Sunday, 28 April 2013

Selamat Jalan Ustadz Jeffry Al Buchori

Inna Lillahi wa inna ilaihi raji'un ...


Jum'at pagi sekitar pkl. 07.00 saya menerima broadcast message dari teman saya di bbm. Broadcast tersebut berisi kabar yang mengejutkan, yaitu Ustadz Jeffry Al Buchori (salah satu ustadz idola saya) telah dipanggil menghadap Allah swt. pada Jum'at dini hari dalam insiden kecelakaan tunggal. Saya langsung terperanjak kaget tidak percaya, lantas saya searching di Google dan memang ternyata itu bukan kabar hoax. UJE benar-benar telah meninggalkan kita semua.


Orang baik, wafat di hari baik. Mungkin kurang lebih seperti itulah yang terjadi pada ustadz, kaum muslim percaya bahwa orang yang meninggal pada hari Jum'at akan terbebas dari siksa kubur. Saya tidak mengenal Uje, tapi saya mengidolakan beliau. Cara berdakwah nya yang 'apa adanya', lugas, tegas dan blak-blakan menjadi ciri khas tersendiri.

Rasa kehilangan yang amat terasa hingga 3 hari ini membuktikan bahwa Uje adalah seseorang yang mulia dan patut untuk dikenang. Beliau adalah pioner da'i-da'i muda Indonesia. Kepergian beliau yang begitu tiba-tiba membuat semua orang yang mencintai dan menghormatinya merasa amat sangat kehilangan. Terutama adalah mbak Pipik Dian Irawati (istri Uje).

Saya beberapa hari ini memang mengkhususkan diri menonton acara infotainment demi melihat prosesi pemakaman Uje. Dan percaya tidak percaya, saya ikut terlibat secara emosi saat melihat mbak Pipik begitu terpukul. Air mata saya turut mengalir, hati saya ikut merasakan kesedihan yang amat mendalam. Tapi lagi-lagi, Allah sang maha pemilik, maha pemberi hidup.



Ketika melihat kesedihan mbak Pipik yang begitu mendalam, saya sempat geram dengan para artis yang melakukan tindakan kawin cerai. Lihatlah pasangan muslim ini, mereka dipisahkan oleh maut, dipisahkan oleh takdir. Lalu kenapa kalian yang masih hidup justru berpisah dengan cara kalian sendiri? ...

Semua yang hidup pasti akan mengalami mati. Dan selamat jalan Uje, selamat menghadap sang Khalik. Semoga semua amal ibadah mu diterima, segala dosa dan khilaf mu di ampuni dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi hati yang lapang dan ketabahan yang tak terhingga. Amin amin amin yaa robbal alamin.

Untuk saudara-saudari ku kaum muslimin, tidak ada salahnya kita menyisipkan do'a untuk beliau setelah selesai sholat. Mari lapangkan jalan beliau pulang.


 " Khushushan ilaa ruuhi Ustadz Jeffry Al Buchori bin H. Ismail .. Al Fatihah"

Saturday, 27 April 2013

Review Film: IRONMAN 3


Oh ini malming ya?! Malming apa sabtu malam sih? Ah.. whatever, gak ngaruh juga toh gak ada yang ngapelin kerumah ^LOL^ .. Eee tapi ya daripada nganggur mending nulis review film IRONMAN 3 yang saya tonton kemarin di cineplex. Buat yang gak mau saya kasih bocoran dan pengen tetep penasaran, mending jangan baca tulisan saya yang ini deh.

Pertama kita akan dibawa flash back ke tahun 1999 dimana saat itu Tony Stark sedang menghadiri semacam pertemuan bioteknologi di Swiss, ia bertemu dengan Maya Hansen; seorang brilliant scientist. Stark biasa menyebutnya sebagai ahli tanaman. Dipertemuan itu, ada seorang pria berambut gondrong dengan penampilan yang sedikit tidak terurus bernama Aldrich Killian mencoba mengutarakan risetnya kepada Tony Stark dan Maya Hansen. Stark yang merasa terganggu dengan kehadiran pria itu, menjanjikan bahwa ia akan menemui Killian di atap sekitar 5 menit lagi. Killian pun meng-iyakan dan ia menunggu Stark di atap gedung.

Stark dan Maya Hansen mengadakan ‘rapat pribadi’, saya mengira bahwa mereka ada affair atau semacamnya. Tetapi ternyata keesokan paginya, Stark meninggalkan Maya lalu Maya menemukan secarik kertas yang berisi tulisan “U know who I am”. Ada guratan kekecawaan di wajah wanita tersebut.
Well, kita dibawa kembali ke masa sekarang. Stark sedang sibuk dengan Jarvis di ruangan pribadinya, nampak kostum-kostum ironman berjejer dibelakang. Sepertinya Tony Stark sedang membuat pasukan Ironman. Ia sedang menguji prototipe terakhir, yaitu Mark 42.

Ditempat lain yaitu Stark Industries, Aldrich Killian menemui Virginia ‘Peppert’ Potts dan mendemonstrasikan risetnya mengenai alat pengendali otak. Ia memasang pemindai dibelakang telinganya dan melempar 3 bola kecil dan wow … gambaran otaknya tergambar di ruang tersebut. Ia berkata bahwa otak manusia tercipta untuk selalu dikembangkan menjadi lebih baik. Happy (pengawal pribadi Tony Stark) langsung melaporkan hal tersebut kepada bos-nya yang kala itu sedang sibuk mengotak-atik Mark 42. Killian adalah orang yang 13 tahun lalu menunggu Tony Stark di atap gedung, namun Tony hingga sekarang sama sekali tidak pernah menepati janji tersebut. Namun, Peppert menolak riset Killian tersebut. Killian terpaksa lagi-lagi harus menelan kekecewaan. Happy yang kala itu curiga dengan Killian dan pengawalnya memotret plat nomer mobil mereka.

Stasiun televisi dibajak oleh sebuah kelompok yang dipimpin seseorang bernama Mandarin. Melakukan tindak terorisme dan mengancam pentagon serta keselamatan presiden AS. Mandarin disini digambarkan sebagai orang tua berjenggot, berambut panjang dan bengis. Kelompok ini juga menebar teror dengan melakukan pengeboman dimana-mana dan anehnya dari setiap peristiwa pengeboman, aparat tidak menemukan bahan peledak atau semacamnya.

Happy mengikuti pengawal Killian yang bernama Chad Davis dan disinilah peristiwa naas pun terjadi, ada seseorang yang dengan sengaja meledakkan dirinya sendiri. Terjadilah ledakan hebat, Happy menjadi salah satu korbannya juga. Ia koma dan Stark sangat terpukul dengan kejadian tersebut. Entah mengapa, Stark merasa pemboman ini ada kaitannya dengan Mandarin. Didepan media dia menantang Mandarin untuk datang ke rumahnya dan berperang.

Sore hari, Maya Hansen datang ke kediaman Tony Stark ketika ia sedang mempelajari tentang Mandarin dan sosok bernama Chad Davis. Maya ingin mengadakan kerja sama dengan Stark, namun Peppert curiga dan Tony langsung memperkenalkan Maya Hansen sebagai seorang ahli tanaman. Tak lama kemudian, helikopter kiriman Mandarin muncul dan membombardir rumah Tony Stark dan seketika itu juga, rumah mewah ditebing pantai itu luluh lantak. Disaat keadaan genting, prototipe Mark 42 dipakaikan ke Peppert untuk melindungi dirinya dari hantaman reruntuhan gedung. Karena Stark menemukan penemuan baru berupa Motion Sensor, ia hanya perlu memerintahkan baju besi itu dari kejauhan dan Jarvis akan menghandel semuanya.

Maya Hansen dan Peppert selamat, Mark 42 kembali dipakai Stark untuk melindungi dirinya. Ia jatuh kedalam laut dan sempat terjebak didasar laut, tapi Jarvis berhasil menolongnya. Stark lari dan ia tidak sadarkan diri selama terbang, Jarvis membawanya ke Tennese; sebuah kota kecil di utara yang jauhnya berkilo-kilometer dari California.

Stark yang kala itu kehilangan segala-galanya dan hanya memiliki prototipe Mark 42 tidak putus asa, dia masih berniat untuk melenyapkan Mandarin dan menghentikan terornya selama ini. Namun naas, Mark 42 kehabisan daya karena terlalu jauh terbang. Stark mencari sebuah telpon umum untuk meninggalkan pesan untuk Peppert.

Karena salju turun dengan lebat, Stark mencari tempat untuk beristirahat. Dia menemukan sebuah gudang kecil, disinilah ia bertemu dengan seorang bocah bernama Harley yang kemudian akan membantunya.
Di kota Tennese, Stark memulai penyelidikannya mengenai pengawal Aldrich Killian, yaitu Chad Davis; seorang tentara yang depresi dan diduga meledakkan dirinya sendiri. .

Dan apakah Tony Stark akan berhasil? .. adakah hubungan antara Mandarin – Aldrich Killian dan Maya Hansen? Dan bagaimana dengan Kolonel Rhodes yang telah bertransformasi menjadi Iron Patriot? Bagaimana nasib Presiden? Apakah ini termasuk kudeta? Dan siapakah Mandarin yang sesungguhnya?? Dan apakah itu Extremis? Penasaran? Buruan ke bioskop terdekat di kota kamu!! :D

Kesan: Efek film tetap memukai seperti biasa, tahu sendiri kan? Film-film dari Paramount Pictures dan Marvels Production sama sekali enggak pernah mengecewakan. Pembawaan cerita masih sama, ada kejutan dibaliknya dan karakter Tony Stark yang kuat dengan humor-humor segarnya cukup menghibur. Ada sisi romantis dimana Stark melakukan segala cara untuk minta maaf kepada Peppert .. meski di ending saya kurang begitu suka, karena om Tony Stark memutuskan untuk pensiun jadi Ironman. Adegan yang paling menegangkan adalah saat orang-orang jatuh berhamburan dari pesawat Air Force one dan Ironman mencoba menyelamatkan semua nyawa tersebut.  Lalu adegan yang paling saya suka adalah saat puluhan Ironman meledakkan dirinya menjadi kembang api. Anak-anak Stark yang pada akhirnya dibebas tugaskan. Tak ada lagi Ironman dan itu cukup mengecewakan bagi saya. Rate 4 bintang deh buat film ini :D


Monday, 22 April 2013

Apa Kata Cermin?


Disekelilingku ada bermacam-macam orang yang berusaha tampil sempurna dan menutupi cacatnya masing-masing. Sering kali aku berpikir, jika saja semua manusia dibekali dengan cara pandang seperti cermin mungkin populasi orang munafik didunia ini bisa ditekan pertumbuhannya. Tahu cermin kan? Mana ada didunia ini cermin yang bisa berbohong? … cermin selalu merefleksikan apa yang nampak didepannya, tanpa melebihkan dan mengurangi. Semua murni dari realita yang ada.

Tapi pemikiranku yang seperti ini hanyalah sebuah pemikiran, tidak akan mungkin bisa terealisasikan. Sama seperti seorang anak kecil yang mengharapkan kehadiran pahlawan super dikesehariannya, impossible ..
Aku hanya lelah melihat topeng-topeng mereka, dalam diam aku menyelami pribadi mereka masing-masing. Jujur saja aku lebih senang menyendiri daripada harus bersosialisasi dengan sekitar. Aku lebih senang berbicara dengan benda mati, jika saja mereka bisa mengerti.



Aku sebenarnya juga bukan orang yang bisa dikatakan jujur sepenuhnya, aku memiliki topeng yang aku sebut ‘diam’. Aku terlalu tidak ingin ikut campur dan terseret dengan hingar bingar hidup mereka, tetapi ada saja celah untuk menarikku kedalam kubangan masalah. Aku benci masalah dan aku lebih memilih menghindarinya daripada menghadapinya, ya.. memang aku pengecut. Pecundang jalang yang takut menghadapi hidup.

Aku rasa list orang-orang munafik dibuku ku terlalu banyak, sesaat ada pikiran terlintas untuk mengeliminasi mereka satu persatu. Dengan cara menjaga jarak komunikasi dan kemunculan ku dihidup mereka. Tapi tak sedikit pula orang yang benar-benar tampil apa adanya dihadapku, mereka semua adalah orang-orang yang membuatku nyaman dan bahagia.

Orang-orang yang memandang segala sesuatunya seperti cermin, bukan seperti manusia. Manusia memandang hanya lewat sepasang mata dan kenaifan, namun cermin melihat segala sesuatunya dari seluruh detail permukaannya. Tanpa bumbu apapun, murni dari pandangan cermin itu sendiri. Merefleksikan hal baik menjadi baik, hal buruk menjadi buruk dan bukan sebaliknya.

Temukan cermin kalian masing-masing