Friday, 8 March 2013

Mengajar dan Hinaan

Seminggu kemarin saya lumayan galau, karena diajuin temen untuk menggantikannya mengajar di sebuah sekolah SMK swasta yang lumayan deket dari rumah, mungkin sekitar 10 menitan kalau berangkat dari rumah. Mau saya ambil, tapi saya masih awam dengan mata pelajaran yang akan saya tekuni jika saya menjawab 'iya'. Mau tidak saya ambil, lumayan ini kesempatan untuk bersosial dan daripada menganggur dirumah. Setelah beberapa hari menggalau dan tanya saran sana sini, akhirnya saya mengambil kesempatan ini. Toh orang-orang terdekat saya juga mendukung saya penuh, mereka yakin saya bisa menjadi pengajar yang baik. Amin

Perasaan pertama saya saat datang ke sekolahan itu adalah nervous karena akan bertemu dengan para guru lain dan miris karena keadaan sekolahnya. Ternyata ini bukan sekolah yang besar, batin saya. Tapi saya tidak berkecil hati, karena guru-guru disana sebagian adalah tetangga dan kerabat saya. Dan mau tidak mau kepopuleran 'ayah' menjadi satu identiti buat saya disana :D

Saya mengajar TKJ (teknik komputer dan jaringan) karena di SMK itu hanya ada 1 jurusan, yaitu jurusan TKJ tersebut jadi tugas saya nantinya akan lumayan berat. Saya mengajar di kelas X dan XI, kelas XII-nya belum ada karena SMK ini belum lama berdirinya. Murid saya sedikit, kelas X ada 14 orang dan kelas XI ada 10 orang. Tapi itu sudah alhamdulillah kalau dilihat dari kondisi lingkungan di sekitar sekolah ini. Ada yang bilang SDM orang disini memang rendah dan saya mengiyakan hal itu. Ada orang tua yang sadar untuk menyekolahkan anaknya disini saja pihak sekolah sudah sangat bersyukur.  SMK ini digabung menjadi satu dengan SMP dengan 1 yayasan yang sama.

Saya mengajar di hari senin - rabu dari jam 07.00 - 12.00 (merupakan pekerjaan santai kan?) ... pertama kali mengajar, mereka (para murid) berinteraksi dengan saya cukup baik. Meski banyak yang tidak masuk alias absen dan tanpa keterangan, tapi murid-murid yang lain tetap bersemangat menerima pelajaran meski dengan fasilitas seadanya.

Dan tanpa berusaha merendahkan, pengetahuan para murid memang sangat jauh dari yang saya harapkan. Entahlah siapa yang salah, metode pengajaran guru sebelumnya atau memang dari anak-anaknya yang memang tidak mau berusaha untuk belajar. Saya harus ekstra telaten untuk mendidik mereka, seperti mendidik dari nol lagi.. padahal materi seharusnya sudah sampai jauh. Saya khawatir, mereka tidak bisa mengerjakan UN nantinya.

Di Labkom sudah ada 10 pc merk Acer, masih baru.. hal ini merupakan nafas segar untuk saya. Tapi jaringan dan manajemennya masih sangat berantakan, tidak teratur. Tugas saya untuk membenahinya, tetapi harus menunggu kabel UTP dan RJ45 dan beberapa stavolt yang entah kapan akan datang :D

penampakan labkom TKJ

Setelah 3 hari mengajar, saya mulai menikmati kegiatan yang saya lakukan ini. Tapi ada sesuatu yang mengganjal, saya mendapat cemoohan dari orang yang notabene masih kerabat dengan keluara saya. Intinya saya mengajar di sekolah yang tidak ada progres-nya kedepan, dia mengatakan seperti ini : "Mulang ndek kono ki entuk opo? lek murid e entek awakmu opo arepe mulang munyuk?.. sekolah duwur-duwur mek mulah ndek sekolahan ngono kui" (translate: Mengajar disekolah itu dapat apa? kalau muridmy habis, apa kamu akan mengajar monyet? kamu kuliah tinggi-tinggi cuma ngajar disekolah kayak gitu). Deg.. saya tercengang, padahal saya dari awal sama sekali tidak memikirkan tentang gaji atau upah yang akan saya terima. Saya ingin berkegiatan yang positif dan bersosialisasi. Walaupun akan dibayar dengan sebungkus nasi pecel, saya lho masih terima. Tapi kenapa ada saja orang yang memandang lain? ... Toh saya masih ingat lekat kata-kata ibu saya "Mengajar itu mendapat pahala nduk, duit itu gak penting. Ayah sama ibuk lho masih bisa ngasih kamu uang, yang penting kamu dapat pengalaman". Kata-kata itulah yang membuat saya percaya bahwa ada something yang lebih penting dari apapun didunia ini selain uang, yaitu: Pengalaman.

Niat saya dari awal tulus dan baik, semoga Allah meridhoi setiap langkah saya ini dan melancarkan segalau urusan saya. Amin dan untuk Ayah, ibuk, abang dan pacar yang sudah memberikan dukungannya penuh .. I love you so much :')




No comments:

Post a Comment

GAK KOMEN = GAK KEREN