boneka wisuda/ couple dan profesi ..

Saya tidak tahu, ini bagus atau tidak .. yang tahu adalah para customer setia dan reseller saya, hehehe ..

















 


 Tapi, jika hobi saya ini bisa mendatangkan hoki .. kenapa tidak dilanjut? yaa meski tidak seberapa, tapi berapapun laba yang masuk .. harus tetap disyukuri.

Thursday, 24 October 2013

Ego adalah Biang Keladi

Hari ini tidak berjalan begitu baik, entah setan apa yang merasuki ku .. hari ini aku benar-benar jadi pelupa. Pasalnya hari ini tadi aku menemui beloved untuk menitipkan sepasang boneka orderan yang sudah jadi. Tapi sesampai ditempat tujuan, aku justru tidak membawanya. Aku lupa, benar-benar lupa. Beloved mengajakku makan, tentu saja makanan favoritku .. bakso jumbo di warung pinggir jalan yang sebelahnya adalah sawah. Makan disitu rasanya seperti sedang berada di gubug dengan semilir angin yang tak henti menyapa. Aku tau, tujuan dia membawaku ketempat ini adalah untuk memperbaiki mood-ku. Tapi tetap saja, aku masih kecewa dengan diriku sendiri. Kenapa bisa se-lalai itu? .. apa yang aku pikirkan ? ..

Lalu aku mengutarakan keinginanku kepada beloved bahwa aku ingin kembali pulang mengambil boneka dan menitipkannya padanya. Tapi, dia menentangnya. Dan keadaan memanas, karena marahku hanya diam .. tidak banyak yang aku lakukan. Beloved menasehatiku, aku tau dia hanya tidak ingin aku terlalu capek. Dia memang selalu begitu, selalu memikirkan hal-hal tentangku melebihi aku. Tapi keras kepala-ku memang belum tertandingi sampai sekarang, aku tetap ingin mengambil boneka orderanku.

Dan aku justru marah kepada orang yang mencoba melindungiku, orang yang selalu menghindarkanku dari masalah ... Ego-ku, berhentilah merong-rong keegoisan. Sekali saja biarkan aku menjadi orang yang bisa menerima, bukan seorang pemberontak dan pembangkang.

Sebenarnya aku lelah selalu marah-marah, tapi itulah aku. Entahlah, aku selalu punya stok marah yang tak terbatas..

Tuesday, 22 October 2013

Sendiri

Dear blog, apa kabarmu? tiba-tiba aku rindu. Setelah sekian lama gak menyapamu, akhirnya aku sadar akan sesuatu .. menulis adalah salah satu konsep kebahagiaanku (iya, kayak kata om Deddy Corbuzier barusan.. hahaha). Dan kamu adalah wadahku berkisah.

Kali ini aku tidak ingin membicarakan orang-orang hasil observasi ku. Aku ingin membicarakan diriku sendiri, yaa.. aku. Aku yang selama ini sepertinya selalu hidup dengan santai dan bahagia. Temanku ada yang bertanya, sebenarnya apa yang membuatmu bisa begitu menikmati hidup?... aku sendiri tidak memiliki pegangan apa-apa dalam menjalani kehidupan ini, aku hanya menuruti alur dan skenario sang Maha. Hidupku sebenarnya tak selamanya mulus, kadang kala juga aku dihampiri oleh masalah. Cuma memang aku adalah tipe orang pemikir namun tidak suka dibebani, jadi aku sering menganggap biasa akan masalah-masalah yang menimpaku. Sampai aku punya statement sendiri seperti ini "Kelamaan aku cuekin, lama-lama 'masalah' juga akan bosan sendiri menghampiriku".
Aku ini sebenarnya munafik, membohongi diriku sendiri dengan perkataan bahwa masalah tidak cukup begitu kuat untuk mengadakan perang denganku. Aku selalu bisa jadi pemenang. Kelihatannya memang sangat angkuh, tapi itulah aku.
Aku adalah orang yang tak jarang menyempatkan menangis ketika akan tidur. Topik yang membuat menangis juga tidak tentu, tapi yang paling sering adalah ketika aku membayangkan ketika suatu saat nanti aku akan berpisah dengan kedua orang tua ku, dengan kekasihku dan dengan orang-orang yang menyayangiku. Mungkin aku terlalu muda untuk mengkhawatirkan itu dan aku terlalu mencintai duniawi. Mungkin juga karena Tuhan terlalu baik padaku sehingga memberikan kebahagiaan-kebahagiaan yang berlimpah sehingga sedikitpun aku tidak ingin melewatkannya. Aku tau itu salah, harusnya aku juga berpikir tentang akhirat dan berpositif thinking bahwa nanti disana aku akan dipertemukan dengan orang-orang ini.

Aku memang terbiasa menyendiri, tapi sejujurnya aku takut untuk mengalami arti 'sendiri' yang sebenarnya. Sendiri ditinggalkan oleh orang-orang yang aku kenal, sendiri terasing didalam antah berantah.  Aku begitu mencintai orang tuaku dan dia (insyaAllah jadi calon suami ku kelak, amin). Aku memang seharusnya tidak membayangkan sesuatu yang buruk, tapi memang pikiran-pikiran itu selalu muncul ... muncul disaat aku ingin tidur dan mengistirahatkan otak ku.

Apakah ini memang dampak kehidupanku yang terlampau bahagia sehingga aku menjadi sangat takut untuk sendiri ? ...

Friday, 2 August 2013

Aku Meniti Angka 0

Assalamualaikum ...
Page ini adalah page khusus untuk memperkenalkan diri saya secara personal. Saya adalah pemilik dari Loida Handicraft, nama saya adalah Suci Rohmasari dan lahir pada hari Jum'at, 29 Maret 1991 di Blitar. Saya adalah anak bungsu dari 2 bersaudara. Ayah saya di Medan dan abang saya ada di Jakarta, sedangkan saya sendiri semenjak wisuda sudah tidak lagi menetap di Malang dan sekarang menemani ibu dirumah. Rumah saya di ujung timur kabupaten Blitar, disebuah desa kecil bernama Banjarsari.
Mengenai usaha kecil saya ini, awalnya saya adalah seorang pengangguran yang tertekan dengan keadaan sekitar. Untuk sekedar informasi, saya wisuda pada tanggal 20 Oktober 2012 dan semenjak itu pula saya resmi menyandang gelar 'pengangguran'. Saya mengambil jurusan sistem informasi dan sekarang menyandang gelar S.Kom. Tapi sepertinya selama 6 bulan saya mencari kerja, keberuntungan belum berpihak kepada saya. Awalnya memang tidak ada yang menyuruh kerja, tapi saya malu karena sering ada celotehan dari sekitar bahwa sarjana masa' nganggur? ..

Tapi pada suatu hari, ketika ibu saya jatuh sakit... saya mulai menghapus keinginan saya untuk bekerja. Saya ingin mengabdi dan menemani ibu yang hanya seorang diri dirumah. Akhirnya saya pun putar otak, bagaimana menghasilkan uang tanpa harus keluar rumah.

Dan saya rasa, Allah mendengar pinta saya. Saya mulai berpikir tentang flanel. Dulu waktu SMA, dipelajaran ketrampilan saya sudah diajari tentang dasar kreasi flanel meski tidak mahir tapi paling tidak saya sudah bisa tusuk feston.

Saat pertama kali belajar, saya hanya menggunakan sisa-sisa kain flanel waktu saya SMA dulu. Dibawah ini adalah kreasi flanel pertama saya. Saya belajar secara otodidak, internet sangat membantu saya kala itu.


Lalu saya minta pendapat orang-orang terdekat saya, apa saya bisa ? apa karya saya cukup mampu memikat pasaran? .. saya minder, saya lihat di internet kreasi flanel-nya sangat bagus-bagus.

Tapi mereka adalah orang-orang hebat yang selalu men-support saya, terimakasih untuk ibu dan pacar yang senantiasa mau menjadi tempat saya berkeluh kesah. Dan akhirnya kotak tisu pertama saya lahir,

Waktu itu modal saya 1 juta dan itupun adalah sisa tabungan semasa saya masih kuliah dulu, karena tidak mungkin meminta modal kepada orang tua. Saya sudah terlalu malu untuk meminta. Dan setelah berjalan kurang lebih 1,5 bulan ... Alhamdulillah, maha besar Allah. Rejeki memang tidak pernah tertukar.

Pesananan datang bertubi-tubi sampai saya kewalahan karena work alone sampai saya memutuskan diawal bulan puasa, saya close order meski sangat sayang sekali.

Begitulah kira-kira kisah panjang saya mengenai awal kehidupan ber-flanel saya. Semoga ini menjadi awal pembuka pintu rejeki saya, amin. Terimakasih untuk yang sudah sudi mampir dan membaca.

Walaikumsalam ...

Saturday, 27 July 2013

Pilihan

Masih menancap jelas dipikiran, jauh disana ada yang mendo'akan bahwa aku adalah sarjana yang tidak akan pernah sukses. Yaaa.. memang aku tidak menggunakan ijasahku untuk bekerja. Aku memilih dirumah bukan karena aku malas, alasan ku hanya satu: IBU. Aku anak bungsu yang setiap harinya menghadapi keluhan ibu, anak mana yang tega meninggalkan ibu nya sendirian dengan badannya yang sudah mulai menua? Ibu ku sudah tidak sebugar ketika aku masi abu-abu putih. Aku menelan mentah-mentah semua gunjingan dari semua orang, mereka banyak yang menyuruhku untuk mencari kerja diluar dan meninggalkan ibu. Aku rasa mereka hanya kurang peka dan kurang 'mikir'. Dan apa hak mereka jika kedua orang tua ku saja lebih memilih menyimpan ku dirumah?

Aku pun banting setir, cari duit tidak harus sesuai dengan ijasah kan? Dan sujud syukur, Allah mulai mengijabahi setiap do'a yang terhambur ke langit. Usaha jalan dan tetap bisa menyanding ibu setiap hari itu adalah anugerah.
Meski hinaan datang mengalir seperti air di penghujan, tapi apa artinya semua hinaan itu jika ibu ku saja selalu bangga terhadapku? ... usaha ini memang masih kecil dan belum menampakkan untung yang wah karena masih merintis dan benar-benar dari nol. Modalnya juga hanya sisa tabungan ku hasil dari menyisihkan uang saku semasa kuliah dulu. Tapi aku yakin, dibawah restu ibu .. aku bisa menerjang apapun yang menghadang didepan. Aku yakin Allah juga turut me-ridhoi jalan yang aku ambil ini. Dan semoga di masa depan, aku mampu membayar semua pengorbanan kedua pahlawan ku. Amin



Sunday, 30 June 2013

Piaraan Baru

Heeeiii setelah lama menghilang, akhirnya saya muncul lagi.. huahahaha. Kali ini saya ingin memperkenalkan hewan peliharaan saya yang baru. Setelah kemarin usut punya usut habis kelabakan karena mengatasi ledakan populasi hamster, hamster yang semula cuma sepasang lalu menjadi porak poranda dan muncul bayi-bayi hamster sampek 35 ekor. Akhirnya saya frustasi dan memberikannya ke pet shop disekitaran rumah. Sekitar 2 bulanan saya tidak memiliki peliharaan apapun, rasanya sepi. Akhirnya 2 hari yang lalu waktu mengantar ibu ke pasar .. saya melihat penjual burung dan menemukan sepasang burung cantik berwarna hijau bintik-bintik hitam. Saya menanyakan harganya, ternyata itu adalah burung parkit dan harganya sepasang adalah 100K. Wew.. burung parkit yah? sesampai dirumah akhirnya saya browsing-browsing mengenai all about this bird. Dan yeah!! akhirnya saya memutuskan untuk memelihara burung yang satu ini. Saya langsung meluncur ke berniaga.com dan disana kebetulan ada yang memasang iklan burung parkit mulai dari anakan, siapan dan indukan. Harganya pun terjangkau, anakan sepasang dihargai 70 ribu, siapan sepasang dihargai 80 ribu dan indukan sepasang dihargai 100 ribu. Saya mencomot nomor handphone penjualnya dan mulai ber-SMS ria. Lokasi penjualnya tidak jauh dari rumah, yaitu di Ploso, Selopuro - Blitar. Saya langsung menanyakan apakah indukan yang warna biru sama putih ada? lalu dijawab ada dan harganya kalau sama yang warna putih itu 110 ribu. Lalu saya menawar indukan warna biru dan ijo 90 ribu, akhirnya kita sepakat. Hari sabtu kemarin (dengan diantar mas pacar .. hihihi) saya meluncur ke tempat penjualnya dan Oh my God!! ternyata yang jual itu adalah temen SMP saya dulu .. hahaha saya gak nyangka. Saya diajak melihat langsung burung-burung parkit dikandangnya. Tapi mata saya langsung jatuh cinta sama sepasang parkit warna biru dan putih yang dipisah dari yang lain. Mereka berdua entahlah .. seperti kelihatan elegan dan berkelas .. haisss. Akhirnyas saya menawar sekaligus merengek ke teman saya untuk membeli yang biru dan putih dengan harga 100 ribu. Dan yeaayyy jurus memelas saya berhasil, sepasang parkit biru putih itu akhirnya saya bawa pulang ke rumah. Sesampainya dirumah, karena belum punya kandang burung.. parkitnya saya taruh di kandang bekas hamster, kan hampir mirip .. cuma dihilangin aja mainan hamsternya. Tapi sore harinya, paman saya memberikan saya sebuah kandang burung dari besi warna ijo .. meski kumel, tapi lebih baiklah daripada ditempatin dikandang hamster. Malam harinya si parkit jantan udah mulai ngoceh gak karuan walau sempet ada insiden kandangnya ditubruk kucing saya waktu saya taruh diatas meja .. huh

Dan pagi hari ini ... mereka saya gantung diluar agar mencari udara segar dan efeknya adalah si jantan dan betina berkicau bersahut-sahutan. Aaahhh.. senangnya.



Gimana ?? cantik dan elegan bukan? :P

Friday, 24 May 2013

Fobia Sosial


Jadi inget, dulu waktu kuliah sering dibilang fobia sosial gegara saya sulit diajakin main keluar sama temen-temen. Entah itu nge-mall, nonton, belanja ataupun sekedar berburu kuliner. Kebanyakan ajakan mereka saya tolak, emang susah sih karena setiap menolak, mereka pun menggerutu dibelakang. Tapi saya acuh, karena dunia saya berada didepan monitor. Saya lebih memilih mengunci diri dikamar kost dan menyendiri. Mungkin itu juga faktor kenapa selama hidup 3,5 tahun di Malang, teman saya hanya itu-itu saja.

Tapi dibalik kebiasaan seorang loner tersebut, sebenarnya ada motif kuat yang membuat saya jarang ikut main dengan mereka. Alasannya yaitu simple, saya ingin berhemat. Karena ketika saya mulai berfoya-foya diluar sana, saya inget tujuan awal saya ke Malang itu buat nuntut ilmu bukan untuk ngehabisin duit. Dan saya juga harus ingat bahwa Ayah saya rela kerja keras, banting tulang dan harus jauh dari keluarga .. mulai dari Indonesia bagian timur sampai Indonesia bagian barat beliau jajaki hanya demi menyekolahkan saya. Saya hanya merasa beruntung saja karena mampu meraup pendidikan sejauh ini. Tinggal minta, dikasih .. begitu kasarnya. 

Jadi sebenarnya, saya bukannya fobia sosial. Tapi memang dulu itu terlalu banyak yang harus saya manage sehingga kebutuhan yang bersifat tersier seperti itu bisa terhindarkan dengan sengaja. 

Dan banyak hal positif lainnya dari hidup seperti itu, saya jadi bisa beli gadget dengan tabungan saya sendiri tanpa harus ngemis ortu :v

Tuesday, 14 May 2013

Takdirku Bukan di Kamu



Pagi ini begitu menyejukkan, entah kenapa aku merasakan kedamaian disini semenjak kepergiannya. Hati ku terasa bebas lepas tanpa beban, aku mensyukuri perpisahan dengannya. Dengan pria yang sudah setahun ini sempat mengisi relung jiwaku dan selama setahun itu membuatku merasa terpenjara. Membuatku terasing dari dunia ku dan teman-temanku.

“Kinan!!” teriak Bertha dari kejauhan. Aku melihat sosok penganut femininitas ini dari jauh, dia melambai ke arahku. Senyumnya menyeringai manis, rambutnya berkibar menyapa angin dan kalau saja aku melihat dari kacamata seorang cowok mungkin seketika aku akan jatuh cinta dengan sosok ini.

            Aku membalas lambaian tangan Bertha dan ia berlari kecil ke arahku, manis sekali tingkah gadis ini. Dan entah kenapa aku begitu merindukan sosoknya yang sudah setahun ini sempat menjauh dari kehidupanku. Bertha berlari menyongsongku dan memelukku.

“I miss you so much darl!” Bertha membisikkan kata itu tepat ditelingaku. Aku bisa merasakan nafasnya dan degup jantungnya yang tidak teratur. Aku tahu bahwa kebahagian Bertha sedang meluap-luap.

“I miss you too, maaf ya .. aku baru kembali sekarang” jawabku lirih. Jika ada orang lain yang menonton adegan ini, pasti mereka menyangka kami adalah sepasang lesbian yang sedang melepas rindu.

            Bertha melepaskan pelukannya dan duduk disampingku, dibangku taman kampus ini kami dulu sering menghabiskan waktu bersama hanya untuk mengobrol atau sekedar untuk melepas penat akan mata kuliah yang seringkali membunuh.

“Jadi?..” tanya Bertha kemudian. Ekspresinya penuh dengan rasa penasaran, mukanya yang seperti buah plum membuatku gemas. Aku menghela napas dan membuang jauh pandangan kedepan.

“Aku akhirnya bebas dari penjara yang aku buat sendiri, aku terlalu lama bertahan dan menikmati ketersiksaaan itu. Meninggalkan kamu, meninggalkan semua orang-orang yang peduli terhadapku dan mencampakkan duniaku. Berlagak jadi munafik dan pada akhirnya aku kehilangan diriku sendiri” aku menghirup oksigen dalam-dalam dan merilekskan diri.

“Tapi kamu yakin akan keputusanmu? Orang tua mu bagaimana?” tanya Bertha lagi.

“Well, aku melakukan semuanya dulu juga demi papa sama mama. Tapi aku sadar, aku bukan boneka yang selamanya bisa diatur oleh skenario yang mereka buat. Tapi disatu sisi, aku ingin mengabdi kepada mereka. Dan setahun bersama Bagas adalah bukti pengabdianku, aku mencoba untuk bertahan selama mungkin bersama Bagas. Tapi akhirnya batinku sendiri yang meronta dan berontak. Semakin lama aku bersamanya, semakin aku tidak mengenali diriku sendiri.” Bertha menepuk pundakku dan memberi pandangan prihatin terhadapku.

“Aku membuat keputusan besar dengan memilih meninggalkan Bagas dan keluar dari rel yang sudah mereka buatkan untukku. Aku keluar dari zona aman dan berusaha menantang takdirku sendiri. Sejauh ini aku masih yakin bahwa takdir ku memang bukan bersama Bagas. Penjara yang Bagas buatkan untukku selama setahun ini benar-benar membuatku nyaris gila. Terlalu banyak aturan dan terlalu banyak larangan. Aku seperti hidup didalam sebuah game, game yang dimainkan oleh orang lain.” Aku menunduk dan ingin sekali berteriak, emosi ku mulai terpancing. Bertha terus berusaha menenangkanku dengan membelai lembut pundakku.

“Dan seminggu setelah berpisah dengan Bagas, aku seperti terlahir kembali dan menjadi diriku sendiri. Diriku yang dulu, yang sempat hilang.” Lanjutku.

            Bagas adalah lelaki pilihan kedua orang tuaku, mereka yakin bahwa dengan bersama Bagas seluruh kehidupanku akan terjamin dan kebahagiaan akan menghampiriku. Tetapi pada nyatanya, bersama Bagas sama halnya dengan menyerahkan kehidupan kepada seorang pemuja kehidupan perfectsionist.

“Lalu bagaimana dengan papa sama mama mu? Mereka mau terima keputusanmu?!” tanya Bertha kemudian.

“Awalnya tidak, tentu saja tidak.” Aku mengambil nafas dalam-dalam dan memberikan jeda dalam obrolan berat ini.

“Perlu proses yang lama meyakinkan kepada mereka bahwa Bagas bukan yang terbaik. Aku sempat depresi dan down karena terlalu banyak pressure yang aku dapat dari keadaan. Dan mama sepertinya belum kehilangan naluri keibuannya, mama tahu kalau aku tersiksa. Lalu entah kenapa, keadaan menjadi baik dan berbalik mendukungku” lanjutku kemudian.

“Selamat ya darl, aku turut bahagia atas kebebasanmu dan selamat datang kembali ke kehidupanmu” Bertha kembali memelukku. Harusnya diatmosfir yang seperti ini aku menangis, tapi air mata ku sepertinya sudah terkuras habis kemarin-kemarin. Aku menyunggingkan senyum kecil dan semakin erat memeluk Bertha.

***
“Hei, lihat siapa yang datang??!” seru Adnan menyambutku.

“Hay guys! Miss you all a lot!” aku melemparkan senyum kepada ketiga cowok didepanku ini. Mereka adalah Adnan, announcer di fakultas ku lalu ada si kembar Ferry dan Ferdy. Si kembar kompakan melotot ke arahku.

“Si anak yang hilang sudah kembali ke pelukan kita!!” seru keduanya. Aku tertawa dan tak pernah sebahagia dan sebebas ini. Aku masih beruntung karena memiliki teman-teman karib yang mau menerimaku kembali setelah aku meninggalkan mereka selama setahun ini.

Dan yang terpenting sekarang aku adalah Kinan yang dulu, bukan Kinan yang bak putri dari kerajaan antah berantah. Dipaksa untuk menjunjung etika dan attitude setinggi mungkin. Aku sekarang bisa bernafas lega karena terlepas dari jerat aturan dan larangan yang membelit.

“Pilihanmu ada ditanganmu, takdirmu ada digenggamanmu”



.

Sunday, 28 April 2013

Selamat Jalan Ustadz Jeffry Al Buchori

Inna Lillahi wa inna ilaihi raji'un ...


Jum'at pagi sekitar pkl. 07.00 saya menerima broadcast message dari teman saya di bbm. Broadcast tersebut berisi kabar yang mengejutkan, yaitu Ustadz Jeffry Al Buchori (salah satu ustadz idola saya) telah dipanggil menghadap Allah swt. pada Jum'at dini hari dalam insiden kecelakaan tunggal. Saya langsung terperanjak kaget tidak percaya, lantas saya searching di Google dan memang ternyata itu bukan kabar hoax. UJE benar-benar telah meninggalkan kita semua.


Orang baik, wafat di hari baik. Mungkin kurang lebih seperti itulah yang terjadi pada ustadz, kaum muslim percaya bahwa orang yang meninggal pada hari Jum'at akan terbebas dari siksa kubur. Saya tidak mengenal Uje, tapi saya mengidolakan beliau. Cara berdakwah nya yang 'apa adanya', lugas, tegas dan blak-blakan menjadi ciri khas tersendiri.

Rasa kehilangan yang amat terasa hingga 3 hari ini membuktikan bahwa Uje adalah seseorang yang mulia dan patut untuk dikenang. Beliau adalah pioner da'i-da'i muda Indonesia. Kepergian beliau yang begitu tiba-tiba membuat semua orang yang mencintai dan menghormatinya merasa amat sangat kehilangan. Terutama adalah mbak Pipik Dian Irawati (istri Uje).

Saya beberapa hari ini memang mengkhususkan diri menonton acara infotainment demi melihat prosesi pemakaman Uje. Dan percaya tidak percaya, saya ikut terlibat secara emosi saat melihat mbak Pipik begitu terpukul. Air mata saya turut mengalir, hati saya ikut merasakan kesedihan yang amat mendalam. Tapi lagi-lagi, Allah sang maha pemilik, maha pemberi hidup.



Ketika melihat kesedihan mbak Pipik yang begitu mendalam, saya sempat geram dengan para artis yang melakukan tindakan kawin cerai. Lihatlah pasangan muslim ini, mereka dipisahkan oleh maut, dipisahkan oleh takdir. Lalu kenapa kalian yang masih hidup justru berpisah dengan cara kalian sendiri? ...

Semua yang hidup pasti akan mengalami mati. Dan selamat jalan Uje, selamat menghadap sang Khalik. Semoga semua amal ibadah mu diterima, segala dosa dan khilaf mu di ampuni dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi hati yang lapang dan ketabahan yang tak terhingga. Amin amin amin yaa robbal alamin.

Untuk saudara-saudari ku kaum muslimin, tidak ada salahnya kita menyisipkan do'a untuk beliau setelah selesai sholat. Mari lapangkan jalan beliau pulang.


 " Khushushan ilaa ruuhi Ustadz Jeffry Al Buchori bin H. Ismail .. Al Fatihah"

Saturday, 27 April 2013

Review Film: IRONMAN 3


Oh ini malming ya?! Malming apa sabtu malam sih? Ah.. whatever, gak ngaruh juga toh gak ada yang ngapelin kerumah ^LOL^ .. Eee tapi ya daripada nganggur mending nulis review film IRONMAN 3 yang saya tonton kemarin di cineplex. Buat yang gak mau saya kasih bocoran dan pengen tetep penasaran, mending jangan baca tulisan saya yang ini deh.

Pertama kita akan dibawa flash back ke tahun 1999 dimana saat itu Tony Stark sedang menghadiri semacam pertemuan bioteknologi di Swiss, ia bertemu dengan Maya Hansen; seorang brilliant scientist. Stark biasa menyebutnya sebagai ahli tanaman. Dipertemuan itu, ada seorang pria berambut gondrong dengan penampilan yang sedikit tidak terurus bernama Aldrich Killian mencoba mengutarakan risetnya kepada Tony Stark dan Maya Hansen. Stark yang merasa terganggu dengan kehadiran pria itu, menjanjikan bahwa ia akan menemui Killian di atap sekitar 5 menit lagi. Killian pun meng-iyakan dan ia menunggu Stark di atap gedung.

Stark dan Maya Hansen mengadakan ‘rapat pribadi’, saya mengira bahwa mereka ada affair atau semacamnya. Tetapi ternyata keesokan paginya, Stark meninggalkan Maya lalu Maya menemukan secarik kertas yang berisi tulisan “U know who I am”. Ada guratan kekecawaan di wajah wanita tersebut.
Well, kita dibawa kembali ke masa sekarang. Stark sedang sibuk dengan Jarvis di ruangan pribadinya, nampak kostum-kostum ironman berjejer dibelakang. Sepertinya Tony Stark sedang membuat pasukan Ironman. Ia sedang menguji prototipe terakhir, yaitu Mark 42.

Ditempat lain yaitu Stark Industries, Aldrich Killian menemui Virginia ‘Peppert’ Potts dan mendemonstrasikan risetnya mengenai alat pengendali otak. Ia memasang pemindai dibelakang telinganya dan melempar 3 bola kecil dan wow … gambaran otaknya tergambar di ruang tersebut. Ia berkata bahwa otak manusia tercipta untuk selalu dikembangkan menjadi lebih baik. Happy (pengawal pribadi Tony Stark) langsung melaporkan hal tersebut kepada bos-nya yang kala itu sedang sibuk mengotak-atik Mark 42. Killian adalah orang yang 13 tahun lalu menunggu Tony Stark di atap gedung, namun Tony hingga sekarang sama sekali tidak pernah menepati janji tersebut. Namun, Peppert menolak riset Killian tersebut. Killian terpaksa lagi-lagi harus menelan kekecewaan. Happy yang kala itu curiga dengan Killian dan pengawalnya memotret plat nomer mobil mereka.

Stasiun televisi dibajak oleh sebuah kelompok yang dipimpin seseorang bernama Mandarin. Melakukan tindak terorisme dan mengancam pentagon serta keselamatan presiden AS. Mandarin disini digambarkan sebagai orang tua berjenggot, berambut panjang dan bengis. Kelompok ini juga menebar teror dengan melakukan pengeboman dimana-mana dan anehnya dari setiap peristiwa pengeboman, aparat tidak menemukan bahan peledak atau semacamnya.

Happy mengikuti pengawal Killian yang bernama Chad Davis dan disinilah peristiwa naas pun terjadi, ada seseorang yang dengan sengaja meledakkan dirinya sendiri. Terjadilah ledakan hebat, Happy menjadi salah satu korbannya juga. Ia koma dan Stark sangat terpukul dengan kejadian tersebut. Entah mengapa, Stark merasa pemboman ini ada kaitannya dengan Mandarin. Didepan media dia menantang Mandarin untuk datang ke rumahnya dan berperang.

Sore hari, Maya Hansen datang ke kediaman Tony Stark ketika ia sedang mempelajari tentang Mandarin dan sosok bernama Chad Davis. Maya ingin mengadakan kerja sama dengan Stark, namun Peppert curiga dan Tony langsung memperkenalkan Maya Hansen sebagai seorang ahli tanaman. Tak lama kemudian, helikopter kiriman Mandarin muncul dan membombardir rumah Tony Stark dan seketika itu juga, rumah mewah ditebing pantai itu luluh lantak. Disaat keadaan genting, prototipe Mark 42 dipakaikan ke Peppert untuk melindungi dirinya dari hantaman reruntuhan gedung. Karena Stark menemukan penemuan baru berupa Motion Sensor, ia hanya perlu memerintahkan baju besi itu dari kejauhan dan Jarvis akan menghandel semuanya.

Maya Hansen dan Peppert selamat, Mark 42 kembali dipakai Stark untuk melindungi dirinya. Ia jatuh kedalam laut dan sempat terjebak didasar laut, tapi Jarvis berhasil menolongnya. Stark lari dan ia tidak sadarkan diri selama terbang, Jarvis membawanya ke Tennese; sebuah kota kecil di utara yang jauhnya berkilo-kilometer dari California.

Stark yang kala itu kehilangan segala-galanya dan hanya memiliki prototipe Mark 42 tidak putus asa, dia masih berniat untuk melenyapkan Mandarin dan menghentikan terornya selama ini. Namun naas, Mark 42 kehabisan daya karena terlalu jauh terbang. Stark mencari sebuah telpon umum untuk meninggalkan pesan untuk Peppert.

Karena salju turun dengan lebat, Stark mencari tempat untuk beristirahat. Dia menemukan sebuah gudang kecil, disinilah ia bertemu dengan seorang bocah bernama Harley yang kemudian akan membantunya.
Di kota Tennese, Stark memulai penyelidikannya mengenai pengawal Aldrich Killian, yaitu Chad Davis; seorang tentara yang depresi dan diduga meledakkan dirinya sendiri. .

Dan apakah Tony Stark akan berhasil? .. adakah hubungan antara Mandarin – Aldrich Killian dan Maya Hansen? Dan bagaimana dengan Kolonel Rhodes yang telah bertransformasi menjadi Iron Patriot? Bagaimana nasib Presiden? Apakah ini termasuk kudeta? Dan siapakah Mandarin yang sesungguhnya?? Dan apakah itu Extremis? Penasaran? Buruan ke bioskop terdekat di kota kamu!! :D

Kesan: Efek film tetap memukai seperti biasa, tahu sendiri kan? Film-film dari Paramount Pictures dan Marvels Production sama sekali enggak pernah mengecewakan. Pembawaan cerita masih sama, ada kejutan dibaliknya dan karakter Tony Stark yang kuat dengan humor-humor segarnya cukup menghibur. Ada sisi romantis dimana Stark melakukan segala cara untuk minta maaf kepada Peppert .. meski di ending saya kurang begitu suka, karena om Tony Stark memutuskan untuk pensiun jadi Ironman. Adegan yang paling menegangkan adalah saat orang-orang jatuh berhamburan dari pesawat Air Force one dan Ironman mencoba menyelamatkan semua nyawa tersebut.  Lalu adegan yang paling saya suka adalah saat puluhan Ironman meledakkan dirinya menjadi kembang api. Anak-anak Stark yang pada akhirnya dibebas tugaskan. Tak ada lagi Ironman dan itu cukup mengecewakan bagi saya. Rate 4 bintang deh buat film ini :D


Monday, 22 April 2013

Apa Kata Cermin?


Disekelilingku ada bermacam-macam orang yang berusaha tampil sempurna dan menutupi cacatnya masing-masing. Sering kali aku berpikir, jika saja semua manusia dibekali dengan cara pandang seperti cermin mungkin populasi orang munafik didunia ini bisa ditekan pertumbuhannya. Tahu cermin kan? Mana ada didunia ini cermin yang bisa berbohong? … cermin selalu merefleksikan apa yang nampak didepannya, tanpa melebihkan dan mengurangi. Semua murni dari realita yang ada.

Tapi pemikiranku yang seperti ini hanyalah sebuah pemikiran, tidak akan mungkin bisa terealisasikan. Sama seperti seorang anak kecil yang mengharapkan kehadiran pahlawan super dikesehariannya, impossible ..
Aku hanya lelah melihat topeng-topeng mereka, dalam diam aku menyelami pribadi mereka masing-masing. Jujur saja aku lebih senang menyendiri daripada harus bersosialisasi dengan sekitar. Aku lebih senang berbicara dengan benda mati, jika saja mereka bisa mengerti.



Aku sebenarnya juga bukan orang yang bisa dikatakan jujur sepenuhnya, aku memiliki topeng yang aku sebut ‘diam’. Aku terlalu tidak ingin ikut campur dan terseret dengan hingar bingar hidup mereka, tetapi ada saja celah untuk menarikku kedalam kubangan masalah. Aku benci masalah dan aku lebih memilih menghindarinya daripada menghadapinya, ya.. memang aku pengecut. Pecundang jalang yang takut menghadapi hidup.

Aku rasa list orang-orang munafik dibuku ku terlalu banyak, sesaat ada pikiran terlintas untuk mengeliminasi mereka satu persatu. Dengan cara menjaga jarak komunikasi dan kemunculan ku dihidup mereka. Tapi tak sedikit pula orang yang benar-benar tampil apa adanya dihadapku, mereka semua adalah orang-orang yang membuatku nyaman dan bahagia.

Orang-orang yang memandang segala sesuatunya seperti cermin, bukan seperti manusia. Manusia memandang hanya lewat sepasang mata dan kenaifan, namun cermin melihat segala sesuatunya dari seluruh detail permukaannya. Tanpa bumbu apapun, murni dari pandangan cermin itu sendiri. Merefleksikan hal baik menjadi baik, hal buruk menjadi buruk dan bukan sebaliknya.

Temukan cermin kalian masing-masing 


Sunday, 31 March 2013

Jatuh Cinta dan Sengsara

Mencintai individu lain itu adalah hal yang wajar dan luar biasa. Hanya dengan memikirkan hal-hal kecil tentangnya saja, sudah menjadi sesuatu yang menyenangkan. Mengingat segala tingkahnya, mengingat saat pandangan bertemu, mengingat saat semua belum menjadi canggung satu sama lain.

Semua begitu terasa menyenangkan dan indah, “You know you’re in love when you can’t fall asleep because reality is finally better than your dreams”. Ya … disaat jatuh cinta, kenyataan memang lebih indah daripada mimpi. Tapi akan beda ceritanya jika cinta yang tumbuh dan bersemi dengan indah itu hanya aku rasakan sendirian.


Perasaan seperti itu memang menyenangkan tetapi juga menyiksa, Tapi tidak apa-apa, cinta itu memang bukan sesuatu yang bisa dipaksakan. Dia datang dengan sendirinya dan ‘mungkin’ juga akan hilang dengan sendirinya seiring waktu berjalan. Akan tetapi jika ingin tetap memeliharanya didalam hati untuk kurun waktu yang lama, itu tidak masalah buat siapa-siapa kan? …
Aku hanya mencoba berpikir logis, tidak mungkin seorang pungguk yang merindukan bulan akan berada disamping bulan. Mustahil. Aku hanya lebih bisa untuk sadar diri dan membiarkan segala sesuatunya berjalan mengikuti alur. Dan ketika alur membawaku ke posisi dimana kita memiliki hubungan yang dekat, namun bukan kekasih … itu adalah alur terindah yang pernah diberikan Tuhan untuk mengobati kehampaanku.

Aku mungkin tidak bisa membuatnya jatuh cinta kepadaku, tapi aku selalu bisa membuatnya selalu membutuhkanku. Karena disini, ada kebaikan yang aku pelihara hanya untuknya. Memang akan lebih bagus jika dia menyukaiku karena itu dia membutuhkanku dan bukan sebaliknya, dia membutuhkanku karena itu dia menyukaiku. Tapi semua itu tidak apa-apa, selama aku masih bisa hidup berkeliaran disekitarnya itu sudah lebih dari cukup.

Saturday, 9 March 2013

Tradisi Lamaran di Jawa

Kenapa saya tiba-tiba bahas postingan tentang tradisi lamaran di jawa?.. ceritanya tetangga saya kemarin itu melamar seorang gadis untuk diperistri. Dan proses melamarnya itu menurut saya benar-benar ribet. Begini kronologinya :

1. Si pria alias yang mau melamar, datang berbondong-bondong bersama keluarga dan kerabat ke kediaman si perempuan yang akan dilamar. Membawa berbagai macam kue, seserahan dan tentunya perhiasan atau cincin yang akan dipakai untuk prosesi tukar cincin. Momen ini adalah momen dimana kedua keluarga untuk saling mengenal satu sama lain dan berbincang-bincang untuk saling mengakrabkan. 

2. Beberapa hari kemudian, pihak perempuan dan keluarga ganti berkunjung ke kediaman si pria dengan tujuan untuk menjawab lamaran yang kemarin. Keluarga dari pihak perempuan membawa beberapa oleh-oleh untuk keluarga pihak pria. Momen ini adalah untuk membicarakan hari baik pernikahan kedua calon mempelai. Apabila kedua keluarga sudah setuju dan deal, maka tinggal menunggu hari pernikahan yang telah ditentukan.

Well, kalau menurut saya .. tradisi ini memang bagus untuk menjalin silaturahmi, tapi bagi saya ini tetap saja suatu prosesi yang RIBET. Bagaimana tidak, bagi orang yang tidak suka menjadi pusat perhatian seperti saya ini .. tradisi lamaran seperti ini akan sangat menyiksa sekali. 

Semoga ibu saya kelak tidak memiliki angan-angan untuk meminta anaknya dilamar dengan prosesi yang sedemikian ribet, saya lebih milih kabur deh :D



Friday, 8 March 2013

Membuat Jaringan LAN Sederhana dengan VMware Workstation

Ide ini saya dapat dari rekan saya, karena mengajar jaringan tanpa jaringan nyata alias fasilitas yang terbatas itu cukup membingungkan. Tapi inilah solusinya, dengan menggunakan software bernama VMware Workstation ini saya bisa membuat jaringan dengan hanya menggunakan 1 PC/laptop.

Software yang dibutuhkan adalah:
1. VMware Workstation
2. Windows 7 : sebagai host atau OS utama yang diinstal di PC atau laptop yang kita gunakan
3. Windows XP: sebagai guest atau OS yang diinstal di virtual machine

Saya anggap OS guest-nya sudah diinstal di VMware, pertama cek virtual network editor..


Masuk ke OS host (windows 7) lalu menuju control panel - network and internet - network and sharing center - change adapter setting maka akan nampak seperti gambar diatas. Perhatikan ada 2 ethernet virtual dari VMware, yaitu: VMnet1 dan VMnet8.


Lalu kita beralih ke VMware Workstation, jangan lupa untuk mempower-On kan windows XP yang sudah diinstal. Jika sudah, silahkan ke tab Edit - virtual network editor dan akan nampak seperti gambar diatas. Ada VMnet1 dan WMnet8.

Lalu pilih VMnet1 dan pilih DHCP setting, maka kita akan dibawa ke gambar berikut ini...

Lalu isi, sesuai gambar juga boleh. Artinya bahwa IP akan dimulai dari 192.168.01 sampai 192.168.0.123

Selanjutnya kita beralih ke windows 7 atau host, lalu setting TCP/IP nya dengan pilih VMnet1 - properties .. pilih obtain agar DHCP mensetting secara otomatis (memberi IP otomatis dari dhcp) klik Ok dan mari kita cek host mendapat IP berapa..


Pilih VMnet1 - status - details dan akan muncul gambar seperti diatas. Disana terlihat bahwa IP dari host adalah 192.168.0.1

Selanjutnya kita akan mensetting TCP/IP di guest (windows XP), sama dengan pengaturan di host.. pilih obtan agar IP yang didapat dari DHCP. Dan cek setelah setting selesai ...


Dari gambar diatas kita tahu bahwa IP dari guest adalah 192.168.0.3. Setelah itu kita akan mengetes koneksi antara keduanya, yaitu antara host dan guest. Caranya : masuk ke CMD-nya host lalu ketikkan "ping 192.168.0.3" dan jika mendapat reply dari guest, berarti koneksi sukses ...

Lalu cek koneksi dari guest ke host, masuk CMD di guest dan ketikkan "ping 192.168.0.1" jika ada reply seperti gambar dibawah ini .. maka koneksi sukses ...


NB: jangan lupa untuk mematikan firewall .. agar koneksi yang masuk tidak diblock.

SELAMAT MENCOBA, gampang kan?!


Mengajar dan Hinaan

Seminggu kemarin saya lumayan galau, karena diajuin temen untuk menggantikannya mengajar di sebuah sekolah SMK swasta yang lumayan deket dari rumah, mungkin sekitar 10 menitan kalau berangkat dari rumah. Mau saya ambil, tapi saya masih awam dengan mata pelajaran yang akan saya tekuni jika saya menjawab 'iya'. Mau tidak saya ambil, lumayan ini kesempatan untuk bersosial dan daripada menganggur dirumah. Setelah beberapa hari menggalau dan tanya saran sana sini, akhirnya saya mengambil kesempatan ini. Toh orang-orang terdekat saya juga mendukung saya penuh, mereka yakin saya bisa menjadi pengajar yang baik. Amin

Perasaan pertama saya saat datang ke sekolahan itu adalah nervous karena akan bertemu dengan para guru lain dan miris karena keadaan sekolahnya. Ternyata ini bukan sekolah yang besar, batin saya. Tapi saya tidak berkecil hati, karena guru-guru disana sebagian adalah tetangga dan kerabat saya. Dan mau tidak mau kepopuleran 'ayah' menjadi satu identiti buat saya disana :D

Saya mengajar TKJ (teknik komputer dan jaringan) karena di SMK itu hanya ada 1 jurusan, yaitu jurusan TKJ tersebut jadi tugas saya nantinya akan lumayan berat. Saya mengajar di kelas X dan XI, kelas XII-nya belum ada karena SMK ini belum lama berdirinya. Murid saya sedikit, kelas X ada 14 orang dan kelas XI ada 10 orang. Tapi itu sudah alhamdulillah kalau dilihat dari kondisi lingkungan di sekitar sekolah ini. Ada yang bilang SDM orang disini memang rendah dan saya mengiyakan hal itu. Ada orang tua yang sadar untuk menyekolahkan anaknya disini saja pihak sekolah sudah sangat bersyukur.  SMK ini digabung menjadi satu dengan SMP dengan 1 yayasan yang sama.

Saya mengajar di hari senin - rabu dari jam 07.00 - 12.00 (merupakan pekerjaan santai kan?) ... pertama kali mengajar, mereka (para murid) berinteraksi dengan saya cukup baik. Meski banyak yang tidak masuk alias absen dan tanpa keterangan, tapi murid-murid yang lain tetap bersemangat menerima pelajaran meski dengan fasilitas seadanya.

Dan tanpa berusaha merendahkan, pengetahuan para murid memang sangat jauh dari yang saya harapkan. Entahlah siapa yang salah, metode pengajaran guru sebelumnya atau memang dari anak-anaknya yang memang tidak mau berusaha untuk belajar. Saya harus ekstra telaten untuk mendidik mereka, seperti mendidik dari nol lagi.. padahal materi seharusnya sudah sampai jauh. Saya khawatir, mereka tidak bisa mengerjakan UN nantinya.

Di Labkom sudah ada 10 pc merk Acer, masih baru.. hal ini merupakan nafas segar untuk saya. Tapi jaringan dan manajemennya masih sangat berantakan, tidak teratur. Tugas saya untuk membenahinya, tetapi harus menunggu kabel UTP dan RJ45 dan beberapa stavolt yang entah kapan akan datang :D

penampakan labkom TKJ

Setelah 3 hari mengajar, saya mulai menikmati kegiatan yang saya lakukan ini. Tapi ada sesuatu yang mengganjal, saya mendapat cemoohan dari orang yang notabene masih kerabat dengan keluara saya. Intinya saya mengajar di sekolah yang tidak ada progres-nya kedepan, dia mengatakan seperti ini : "Mulang ndek kono ki entuk opo? lek murid e entek awakmu opo arepe mulang munyuk?.. sekolah duwur-duwur mek mulah ndek sekolahan ngono kui" (translate: Mengajar disekolah itu dapat apa? kalau muridmy habis, apa kamu akan mengajar monyet? kamu kuliah tinggi-tinggi cuma ngajar disekolah kayak gitu). Deg.. saya tercengang, padahal saya dari awal sama sekali tidak memikirkan tentang gaji atau upah yang akan saya terima. Saya ingin berkegiatan yang positif dan bersosialisasi. Walaupun akan dibayar dengan sebungkus nasi pecel, saya lho masih terima. Tapi kenapa ada saja orang yang memandang lain? ... Toh saya masih ingat lekat kata-kata ibu saya "Mengajar itu mendapat pahala nduk, duit itu gak penting. Ayah sama ibuk lho masih bisa ngasih kamu uang, yang penting kamu dapat pengalaman". Kata-kata itulah yang membuat saya percaya bahwa ada something yang lebih penting dari apapun didunia ini selain uang, yaitu: Pengalaman.

Niat saya dari awal tulus dan baik, semoga Allah meridhoi setiap langkah saya ini dan melancarkan segalau urusan saya. Amin dan untuk Ayah, ibuk, abang dan pacar yang sudah memberikan dukungannya penuh .. I love you so much :')




Sunday, 3 March 2013

Membuat Bootable Linux dari Flashdisk


Salah satu kelebihan Ubuntu dan distro-distro lainnya adalah kita bisa "mencobanya" tanpa harus menginstallnya di komputer kita. Sistem ini biasanya disebut dengan sistem Live, LiveCD (lewat CD) atau LiveUSB (bagi yang lewat USB). Apa untungnya? Ya sangat untung, bayangkan, kita bisa mencoba sebuah sistem operasi tanpa perlu repot-repot menginstall. Kita bisa menggunakannya di komputer manapun yang kita inginkan (yang kompatibel tentunya). Dan yang lebih keren, kita bisa mengakses file-file di komputer tersebut. Hebat bukan?

Untuk bisa mencoba ubuntu lewat CD atau Flashdisk, kita harus mempunyai CD Linux atau kita harus membuat Flashdisk kita bootable Linux. Caranya? Nah, kali ini saya ingin share tentang sebuah program yang bisa membantu teman-teman membuat Flashdisknya bisa bootable Linux. Nama program ini adalah LiLi, singkatan dari Linux Live USB Creator. Langsung saja ikuti tutorial berikut ini..


Apa saja yang perlu disiapkan?


  • Flashdisk tentunya, dengan kapasitas minimal 1GB. Pindahkan dulu data-data di flashdisk ini, karenan nanti kita akan memformatnya.
  • Program Lili USB, teman-teman bisa mendownload-nya dari sini. Kemudian install ke komputer Windows teman-teman.
  • File ISO distro Linux. Di sini saya contohkan adalah Linux Mint 12 Lisa. Teman-teman bisa mendownloadnya di sini. Pilih lokasi server yang paling dekat dengan kota teman-teman, agar proses download lebih cepat.

Langkah-langkah membuat flashdisk bootable Ubuntu.
Buka program Lili, beginilah tampilannya kira-kira.



STEP 1: CHOOSE YOUR KEY
Pilih drive flashdisk teman-teman, jangan sampai salah.


STEP 2: CHOOSE A SOURCE
Pilih icon ISO/IMG/ZIP. Kemudian tentukan file ISO Ubuntu hasil download-an teman-teman.
Lili akan memeriksa file ISO tersebut dan menampilkan pesan sukses apabila tidak ada kesalahan.





STEP 3: PRESISTENCE
Untuk sekarang, lewati saja bagian ini, atau biarkan pada pengaturan default-nya.
Apa sih presistence ini? Presistence ini akan membuat media penyimpanan virtual ke flashdisk teman-teman. Gunanya adalah untuk menyimpan file saat menggunakan LiveUSB (hasil ketikan misalnya). Tentunya presistence ini juga membutuhkan space tambahan di flashdisk.

STEP 4: OPTIONS
Beri tanda centang "Hide created files on key" dan "Format the key in FAT32".
Hilangkan tanda centang pada pilihan terakhir "Enable Launching LinuxLive in Windows"


Sebelum Step 5:
Periksalah dulu semua pengaturan, kalai perlu, telusuri lagi dari pilihan pertama. Untuk jaga-jaga :D

STEP 5: CREATE
Klik pada gambar petir untuk memulai proses.
Lili akan memberi peringatan apabila ada sesuatu yang salah. Jangan khawatir.


TUNGGU HINGGA SELESAI
Setelah selesai, di bagian STEP 5 akan muncul tulisan "Your LinuxLive key is now up and ready!"
..