Wednesday, 18 December 2013

Pembenar VS Pendusta

Ketika kamu hanya menerima pernyataan dari 1 sisi, maka kamu akan menyalahkan sisi yang lain. Cobalah untuk membongkar kebenaran dari kedua sisi tersebut, maka matamu akan tau mana yang benar.. mana yang dusta.

 Hmm.. masih sepagi ini dan sudah ada something yang perlu dibahas. Otak ku beberapa hari ini memang disuruh untuk bekerja keras, keras sekali. Bukan masalah orderan yang dikerjar deadline, tapi masalah lain yang lebih menyangkut kepada hati dan sosialku.

Cerita berawal dari emosiku yang membuat perkara semuanya menjadi rumit dan kepada amarahku yang meledak. Memang seringkala tak adil jika kamu mematuhi peraturan yang dibuat olehnya akan tetapi ia tidak mau mematuhi apa yang kamu minta.

Ketika aku merasa bahwa sudah bisa mencintai dengan benar, justru aku dihantam oleh sesuatu yang diluar dugaanku. Aku terlalu naif, terlalu memandang apa yang aku yakini adalah benar. Dan ternyata itu SALAH!

Aku salah dan akan terus begitu ... Kesalahanku membuat masalah yang ada semakin runyam. Dibumbui dengan orang-orang yang mengatakan cerita dengan versi yang berbeda. Aku adalah victim, tidak begitu seharusnya ending itu berakhir. Tidak ada orang yang buru-buru harus dicap sebagai terdakwa. Berpikir dan bekerja seperti seorang jaksa, mencari kebenaran dari bukti..  itu perlu, agar semua tahu siapa yang harusnya disebut pembenar dan siapa yang harus dikatakan sebagai pendusta.

Aku tahu bahwa semua yang benar harus diperjuangkan ...

No comments:

Post a Comment

GAK KOMEN = GAK KEREN