Monday, 7 January 2013

Reblog : Scriptation

Seperti mengulang masa lalu, saat aku dan kamu menjadi bayi tanpa kata dalam menyambut kehidupan selain dengan tangis dan tawa...
Pagi terindah adalah saat sebuah senyum dari orang terkasihmu senantiasa mengawali tatapan mata diatas segala kehidupan yang lain. Ya, itu yang ingin aku sampaikan padanya. Ingin aku tersenyum untuknya, senyum mengawali harinya, senyum yang tidak mampu aku berikan padanya setiap pagi, setiap akan memejamkan mata, dan setiap Ia menjalankan harinya.

Seperti biasanya, aku bangun pagi ini dengan alarm HP bukan dari sapaan lembut ataupun kecup kening penyemangat. Dan Ia adalah tetap Si "R", gadis tercantik selama hidupku, gadis penuh mimpi yang kudapati dalam hidupku (pada akhirnya). Tetap dirinya selalu ada menjadi prioritasku. Dia yang akan selalu kucinta dan selalu memenuhi ruang hati.

Oh, iya... "R" telah bertambah semakin cantik setiap aq bertemu dengannya...menambah rasa rindu selama berhari hari tak dapat terobati dalam sekali pertemuan.

I do love you "R"

Mungkin awal tahun ini akan terasa begitu lebih menyesakkan. Aku egois dan iya itu memang benar, aku sangat takut kehilangannya. Sebagai seorang lelaki aku tak memiliki apapun untuk dapat menyenangkannya. Bahkan saat akan pergi kencan harus ia yang menghampiri. Gadis mana yang ingin menurunkan derajat seperti itu?

Bahkan pada akhirnya aku harus perlahan merasakan perihnya ketika wajah ini harus dikuliti hidup - hidup. Aku menahan kesakitan ini. Bukan tidak mungkin ia akan menghilang bersama sang kaya yang siap sedia menampung hatinya. Dan aku??? Aku harus melongo saat itu terjadi. Itu adalah kodrat minoritas.
Ia perempuan, wajar jika berealistis. Hal yang sulit untuk kuberikan secara instan. Walaupun ia berulang kali mengatakan untuk percaya, tapi saat aku dan para kaum minoritas lainnya dihadapkan pada hal realistis adalah seperti menanggapi hal kompleks yang berwibawa. Wow banget pokoknya...

Takut karena keadaanku, itu yang membuatku mengekangnya. Menjaga jaraknya pada setiap pertemanan dengan cowok lain. Aku tahu ini percuma dan akan menjadi bumerang pembunuh sewaktu - waktu. Tak ada pilihan dan belum ada cara lain. Ini realita kaum minoritas, ini perbudakan pikiran para minoritas. Tidak perlu memahami karena tak ada yang pernah tahu posisi kami dalam berbagi kasih. Yang pasti kami akan terus berusaha memenuhi kebutuhan realistis kekasih kami. Kami para minoritas berusaha menyenangkan kekasih kami, merawat pandangan kami dari yang lain dan kami mengharap hal yang sama pada pasangan kami.

Karena hanya KAMU yang aku punya.

Night for you my sweety.

_________________________________________________________________________________

Tulisan diatas adalah tulisan dari orang terkasih yang menyematkan cintanya untuk ku. Terimakasih, terimakasih dan terimakasih. I love you from the start for now and forever.

Reblog dari: ANOTHER NOTE

No comments:

Post a Comment

GAK KOMEN = GAK KEREN