Wednesday, 25 December 2013

Wanita dan Amarah

Terlalu malam untuk nge-posting hal-hal yang berbau galauwwww... tapi daripada tidak posting sama sekali semenjak kasus kemarin, hihihi .. kasian blognya dong, cuman jadi pelarian saat gundah gulana nestapa menerpa .. halaah

Jadi gini, mmm.. semenjak kejadian kemarin itu saya berjanji kepada diri saya sendiri dan kepada pasangan terkasih saya untuk tidak lagi mengucap kata putus semudah mengucap serapah .. karena apa? karena akan banyak musuh yang mengintai dan akan mengambil kesempatan ini (evilsmile)

Sudah seharusnya pemikiran yang kekanak-kanakan ini mulai dihilangkan dan menjadi lebih realistis serta objektif.. hehehe

Ini ada beberapa tips dari Blog Cewek, juga saya gunakan sebagai acuan sih dalam berhubungan.. hihi thanks for the writer <3

  • Lihat kesalahannya dengan obyektif. Pikirkan apakah “dosa” tersebut sangat prinsip sehingga nggak bisa dimaafkan. Ataukah cuma sekedar hal sepele.
  • Cari tahu dengan pasti kesalahan pacar, dan bukan kesalahpahaman. Bisa saja kan, saat kita mengira dia selingkuh karena pengaduan seseorang, padahal kenyataannya hal tersebut cuma ulah dari orang yang sirik.
  • Beri kesempatan pacar untuk berbicara. Apapun masalahnya, jangan terbawa emosi dan memutuskannya secara sepihak. Karena hubungan melibatkan dua pihak (kita dan dia), maka bagaimanapun juga pacar memiliki hak untuk bicara. Setelah mendengarkan perkataannya, baru tentunya keputusan yang kita buat –apapun itu-- akan lebih mantap.
  • Jangan mengambil keputusan saat emosi sedang tinggi. Walaupun besar banget dorongan untuk meneriakkan kata putus ditengah pertengkaran, namun kita perlu menahan diri. Karena keputusan seperti ini perlu diambil saat otak kita sudah “dingin”.
  • Jangan remehkan kata maaf, jika memang kesalahannya masih bisa dan ingin kita maafkan. Jangan sampai rasa gengsi menghalangi kita untuk memaafkannya.
  • Berusahalah untuk memperbaiki hubungan, sebelum memilih bubar. Terutama, jika keinginan putus tersebut muncul karena merasa bosan.
  • Tempatkan diri kita di posisi dia sebelum kita memberi ultimatum putus. Ini membuat kita bisa melihat masalahnya dari perspektif yang beda. Mungkin saja, dari situ kita jadi sadar kalau pacar layak dapat kesempatan kedua.

Nah itu beberapa tips yang saya copas dari sumbernya (sumber udah dicantumin loh ya) .. semoga bermanfaat

No comments:

Post a Comment

GAK KOMEN = GAK KEREN