Tuesday, 10 December 2013

Tak Lagi Sama

Malam kembali menemuiku, dalam temaram dan hampanya ruangan ini aku terjebak dalam keadaan yang sebenarnya selalu ingin aku hindari. Terjebak oleh ulahku yang menyeret dia yang terkasih. Entahlah, antara aku dan dia adakah pembatas ‘lebih’ yang memaksa kita untuk berpisah? Adakah sesuatu yang menghalangi hubungan yang telah terjalin lama ini? Adakah? ..

 Jika orang lain terpaksa berpisah karena adat ataupun perbedaan agama, mungkin yang akan terjadi dengan ku adalah berpisah karena ego dan kesabaran yang tertelan kemarahan nurani yang meninggi. Sebenarnya banyak yang menyayangkan, banyak yang melarang dan mencoba memberi jalan terbaik. Aku pun juga sebenarnya tidak mau untuk terjerumus ke keputusan ini, keputusan yang membuat kita Menjadi orang lain untuk hari-hari selanjutnya..

Tapi ego ini merongrong jiwaku, menerjemahkan kemarahanku kedalam sayatan hati yang begitu dalam. Atau mungkin ini hanya tentang waktu. Waktu yang menyamar menjadi penggoda. Menggoda keterikatanku dengannya, mencoba menggoyahkan segalanya. Aku terlalu mencintai segala yang ada padanya, aku terlalu takut kehilangannya barang sedetik, aku yang selalu membebaninya dengan segala curahan sayangku. Aku yang tidak bisa menunjukkan perasaanku dengan cara yang baik, aku yang selalu terbujuk oleh ambisi dan obsesi. Segalanya memang telah berubah, mungkin.. waktu membuat semuanya layu, akal ku pun tak berfungsi dengan baik.

Aku memang tak pernah menjadi baik sedari awal ...

Tapi didalam lorong jiwa ini, masih ada secercah panggilan kecil yang menyerukan bahwa AKU INGIN KEMBALI… Namun aku tidak tau, akankah bisa membebaskan mu lagi? …

No comments:

Post a Comment

GAK KOMEN = GAK KEREN