Tuesday, 29 October 2013

Penting Gak Penting

Aku adalah tipe orang yang paling tau bagaimana caranya marah, mungkin marah adalah salah satu bakat alamiku yang mendarah daging dan susah atau mungkin malah nyaris tidak bisa dihilangkan. Malam ini aku marah, marah ku bukan tanpa sebab .. atau memang hanya aku yang membesarkan masalah sepele?...

Aku benci LDR, kalian tau kan? long distance relationshit, dimana kepercayaan dan komunikasi dijadikan pegangan untuk hubungan semacam ini. Nah, aku sama pacar ceritanya lagi jauh-jauhan .. dia ada dikota seberang untuk menunaikan kuliahnya. Aku tau dia selalu sibuk kalau sudah kembali menjajaki dunia perkampusan, tapi paling tidak disaat malam harusnya dia memprioritaskan untuk memberikan waktunya hanya untukku. Bukan untuk kegiatan sosial atau organisasasi. Aku egois? ya tentu. Itu adalah aku, caraku mencintai juga seperti itu. Ketika aku memprioritaskan sesuatu, harusnya sesuatu itu juga turut memprioritaskan ku. Bukan berat sebelah dan justru hanya satu yang memprioritaskan.

Aku juga sangat benci saat sedang ngobrol di whatsapp atau media online lain tetapi dia balasnya lama. Kalau aja hape ini belinya gak pakai uang, mungkin sudah aku lempar kemana-mana. Am I childish? .. ya mungkin aku kekanak-kanakan, atau mungkin aku harusnya dikembalikan ke PAUD. 

Tapi 1 hal yang harus digaris bawahi adalah kamu akan merasa kehilangan ketika gangguan-gangguan kecil dariku seperti itu tidak lagi menghampirimu. Ketika aku berubah menjadi acuh dan mengabaikanmu melebihi yang kamu lakukan. Entah itu kesengajaan atau tidak, aku adalah pembalas dendam jitu.

Yaaa.. untuk saat ini silahkan menyibukkan diri dengan hal atau benda-benda lain, itu hidupmu dan aku pacarmu atau cuma 'sekedar'. Jangan lihat aku seperti ada, anggap juga tulisan-tulisan ini hanya luapan emosi ku yang hanya bisa kamu baca dan lupakan begitu saja. Tapi ini lebih baik daripada aku harus berteriak-teriak kepadamu? bukankah lebih baik aku marah-marah disini? .. 

Bertepuk tanganlah karena aku tetap saja merengek dan lambat laun akan mengacuhkanmu sepenuhnya...

Friday, 25 October 2013

Mereka Aku Manfaatkan :D




Bosan

Bosan sih sebenarnya kalau tiap hari yang dikerjain cuma flanel, apalagi pesenannya juga masih itu-itu saja .. Nah, untuk mengusir rasa bosan itu, saya mencoba membuat handmade lain. Dan taraaa... semoga gak terlalu buruk ^^v



Hobi dan Hoki

Oke sepertinya saya harus jujur kepada kalian pembaca setia blog ku, pagi ini saya ingin membuat pengakuan. Sebenarnya alasan kenapa saya jarang muncul di blog karena saya sedang disibukkan oleh hobi baru, yaitu crafting. Saya mengkhususkan diri untuk jadi felt crafter, yaitu spesialis pembuat kerajinan tangan dari bahan kain flanel. Dan apa itu kain flanel? akan saya jelaskan di postingan selanjutnya.

Pertama kali nge-craft saya membuat bros, lalu beranjak ke kotak tisu dan toples dan untuk sekarang sedang konsen di boneka. Ha? boneka?.. Iya, boneka wisuda/ couple dan profesi ..

Saya tidak tahu, ini bagus atau tidak .. yang tahu adalah para customer setia dan reseller saya, hehehe ..

















 


 Tapi, jika hobi saya ini bisa mendatangkan hoki .. kenapa tidak dilanjut? yaa meski tidak seberapa, tapi berapapun laba yang masuk .. harus tetap disyukuri.

Thursday, 24 October 2013

Ego adalah Biang Keladi

Hari ini tidak berjalan begitu baik, entah setan apa yang merasuki ku .. hari ini aku benar-benar jadi pelupa. Pasalnya hari ini tadi aku menemui beloved untuk menitipkan sepasang boneka orderan yang sudah jadi. Tapi sesampai ditempat tujuan, aku justru tidak membawanya. Aku lupa, benar-benar lupa. Beloved mengajakku makan, tentu saja makanan favoritku .. bakso jumbo di warung pinggir jalan yang sebelahnya adalah sawah. Makan disitu rasanya seperti sedang berada di gubug dengan semilir angin yang tak henti menyapa. Aku tau, tujuan dia membawaku ketempat ini adalah untuk memperbaiki mood-ku. Tapi tetap saja, aku masih kecewa dengan diriku sendiri. Kenapa bisa se-lalai itu? .. apa yang aku pikirkan ? ..

Lalu aku mengutarakan keinginanku kepada beloved bahwa aku ingin kembali pulang mengambil boneka dan menitipkannya padanya. Tapi, dia menentangnya. Dan keadaan memanas, karena marahku hanya diam .. tidak banyak yang aku lakukan. Beloved menasehatiku, aku tau dia hanya tidak ingin aku terlalu capek. Dia memang selalu begitu, selalu memikirkan hal-hal tentangku melebihi aku. Tapi keras kepala-ku memang belum tertandingi sampai sekarang, aku tetap ingin mengambil boneka orderanku.

Dan aku justru marah kepada orang yang mencoba melindungiku, orang yang selalu menghindarkanku dari masalah ... Ego-ku, berhentilah merong-rong keegoisan. Sekali saja biarkan aku menjadi orang yang bisa menerima, bukan seorang pemberontak dan pembangkang.

Sebenarnya aku lelah selalu marah-marah, tapi itulah aku. Entahlah, aku selalu punya stok marah yang tak terbatas..

Tuesday, 22 October 2013

Sendiri

Dear blog, apa kabarmu? tiba-tiba aku rindu. Setelah sekian lama gak menyapamu, akhirnya aku sadar akan sesuatu .. menulis adalah salah satu konsep kebahagiaanku (iya, kayak kata om Deddy Corbuzier barusan.. hahaha). Dan kamu adalah wadahku berkisah.

Kali ini aku tidak ingin membicarakan orang-orang hasil observasi ku. Aku ingin membicarakan diriku sendiri, yaa.. aku. Aku yang selama ini sepertinya selalu hidup dengan santai dan bahagia. Temanku ada yang bertanya, sebenarnya apa yang membuatmu bisa begitu menikmati hidup?... aku sendiri tidak memiliki pegangan apa-apa dalam menjalani kehidupan ini, aku hanya menuruti alur dan skenario sang Maha. Hidupku sebenarnya tak selamanya mulus, kadang kala juga aku dihampiri oleh masalah. Cuma memang aku adalah tipe orang pemikir namun tidak suka dibebani, jadi aku sering menganggap biasa akan masalah-masalah yang menimpaku. Sampai aku punya statement sendiri seperti ini "Kelamaan aku cuekin, lama-lama 'masalah' juga akan bosan sendiri menghampiriku".
Aku ini sebenarnya munafik, membohongi diriku sendiri dengan perkataan bahwa masalah tidak cukup begitu kuat untuk mengadakan perang denganku. Aku selalu bisa jadi pemenang. Kelihatannya memang sangat angkuh, tapi itulah aku.
Aku adalah orang yang tak jarang menyempatkan menangis ketika akan tidur. Topik yang membuat menangis juga tidak tentu, tapi yang paling sering adalah ketika aku membayangkan ketika suatu saat nanti aku akan berpisah dengan kedua orang tua ku, dengan kekasihku dan dengan orang-orang yang menyayangiku. Mungkin aku terlalu muda untuk mengkhawatirkan itu dan aku terlalu mencintai duniawi. Mungkin juga karena Tuhan terlalu baik padaku sehingga memberikan kebahagiaan-kebahagiaan yang berlimpah sehingga sedikitpun aku tidak ingin melewatkannya. Aku tau itu salah, harusnya aku juga berpikir tentang akhirat dan berpositif thinking bahwa nanti disana aku akan dipertemukan dengan orang-orang ini.

Aku memang terbiasa menyendiri, tapi sejujurnya aku takut untuk mengalami arti 'sendiri' yang sebenarnya. Sendiri ditinggalkan oleh orang-orang yang aku kenal, sendiri terasing didalam antah berantah.  Aku begitu mencintai orang tuaku dan dia (insyaAllah jadi calon suami ku kelak, amin). Aku memang seharusnya tidak membayangkan sesuatu yang buruk, tapi memang pikiran-pikiran itu selalu muncul ... muncul disaat aku ingin tidur dan mengistirahatkan otak ku.

Apakah ini memang dampak kehidupanku yang terlampau bahagia sehingga aku menjadi sangat takut untuk sendiri ? ...