Saturday, 27 July 2013

Pilihan

Masih menancap jelas dipikiran, jauh disana ada yang mendo'akan bahwa aku adalah sarjana yang tidak akan pernah sukses. Yaaa.. memang aku tidak menggunakan ijasahku untuk bekerja. Aku memilih dirumah bukan karena aku malas, alasan ku hanya satu: IBU. Aku anak bungsu yang setiap harinya menghadapi keluhan ibu, anak mana yang tega meninggalkan ibu nya sendirian dengan badannya yang sudah mulai menua? Ibu ku sudah tidak sebugar ketika aku masi abu-abu putih. Aku menelan mentah-mentah semua gunjingan dari semua orang, mereka banyak yang menyuruhku untuk mencari kerja diluar dan meninggalkan ibu. Aku rasa mereka hanya kurang peka dan kurang 'mikir'. Dan apa hak mereka jika kedua orang tua ku saja lebih memilih menyimpan ku dirumah?

Aku pun banting setir, cari duit tidak harus sesuai dengan ijasah kan? Dan sujud syukur, Allah mulai mengijabahi setiap do'a yang terhambur ke langit. Usaha jalan dan tetap bisa menyanding ibu setiap hari itu adalah anugerah.
Meski hinaan datang mengalir seperti air di penghujan, tapi apa artinya semua hinaan itu jika ibu ku saja selalu bangga terhadapku? ... usaha ini memang masih kecil dan belum menampakkan untung yang wah karena masih merintis dan benar-benar dari nol. Modalnya juga hanya sisa tabungan ku hasil dari menyisihkan uang saku semasa kuliah dulu. Tapi aku yakin, dibawah restu ibu .. aku bisa menerjang apapun yang menghadang didepan. Aku yakin Allah juga turut me-ridhoi jalan yang aku ambil ini. Dan semoga di masa depan, aku mampu membayar semua pengorbanan kedua pahlawan ku. Amin