Tuesday, 19 February 2013

a Miracle After Disaster

Siang-siang sekitar pkl. 13.00 pada hari sabtu (16 feb'13) saya berangkat ke Malang. Dari rumah sih cerah, nyaris panas membara. Sesampai di Karangkates, gerimis mulai rintik-rintik. Saya berhenti dan mengenakan mantel, ransel sama tas kamera sudah aman ditempatnya. Nempel dibadan tentunya ... hahaha. Hujan semakin cetar membahana saat saya sampai di Malang, didaerah sumbersari. Hujan disertai angin tanpa ampun menghantam pepohonan dipinggir-pinggir jalan. Tak ayal banyak ranting bahkan batang-batang pohon menghiasi jalan. Air juga lumayan tinggi, sehingga motor saya berjalan lambat. Banyak orang yang berteduh meski menggunakan mantel, tapi saya memilih melanjutkan perjalanan agar sampai ditempat tujuan secepatnya .. yaitu; kota Batu untuk motret.

Sesampainya saya di pom bensin, didaerah Dau kota Batu saya mengisi bensin dan mengecek barang bawaan saya. Dan oh my God!! tas kamera sudah basah kuyup, sedangkan didalamnya ada kamera EOS kesayangan beserta lensanya dan 3 handphone (nokiyem E72, BB curve, android pocket). Saya langsung panik, hape android sama bb baik-baik saja meski lembab dan mengembun pada LCD nya. Namun tidak bagi hape nokiyem dan kamera saya. Ini kecerobohan saya, saya langsung mengambil tisu dan mengelap keduanya. Nokiyem dalam kondisi menyala tapi hank totalr lalu saya matikan. Kamera saya uji tes dengan meng-ON-kannya dan tidak ada masalah apa-apa (ini hal bodoh, jangan ditiru. Dalam kondisi basah, jangan hidupkan barang elektronikmu jika tidak ingin terjadi korsleting). Saya cukup tenang karena hanya hape yang rusak dan tidak dengan EOS saya.

Sesampai di persinggahan saya langsung membongkar si nokiyem, saya lepas batre, simcard dan mmc-nya. Dan saya kembali mengecek kamera, ternyata kamera saya ikutan rusak.. err 20, please reinstall batery. Begitulah kira-kira bunyinya di screen LCD nya. Wajah saya seperti langsung dihantam ombak, perih .. pedih.

Lalu saya memutuskan saja untuk kembali pulang dan batal motret. Bagaimana mau motret kalau kamera nyaris koit? .. Saya marah terhadap diri saya sendiri. Well, karena ini semua murni kesalahan atas keegoisan saya yang memaksa mereka menerobos hujan.

Sesampai dirumah, saya langsung mengencani Google dan mencari solusi untuk masalah ini. Nokiyem menyala namun keypad-nya tidak berfungsi semuanya. Jadi kalaupun hape bisa, sedangkan keypadnya tidak .. buat apa? Akhirnya saya menemukan salah satu solusi yang saya sendiri pun nyaris tidak percaya; yaitu mengubur hape yang rusak didalam beras. Setelah saya usut  beras mempunyai fungsi seperti gel silika,yang dapat menyedot dan menyerap lembab. Sambil berharap cara itu working, saya mengeringkan EOS dengan menggunakan kipas angin kecil dan lensa nya ikut saya kubur didalam beras.

Sehari kemudian, saya mengambil hape dan lensa dari kuburan beras. Saya memasang kembali part-part hape yang sempat saya 'preteli' dan dengan membaca kalimat basmallah .. taraaaaaaa hape menyala dan keypadnya sudah bisa berfungsi kembali. Saya pun langsung mengatur jam dan tanggal sebagai langkah awal uji coba. Setelah saya cek semuanya, si nokiyem kembali sehat seperti semula.

Dan kamera setelah saya nyalakan, tulisan reinstall batery sudah tidak ada namun proccessing-nya jadi lambat alias lemot. Akhirya saya memutuskan untuk me-reinstall firmware nya. Saya download dari SINI. Dan dengan mengucap syukur yang tak ada habis-habisnya, thanks to Allah karena telah menciptakan beras.

Semua kasus sudah dipecahkan, namun saya juga penasaran kira-kira beras bisa mengusir fungus di lensa saya apa tidak ya? .. ahahahahaha


No comments:

Post a Comment

GAK KOMEN = GAK KEREN