Thursday, 23 March 2017

Komitmen Seumur Hidup

Tidak tahu kenapa tiba-tiba jemari ini rindu untuk menulis, menorehkan kembali beberapa bait kisah yang sudah berlalu dan bahkan sebagian mungkin 'berharga' tetapi aku terlalu sibuk untuk menuangkannya didalam tulisan.

Setelah melalui perjalanan panjang mengenai kisah cinta yang sengaja aku gantung ceritanya, kini akan aku jabarkan hasil akhir dari semua lika-liku tersebut.

Ternyata untuk urusan jodoh memang Tuhan tak pernah main-main. Setelah bahagia lalu porak-poranda ternyata dia memang yang akhirnya berdiri paling terakhir dan bertahan. Merebut kembali segala cinta yang tersisa dengan susah payah. Aku memang seperti itu, setelah segalanya bagiku hancur.. aku hanya akan memulainya dari 0, sama ketika saat kita pertama kali bertemu. Kamu mengenalku untuk pertama kali dan sebaliknya. Aku mencintainya sekali lagi dan memberinya kesempatan untuk membuatku bahagia, selamanya.

Akhirnya 15 Agustus 2015 dia menikahiku, mengucap ijab qobul dengan lantang didepan penghulu. Penuh ketegasan, tanpa keraguan. Seberapa jauh aku kembali mencintainya? ...

Ketika dalam masa putus yang lalu, aku sudah menjadi sosok yang berbeda. Sosok mandiri yang sama sekali acuh dan abai terhadap perjuangannya. Berjuang sekeras hati untuk mengabaikan perjuangannya merebut hatiku kembali, namun pada akhirnya ketika Tuhan mengatakan bahwa dia adalah jodohku; aku bisa berbuat apa???....



Dia kembali menjadi lelakiku, lelaki halalku. Sifat dan sikapnya lebih baik, agamanya juga alhamdulillah semakin baik dan semakin bisa membimbingku untuk menjadi hamba yang taat (Allahumma Aamiin). Perhatian dan prioritasnya, segala cintanya dan kasih sayangnya tercurah hanya untukku seorang dan yang paling aku senangi dari dia adalah selera pengetahuannya mengenai sosial yang luas; yaaa meski masih ada beberapa hal yang membuatnya jadi skeptis dan picik mengenai sekitar. Aku kembali mencintainya setelah melihatnya jatuh bangun meraihku kembali.

Beberapa teman mengatakan, cinta memang harusnya diperjuangkan seperti yang dia lakukan untukmu. Mereka terang-terangan mengatakan iri melihat perjuangannya ketika ingin meraihku kembali, mungkin itu pula poin lebih yang jadi pertimbanganku. Jika dengan orang lain, apakah perjuangannya dalam memperjuangkanku akan sehebat dan senekat itu??.... aku rasa tidak. Jadi aku hanya perlu bersyukur bukan bahwa kenyataannya aku membuka hatiku kembali untuknya?...

Pernikahan kami sudah berjalan 586 hari (tepat hari ini) dan bulan depan, Insya Allah junior kami akan launching. Do'a kan yang terbaik ya...


No comments:

Post a Comment

GAK KOMEN = GAK KEREN