Sunday, 31 March 2013

Jatuh Cinta dan Sengsara

Mencintai individu lain itu adalah hal yang wajar dan luar biasa. Hanya dengan memikirkan hal-hal kecil tentangnya saja, sudah menjadi sesuatu yang menyenangkan. Mengingat segala tingkahnya, mengingat saat pandangan bertemu, mengingat saat semua belum menjadi canggung satu sama lain.

Semua begitu terasa menyenangkan dan indah, “You know you’re in love when you can’t fall asleep because reality is finally better than your dreams”. Ya … disaat jatuh cinta, kenyataan memang lebih indah daripada mimpi. Tapi akan beda ceritanya jika cinta yang tumbuh dan bersemi dengan indah itu hanya aku rasakan sendirian.


Perasaan seperti itu memang menyenangkan tetapi juga menyiksa, Tapi tidak apa-apa, cinta itu memang bukan sesuatu yang bisa dipaksakan. Dia datang dengan sendirinya dan ‘mungkin’ juga akan hilang dengan sendirinya seiring waktu berjalan. Akan tetapi jika ingin tetap memeliharanya didalam hati untuk kurun waktu yang lama, itu tidak masalah buat siapa-siapa kan? …
Aku hanya mencoba berpikir logis, tidak mungkin seorang pungguk yang merindukan bulan akan berada disamping bulan. Mustahil. Aku hanya lebih bisa untuk sadar diri dan membiarkan segala sesuatunya berjalan mengikuti alur. Dan ketika alur membawaku ke posisi dimana kita memiliki hubungan yang dekat, namun bukan kekasih … itu adalah alur terindah yang pernah diberikan Tuhan untuk mengobati kehampaanku.

Aku mungkin tidak bisa membuatnya jatuh cinta kepadaku, tapi aku selalu bisa membuatnya selalu membutuhkanku. Karena disini, ada kebaikan yang aku pelihara hanya untuknya. Memang akan lebih bagus jika dia menyukaiku karena itu dia membutuhkanku dan bukan sebaliknya, dia membutuhkanku karena itu dia menyukaiku. Tapi semua itu tidak apa-apa, selama aku masih bisa hidup berkeliaran disekitarnya itu sudah lebih dari cukup.

No comments:

Post a Comment

GAK KOMEN = GAK KEREN