Tuesday, 18 April 2017

Bertemu Denganmu, Yang Kucinta

Hamil adalah hal terindah, anugerah Allah swt yang sejauh ini masih yang terbaik. Setelah menikah pada 15 Agustus 2015, akhirnya kami diberi kepercayaan. Aku mengetahuinya setelah berjalan 8 minggu, tidak ada drama tidak ada keluhan atau apalah-apalah. Tapi berat badan di bulan ke-3 sempat turun 5 kiloan, tapi bagiku sama aja.. stok lemak masih banyak.. hihi.

Apa yang paling menyenangkan ketika hamil?
1. Keluarga jadi super duper perhatian, gak boleh capek.. udah bak ratu aja. Cuma boleh makan tidur jalan-jalan pagi
2. Suami jadi super pengertian, super sabar.. aku minta ini itu langsung di-iyakan tanpa kata "tidak"
3. Orang-orang setiap bertemu, selalu memberi do'a dan selamat
4. Belanja kebutuhan debay, sejak usia kandungan 3 bulan aku sudah mulai terkena syndrome lapar mata

Hingga kehamilan menginjak 7 bulan, 80% kebutuhan dendud (sebutan dari kami untuk mahluk mungil ini) sudah terpenuhi. Berhubung ketika hamil 7 bulan suami dapat panggilan kerja dan musti LDR, aku harus mulai mandiri. Aku membeli semua keperluan dendud lewat olshop, ya karena kondisi yang sudah agak males kalau harus wira wiri bawa motor. Di kehamilan bulan ke- 7 aku USG untuk kedua kalinya kata bu dokter dendud sudah mapan dan mau masuk panggul... alhamdulillah pikirku, tapi ternyata ketika memasuki kehamilan bulan ke- 8 mau ke- 9 dendud posisinya malah melintang tapi seminggu kemudian dia sungsang. Rasanya seperti tersambar petir, karena aku sangat mengidamkan persalinan normal dan sebisa mungkin menghindari cesar.

Hari itu hari Kamis, 23 Maret 2017 aku USG untuk kesekian kalinya.. disana yang ada hanya dokter pengganti, dokter yang biasanya sedang tidak bisa hadir. Kala itu, dokter bilang kehamilanku sudah memasuki minggu ke-42 dan itu sudah masuk kondisi gawat karena bayi bisa mengalami post date (terlambat lahir) yang menyebabkan ketuban kering, keracunan ketuban, plasenta kering dan kondisi horor lainnya. Padahal sesuai USG, usia janinku masih 37 minggu. Tetapi yang dijadikan patokan adalah HPHT (hari pertama haid terakhir) hingga terdiagnosislah bahwa kehamilanku sudah memasuki minggu ke- 42 yang artinya apabila janin tidak segera dikeluarkan, akan justru membahayakan. Saat itu juga, aku disarankan untuk rekam jantung janin. Hasil DJJ rata-rata 160 tetapi beberapa kali sempat diatas 160. Dokter pengganti mengindikasi ini sudah masuk gawat janin. Seperti tersambar petir rasanya.

Tapi aku belum percaya, masih yakin bahwa anakku baik-baik saja karena tendangan dan gerakannya masih sangat aktif didalam sana. Akhirnya, hari Jum'at (24 Maret 2017) aku kembali lagi dengan niat USG lagi dan menemui dokter yang biasa menanganiku. Tetapi ketika sampai disana, bu dokter sependapat dengan dokter pengganti kemarin, bahwa aku harus CESAR. Kalau bisa malam ini juga! Aku pun yang hanya awam bisa apa, akhirnya berdiskusi dengan suami dan akhirnya diputuskan bahwa malam ini juga aku harus cesar demi keselamatan anakku.

Operasi ku dijadwalkan pkl. 22.00 WIB. Waktu itu aku tidak merasakan takut sama sekali karena pikiranku hanya fokus kepada keselamatan anakku. Aku berpikiran positif bahwa sebentar lagi aku akan bertemu dengannya, bisa memeluk dan menciumnya. Pkl. 20.00 aku ditangani perawat, dipasangi infus, kateter dan dites alergi terhadap obat atau tidak. Semua proses aku jalani dengan ikhlas dan pasrah, berserah kepada Allah swt. Memasuki ruang operasi, aku hanya berharap ini semua segera berlalu. Ketika para dokter sudah berkumpul, aku pun siap dieksekusi. Obat bius disuntikkan melalu tulang belakang, habis itu kaki terasa kram dan mati rasa. Dokter pun memulai proses operasinya. Aku dibius lokal, jadi aku tau dan aku juga mendengar ketika anakku lahir. Suaranya begitu keras dan nyaring, aku pun bisa bernafas lega meski perutku masih terbuka belum dijahit. Proses kelahirannya pun tak lama, hanya sekitar 15 menit dan aku sudah bisa mendengat suara tangisan dia, yang kucinta.. anakku.

Terlahir dengan berat 2,5 kg dan panjang 46 cm.. aku beri ia nama Ruqayyah Sabriya Yumna, Semoga meneladani sikap lemah lembut dari Ruqayyah binti Muhammad, cerdas dan diberkahi.. Aamiin









No comments:

Post a Comment

GAK KOMEN = GAK KEREN