Sunday, 19 June 2016

Jodoh? Tuhan yang Tentukan!

Bicara tentang jodoh, akan memakan waktu dan kalimat yang panjang. Flashback ke masa lalu, dimana saat itu tahun 2014...

Aku pernah merasakan hantaman yang luar biasa, terutama untuk hatiku. 
Selama aku hidup, mengenal lalu jatuh cinta kepada seseorang adalah hal wajar dan aku tidak terlalu memusingkan jika itu untuk urusan hati. Aku mengalir seperti air, mengencani waktu dan percaya saja dengan rencana Tuhan. Sempat menjalin hubungan selama 2 tahun, hatiku yang dingin merasa hangat kembali. Aku yang apatis mulai peduli dengan sosok ini, mulai meng-iyakan cintanya.  Semuanya baik-baik saja awalnya, hingga dia menginginkan perpisahan. Hati ku hancur berkeping, aku yang sulit untuk menerima orang lain masuk dalam kehidupanku.. aku yang tidak pernah merasa nyaman dengan orang lain selain diriku sendiri ... aku yang begitu tidak peduli dengan individu lain. Seminggu terpuruk, Oh.. jadi begini rasanya patah hati? ... Awalnya ditinggikan ke langit, lalu dihempaskan jatuh berkeping ke bumi. Seminggu meratapi dan menyesali waktu 2 tahun yang terbuang sia-sia. Mungkin ini juga rasa sakit yang dialami oleh dia, di masa lalu yang pernah aku campakan. Aku enyahkan dalam kehidupanku karena egoku yang luar biasa dan apatisku yang tak pernah bisa ia sembuhkan. Aku hanya butuh waktu seminggu untuk move on dan berpaling dari masa lalu, aku tidak mau sedih berkepanjangan karena waktu yang hilang tak akan pernah kembali. Sakit memang mendapati kenyataan harus berpisah dengan alasan tidak mendapat 'restu' dan dia menyerah begitu saja tanpa mau berjuang tapi sekali lagi, percaya saja sama Tuhan.

Dan benar saja, tak berselang... hatiku telah sembuh. Datang lagi seseorang dari masa lalu, seseorang yang pernah dekat waktu masih kuliah dulu. Dekat tapi tidak pernah menjadi apapun, karena dulu memang aku yang terlalu acuh dengan keberadaan orang lain. Pertemuan kedua setelah sekian lama mampu menciptakan moment awkward... tapi beda sekali karena mungkin usia yang sudah bertambah dan cara fikir yang lebih dewasa membuat semuanya berjalan lancar. Tak butuh waktu lama untuk jatuh cinta lagi, disiram rasa berbunga-bunga dan .... bahagia mungkin?... kami tidak butuh waktu lama untuk saling mengenal lagi, tidak butuh waktu lagi untuk berbasa-basi mau dibawa kemana? ... Bahagia luar biasa, karena memang dia adalah orang baik dan aku tahu itu tanpa dia berkata pun aku tahu bagaimana hatinya. Mengenalnya lagi membuatku berfikir tentang masa depan yang lebih jelas, pernikahan. Pernikahan yang tidak pernah terbesit sekalipun sebelumnya. Waktu itu usiaku 23 tahun. Aku yakin kalau dia memang hadiah dari Tuhan, datang sebagai penyembuh dan orang yang akan menjadi imam dari setiap sholatku, hehe ... ekspektasiku terlalu tinggi.

Disaat aku mulai merajut asa dengan pengganti, muncul lagi dia.. yang dulu sempat memporak-porandakan hatiku. Aku bersikeras menolak, aku sudah cukup bahagia dengan kehidupan yang baru. Tetapi apa daya, dia yang aku sebut dalam tiap do'a justru semakin menjauh. Semua harap hancur berkeping-keping, semua mimpi yang begitu indah hilang begitu saja.. musnah.

Akhirnya, aku hanya harus berserah diri kembali kepada Tuhan.

“Ya Allah, jika memang dia baik untukku juga baik untuk agamuku, maka dekatkanlah, mudahkanlah ia menjadi pendamping hidupku. Namun, jika ia tidak baik untukku juga tidak baik untuk agamaku, jauhkanlah, palingkanlah ia dariku, dan berikanlah aku pengganti yang lebih baik. Aamiin…”



Menjamah Kabar

Setelah sekian lama, pernah berjanji untuk kembali menulis tetapi apa daya.. jemariku telah tersibukkan oleh segala hal yang wajib untuk dikerjakan. Sekarang adalah bulan Juni 2016, bulan Ramadhan 1437 H. Banyak sekali kisah yang telah aku lalui tanpa menorehkannya dihadapmu. Terlalu lama hingga aku bingung harus memulai dari mananya dulu..

Aku akan mencoba satu persatu menjabarkan chapter kehidupan yang pernah aku lalui beberapa tahun kebelakang.. bersabarlah

Friday, 28 August 2015

Kembali Menulis

Selamat jumpa kembali blog-ku yang usang ....
Ah rasanya sudah lama sekali aku melewatkanmu, men-skip mu dari daftar kegiatanku sehari-hari. Aku tak lagi rajin untuk menjamahmu, walau hanya sekedar menorehkan sepatah dua patah kata.
Tapi kini aku kembali dan tentu saja dengan membawa segudang cerita, pengalaman dan perjalanan hidupku. Semoga kamu belum bosan untuk menerima segala muntahan hasrat berceritaku.

Aku lihat lagi, postingan terakhir ku berhenti pada tanggal 24 Mei 2014 ... sudah setahun silam, ternyata cukup lama aku vakum. Mengabaikanmu hingga mungkin jika saja kamu bisa protes, kamu akan marah sejadi-jadinya kepadaku.

Maaf blog-ku yang terlampau usang, aku bukan sengaja menelantarkan tapi memang jemari ku terlampau sibuk mengais rupiah hingga untuk menjamahmu pun tak sempat.

Baiklah, aku kembali. Apa itu cukup? bersabarlah, aku akan memberikanmu cerita yang begitu panjang dan banyak. Karena selama setahun ini, banyak sekali kisah yang hanya terkumpul diotakku tanpa pernah aku perlihatkan padamu.

Jemari ku akan menari kembali ... semoga kamu mau memaafkan keacuhan ku yang dulu-dulu...

Tuesday, 27 May 2014

Ilfeel

"Karena aku tegaskan sekali lagi, semua akan ilfeel pada waktunya"
Sebenarnya aku ini adalah manusia hidup dan bukan melulu menjadi tempatmu berkesah. Mungkin bagimu aku adalah pendengar yang paling bisa telaten menghadapimu. Tapi tetap saja, aku hanya manusia biasa. Aku memiliki batas dan saat ini aku harus mengatakan 'tidak'. Pembicaraan monoton yang hanya berpusat pada satu pihak adalah hal yang aku benci. Tapi aku diam, harusnya kamu sadar bahwa orang lain juga bisa jenuh dengan perilakumu. Kekaguman, kebanggaan dan penghargaan akan hilang bersama letih dan jenuh. Selamat tinggal....

Sunday, 20 April 2014

~

Cinta itu gak perlu pake sayang-sayang di jejaring sosial, gak perlu juga dipamer-pamerin, gak perlu juga sok mesra. Karena yang terpenting adalah pembuktian. Dan selama aku jadi prioritasmu, selama kamu mengusahakan yg terbaik untukku, selama nafasku adalah kehidupanmu dan selama bahagiaku adalah bahagiamu .. aku akan merasa cukup :)