Friday, 1 March 2013

Bayi Hamster Ditinggal Induknya

Hari Rabu kemarin, tepatnya tanggal 27 Februari 2013 ada bad news dari keluarga besar hamster saya. Lilac yang notabene baru melahirkan di tanggal 19 Feb'13 tiba-tiba dipagi harinya saya cek sudah lenyap tak berbekas. Dugaan saya sih mungkin dia nyundul-nyundul atap kandangnya dan berhasil lolos terus jatuh ke lantai dan disambut oleh kucing saya atau tikus dan mati.

Saya pun putar akal, masih tersisa 5 bayi (padahal dulunya ada 6 bayi, yang 1 gak tau lenyap kemana) saya harus menjadi induk 'sementara' bagi bayi-bayi itu karena mempertahankan hidup mereka adalah tanggung jawab saya sebagai breeder.

Kelima bayi hamster ini masih berumur 9 hari saat ditinggal induknya. Bulu-bulunya memang sudah tumbuh, namun matanya masih belum terbuka. Jadi cukup sulit saya pikir. Tapi diluar dugaan, saat saya amati mereka menggigit-gigit serutan kayu yang menjadi alas kakinya. Lalu saya dekatkan jari telunjuk saya, dan ternyata gigi mereka sudah tumbuh meski masih sangat mini. Lalu saya menyodorkan kuaci, namun saya kupaskan dulu karena gigi mereka belum cukup kuat untuk mengupas kulit kuaci sendiri. Bayi hamster mengendus terlebih dahulu dan menggigit-gigit kuaci tersebut. Saya pun lega.

Untuk menggantikan kebutuhan susu-nya, saya ganti dengan air tajin dan susu kedelai hal ini dikarenakan posisi yang sulit mendapatkan susu khusus untuk hamster. Dan kalau memakai susu sapi, perut hamster tidak kuat dengan kandungan laktosa yang ada di susu sapi. Kenapa air tajin dan susu kedelai menjadi alternatif? karena keduanya dihasilkan dari kacang-kacangan dan tidak berbahaya bagi hamster tapi meskipun begitu kebutuhan gizi nya masih kurang.

Dan sekarang, di tanggal 01 maret mereka sudah mulai membuka matanya dan semakin lincah. Hamdallah. Semoga mereka masih bisa survive meski tanpa induknya. Amin

No comments:

Post a Comment

GAK KOMEN = GAK KEREN