Thursday, 24 October 2013

Ego adalah Biang Keladi

Hari ini tidak berjalan begitu baik, entah setan apa yang merasuki ku .. hari ini aku benar-benar jadi pelupa. Pasalnya hari ini tadi aku menemui beloved untuk menitipkan sepasang boneka orderan yang sudah jadi. Tapi sesampai ditempat tujuan, aku justru tidak membawanya. Aku lupa, benar-benar lupa. Beloved mengajakku makan, tentu saja makanan favoritku .. bakso jumbo di warung pinggir jalan yang sebelahnya adalah sawah. Makan disitu rasanya seperti sedang berada di gubug dengan semilir angin yang tak henti menyapa. Aku tau, tujuan dia membawaku ketempat ini adalah untuk memperbaiki mood-ku. Tapi tetap saja, aku masih kecewa dengan diriku sendiri. Kenapa bisa se-lalai itu? .. apa yang aku pikirkan ? ..

Lalu aku mengutarakan keinginanku kepada beloved bahwa aku ingin kembali pulang mengambil boneka dan menitipkannya padanya. Tapi, dia menentangnya. Dan keadaan memanas, karena marahku hanya diam .. tidak banyak yang aku lakukan. Beloved menasehatiku, aku tau dia hanya tidak ingin aku terlalu capek. Dia memang selalu begitu, selalu memikirkan hal-hal tentangku melebihi aku. Tapi keras kepala-ku memang belum tertandingi sampai sekarang, aku tetap ingin mengambil boneka orderanku.

Dan aku justru marah kepada orang yang mencoba melindungiku, orang yang selalu menghindarkanku dari masalah ... Ego-ku, berhentilah merong-rong keegoisan. Sekali saja biarkan aku menjadi orang yang bisa menerima, bukan seorang pemberontak dan pembangkang.

Sebenarnya aku lelah selalu marah-marah, tapi itulah aku. Entahlah, aku selalu punya stok marah yang tak terbatas..

No comments:

Post a Comment

GAK KOMEN = GAK KEREN