Tuesday, 22 October 2013

Sendiri

Dear blog, apa kabarmu? tiba-tiba aku rindu. Setelah sekian lama gak menyapamu, akhirnya aku sadar akan sesuatu .. menulis adalah salah satu konsep kebahagiaanku (iya, kayak kata om Deddy Corbuzier barusan.. hahaha). Dan kamu adalah wadahku berkisah.

Kali ini aku tidak ingin membicarakan orang-orang hasil observasi ku. Aku ingin membicarakan diriku sendiri, yaa.. aku. Aku yang selama ini sepertinya selalu hidup dengan santai dan bahagia. Temanku ada yang bertanya, sebenarnya apa yang membuatmu bisa begitu menikmati hidup?... aku sendiri tidak memiliki pegangan apa-apa dalam menjalani kehidupan ini, aku hanya menuruti alur dan skenario sang Maha. Hidupku sebenarnya tak selamanya mulus, kadang kala juga aku dihampiri oleh masalah. Cuma memang aku adalah tipe orang pemikir namun tidak suka dibebani, jadi aku sering menganggap biasa akan masalah-masalah yang menimpaku. Sampai aku punya statement sendiri seperti ini "Kelamaan aku cuekin, lama-lama 'masalah' juga akan bosan sendiri menghampiriku".
Aku ini sebenarnya munafik, membohongi diriku sendiri dengan perkataan bahwa masalah tidak cukup begitu kuat untuk mengadakan perang denganku. Aku selalu bisa jadi pemenang. Kelihatannya memang sangat angkuh, tapi itulah aku.
Aku adalah orang yang tak jarang menyempatkan menangis ketika akan tidur. Topik yang membuat menangis juga tidak tentu, tapi yang paling sering adalah ketika aku membayangkan ketika suatu saat nanti aku akan berpisah dengan kedua orang tua ku, dengan kekasihku dan dengan orang-orang yang menyayangiku. Mungkin aku terlalu muda untuk mengkhawatirkan itu dan aku terlalu mencintai duniawi. Mungkin juga karena Tuhan terlalu baik padaku sehingga memberikan kebahagiaan-kebahagiaan yang berlimpah sehingga sedikitpun aku tidak ingin melewatkannya. Aku tau itu salah, harusnya aku juga berpikir tentang akhirat dan berpositif thinking bahwa nanti disana aku akan dipertemukan dengan orang-orang ini.

Aku memang terbiasa menyendiri, tapi sejujurnya aku takut untuk mengalami arti 'sendiri' yang sebenarnya. Sendiri ditinggalkan oleh orang-orang yang aku kenal, sendiri terasing didalam antah berantah.  Aku begitu mencintai orang tuaku dan dia (insyaAllah jadi calon suami ku kelak, amin). Aku memang seharusnya tidak membayangkan sesuatu yang buruk, tapi memang pikiran-pikiran itu selalu muncul ... muncul disaat aku ingin tidur dan mengistirahatkan otak ku.

Apakah ini memang dampak kehidupanku yang terlampau bahagia sehingga aku menjadi sangat takut untuk sendiri ? ...

No comments:

Post a Comment

GAK KOMEN = GAK KEREN